
siang itu Anna pamit pada kepala pelayan untuk pergi keluar bertemu dengan Cindy. kepala pelayan itu pun hanya mengangguk kepala saja, Anna pun begitu semangat dan langsung bergegas bersiap siap dan mengganti pakaian. hanya mengenakan celana kulot dan baju kaos krop saja tapi Anna tampak sangat cantik. bentuk badannya yang terlihat sangat indah dan rambut yang digerai.
siapa pun yang melihatnya akan terpesona dengan kesederhanaannya namun sangat cantik elegant. Cindy sudah menunggu nya di luar gerbang, baru sekitar 7 menitan menunggu Anna. Cindy sudah menghubungi sebanyak lima belas kali panggilan. namun Anna baru saja siap mau keluar namun Ziva menghambat nya.
"kamu mau kemana??? dengan pakaian seperti itu." tanya Ziva
"hanya bermain saja... aku tinggal ya aku buru buru." ucap Anna lalu meninggalkan Ziva dan keluar dari mansion itu.
para pelayan yang melihat Ziva dan Anna berdiri berhadapan, dan mereka membandingkan diantara keduanya.
"lihat... apa aku bilang... cantikan juga Nyonya Anna." pelayan 1
"tidak... non Ziva kan sudah mengandung jadi bentuk tubuh nya sudah berubah... kalau tidak tetap saja cantikan non Ziva." pelayan 2
mereka sibuk dengan pilihan masing masing.
"maaf cind..." ucap Anna yang baru saja masuk kedalam mobil Cindy
"ckckck... sama sekali tidak ada perubahan." Cindy
"kita akan kemana???" Anna
"kita makan dulu aku sudah lapar menunggu mu" Cindy
Cindy pun membawa ke sebuah restoran yang populer belakangan ini, mereka memilih di lantai dua karena tidak terlalu berisik dan itu biasanya tempat para pembisnis melakukan transaksi atau pertemuan klien.
Cindy pun tampak bahagia bisa bermain dan bertemu dengan Anna kapan pun. setelah hampir setahun tidak ada kabar dari Anna, membuat Cindy kehilangan semangatnya.
"aku sangat senang kita akhirnya bertemu dan bisa bermain bersama lagi." Cindy
"maafkan aku cin... aku tidak berniat untuk menghilang darimu." Anna
"aku tau... Jho sudah ceritakan semua padaku... tapi aku kecewa padamu." Cindy
"maaf... tapi aku juga sangat terkejut saat tau jika kami saudara tiri. aku tidak punya keberanian untuk mengatakan pada siapapun." Anna
"ya sudah... sekarang aku tidak mau kecewa untuk kedua kalinya... bisakan mulai sekarang kamu ceritakan apapun masalah mu. dan yang terjadi padamu." Cindy
"tapi cin... aku tidak kau kamu jadi terbebani." Anna
"kamu tidak menganggap ku sahabat atau saudara mu... aku tidak pernah keberatan untuk membantu mu... bahkan kamu dulu tidak peduli dengan dirimu... tapi kamu lebih mementingkan aku dari pada dirimu sendiri. apa aku tidak bisa membalas nya sekarang... Anna" Cindy
"baiklah... aku akan berbagi cerita padamu.." ucap Anna
"sungguh..." Cindy
__ADS_1
"emm... sudah ayo makan..." Anna
mereka berdua tampak asik menikmati makanan kesukaan mereka itu, Cindy pun yang begitu perhatian pada Anna dan selalu menawarkan sesuatu dan selalu menyuapi Anna.
"astaga... aku bukan anak kecil... " Anna memprotes
"diam... ini hukuman buatmu sudah menghilang dariku." Cindy
"aihhh..." Anna pun pasrah saja.
tampak saling cinta diantara mereka bahkan siapapun yang melihat akan sangat terharu. orang orang bakal mengira jika Anna adalah adik nya Cindy.
ditengah tengah kesibukan Anna dan Cindy ternyata ada seseorang yang memperhatikan mereka. dan sambil tersenyum melihat mereka sampai tidak fokus mendengar lawan bicara nya.
"hei bro... kamu tidak mendengarkan ku.." ucap temannya.
"maaf aku tidak fokus... aku..." ucap pria itu sambil tersenyum melihat Anna
sontak teman dari si pria itu pun ikut melihat kearah yang temannya itu lihat.
"dia..." ucap Adryan setelah melihat ternyata temannya itu melihat Anna
"dia... kamu mengenal nya." ucap teman Adryan
"tidak... aku tidak mengenal nya..." Adryan
"biasa saja..." Adryan
"heii... perhatikan baik baik bro... bahkan wanita itu lebih cantik dari kekasih mu itu." ucapnya mengatakan Ziva
"sudahlah.. ini kita membahas tentang proyek baru kita... lupakan soal wanita." Adryan
"astaga... kamu ini... ada wanita cantik masa harus kita lepas" ucap temannya
"kamu tunggu sebentar aku akan menghampiri nya... aku ingin meminta nomornya." ucap temannya Adryan
pria itu pun dengan gagah nya melangkah kearah meja Cindy dan Anna. dengan percaya dirinya tidak akan ditolak.
"hei nona cantik... boleh tau siapa namamu." ucapnya mengarah Anna
Cindy pun yang melihat kearah pria itu dan melihat lagi kearah Anna. Anna tampak tidak suka karena pria itu mengganggu.
"kamu tidak berhak bertanya seperti itu. dan tolong pergi... kami terganggu dengan mu." Cindy
"hei... aku tidak berbicara denganmu." ucap pria itu pada Cindy
"pergilah... aku sudah memiliki suami." ucap Anna sambil mengangkat tangan memperlihatkan jari manis nya yang sudah terisi cincin pernikahan.
__ADS_1
"oh... astaga... aku minta maaf nona..." ucapnya lalu meninggalkan mereka.
"deg....deg...deg..."
Adryan pun yang mendengar itu tiba tiba jantung nya berdegup tak karuan. sama seperti saat pernