
pernikahan Anna dan Adryan sudah di tinggal menghitung hari, Anna yang semakin di ambang ke bingungan. yang masih belom siap untuk kepelaminan, Anna selalu mengurung diri di kamarnya. hari itu mereka sedang berkumpul bersama untuk membahas persiapan pernikahan itu.
"ayah... aku sudah katakan... aku tidak ingin ada resepsi.." Adryan
"kenapa??? apa kamu tidak ingin semua orang tau kalau kamu menikah.." Tuan Edward
"apa jangan jangan kamu tidak ingin semua orang tau jika Anna istri mu" Tuan Edward
"ayah... bukan begitu... aku hanya masih belum bisa mencintai nya sekarang. jika nanti aku sudah mencintai nya aku akan mengumumkan pada semua orang jika dia istriku" Adryan.
Anna yang mendengar itu langsung melihat kearah Adryan. Anna yang melihat dari raut wajahnya hanya untuk mencoba meyakinkan Tuan Edward saja. tidak bersungguh-sungguh untuk mengatakan itu dari hatinya.
"Paman... aku juga sependapat dengan nya..." Anna
Adryan pun yang mendengar nya langsung melihat kearah Anna.
"baiklah karna itu keputusan kalian aku tidak mempermasalahkan nya lagi, tapi kalian harus segera mendaftarkannya ke kantor catatan sipil. kalian harus menikah secara agama dan negara." Tuan Edward
"baiklah ayah... segera mungkin." Adryan
kini semua bubar Tuan Edward kembali ke kamarnya untuk beristirahat, Anna juga kembali kekamarnya. dan Adryan langsung bergegas keluar dari mansion menaiki mobil kesukaan nya. Adryan melajukan kecepatan nya dia sangat marah sangat emosi,
"hahhhh...." teriak Adryan
"bajingan...." teriaknya lagi..
Adryan sangat marah karena ayahnya yang masih mengatur segala kehidupan nya meski dirinya sudah dewasa. Adryan tidak bisa menolak karena tempramen ayahnya yang keras. Adryan pernah menolak segala perintah ayahnya tapi Adryan malah diusir dari rumah dan dikirimkan ke beberapa orang untuk menghajarnya. hingga saat itu Adryan tidak berani lagi menolak perintah ayahnya itu.
Adryan mengendarai mobilnya menuju ke apartemen kekasihnya.
"baby....." ucap Ziva kekasihnya.
"aku merindukan mu baby..." Adryan
"heii... kita setiap hari ketemu dan kamu merindukan ku... hahaha kamu sangat lucu sekali... katakan apa masalah mu" ucap Ziva yang sudah tau sifat dari Adryan.
"aku tidak ingin menikah dengannya." Adryan
"lalu kamu harus apa... melawan ayahmu lagi... baby... kamu tidak ingat kalau kamu menikahinya hanya sebatas kertas saja..." Ziva
"aku percaya sama kamu... kamu tidak akan mengkhianati ku... jadi kamu tidak perlu bingung.. ok baby" lanjut Ziva
Adryan dan Ziva sudah berpacaran selama 2 tahun, dan Adryan pernah membawa nya ke mansion bertemu dengan keluarga Adryan. namun sayangnya ayah Tuan Edward tidak menyukai dan tidak menyetujui hubungan mereka. hingga mereka akhirnya berpacaran diam diam, sesungguhnya Ziva anaknya baik polos dan penurut. itu yang membuat Adryan menyukainya namun ntah kenapa Tuan Edward tidak menyukai Ziva.
mansion Edward.
"non..." Jenni memanggil Anna
"masuk" Anna
__ADS_1
"non aku membawakan perlengkapan lulur, non harus dilulur agar di pernikahan non nanti tampak lebih fresh.." ucap Jenni
"hah... tapi aku rasa tidak perlu jen..." Anna menolak karena tidak pernah luluran.
"non tapi ini perintah dari Tuan..." Jenni
"baiklah..." Anna pasrah saja.
saat melakukan luluran itu Anna sangat merasa geli jika badannya disentuh oleh orang lain.
"non... pasti selama ini non selalu perawatan kulit ya.. kulit non sangat bagus..." Jenni
"ahhh... iya..." ucap Anna untuk mempersingkat pembicaraan mereka.
"non..." panggil Jenni setelah agak lama mereka diam.
"hemmm..." Anna
"emm... tapi non jangan marah... non juga jangan bilang pada yang lain." Jenni
"katakanlah... kamu dapat mempercayai ku jen.." Anna
"sebenarnya Tuan muda itu memiliki kekasih..." Jenni
"walaupun tuan muda sudah memiliki kekasih. tapi Tuan muda masih memiliki banyak wanita wanitanya. Tuan Edward dan nyonya tidak tau soal itu." Jenni
"hemmm" ucap Anna sambil membalikkan badan nya.
"aku juga tidak tau non.. tapi dua tahun yang lalu saat Tuan muda membawa kekasihnya kesini Tuan Edward sudah menolaknya dan meminta Tuan muda mengakhiri hubungan mereka." terang Jenni
"non..." panggil Jenni lagi.
"hemm.." Anna
"boleh aku bertanya lagi." Jenni
"silahkan.." Anna
"aku dengar.. non juga memiliki kekasih yang di luar" Jenni
"kemarin itu aku mendengar gosip tentang non.. yang memiliki kekasih dan non bermesraan di luar." jenni memperjelas ucapan nya
"itu saudaraku jen... semua orang salah paham." Anna
"ahhh..." Jenni
jenni sudah tidak bertanya apa apa lagi, Anna pun semakin lama semakin mengantuk dah akhirnya tertidur.
"melihat mu yang sepertinya sangat polos... aku merasa kamu bukan lah orang jahat. tapi aku tidak mengerti kenapa kamu mau menikah dengan seseorang yang tidak kamu kenal orangnya." batin Jenni.
__ADS_1
"kelak kamu akan dibenci di keluarga ini. dan hanya Tuan Edward yang peduli padamu." batin nya.
saat makan malam sudah tiba, dan semua anggota keluarga sudah ambil tempat masing masing. namun seseorang masih belum datang juga, hingga tuan Edward memutuskan untuk tidak menunggu nya.
hingga malam pun sudah semakin larut dan semua orang sedang tidur terlelap. Anna yang hendak mencari sesuatu didapur karena tidak bisa tidur, Anna melihat Adryan sedang dipapah oleh seseorang. Anna mencoba untuk mengabaikan nya karena Anna yakin itu adalah kekasihnya yang jenni ceritakan siang itu.
"tolong bantu dia.." ucap wanita itu.
Anna pun menoleh dan berbalik kearah mereka.
"apa yang bisa aku bantu" Anna
"kamu bawakan dia masuk... aku hanya bisa mengantarnya sampai sini" ucapnya
"baiklah.." Anna
lalu Anna sudah memapah Adryan dan hendak masuk kedalam.
"tolong jaga dia..." ucapnya
Anna tidak mendengar nya karena langsung bergegas membawa Adryan yang sangat berat bagi Anna.
"dia pantas bersama Adryan... tidak salah jika Tuan Edward menjodohkan mereka." ucapnya. lalu pergi dengan perasaan yang sangat terpukul. Ziva sudah melihat calon istri dari kekasihnya, bahkan Ziva bisa menilai jika Anna wanita yang baik. Ziva merasa akan kehilangan sosok Adryan selamanya.
Anna sudah membaringkan Adryan diranjang nya, melepaskan sepatu dan jas nya. tiba tiba Adryan menahan tangan Anna saat Anna hendak membuka baju Adryan.
"siapa kamu...." Adryan
"aku hanya ingin menggantikan pakaianmu saja." Anna
"aku bertanya siapa kamu..." Adryan
"huh... apa hak mu menyentuh ku dan mencoba menggantikan pakaianku." ucap Adryan. meskipun mabuk tapi Adryan masih bisa menyadari apa yang terjadi.
"kamu sedang mabuk... sudah biarkan aku mengganti nya supaya kamu tidur lebih tenang." Anna
"kamu gak punya hak untuk menyentuh ku... jangan mimpi untuk menjadi istri ku... kamu hanya istri diatas kertas saja..." Adryan
"kamu hanya seorang pelacur yang Edward bawakan sebagai istri ku. hahahaa...... " Adryan tertawa
"terserah kamu.. ya sudah kamu urus saja dirimu sendiri" ucap Anna yang tersinggung atas ucapan nya.
"heh... tunggu... jangan pergi dulu.... aku belum selesai bicara" Adryan
"ada apa lagi..." Anna
"hahaha... lihatlah... ini sifat aslimu yang sesungguhnya..... kamu hanya perpura pura baik lugu didepan ayah... tapi aku tau... kamu itu wanita murahan... wanita rendahan....." Adryan
"plak...." Anna menampar Adryan
__ADS_1
"hahaha... hahaha... lihat kamu bahkan berani menamparku..." Adryan
Anna lalu meninggalkan Adryan begitu saja, takut jika emosi Anna semakin menarik jika mendengarkan ucapan Adryan.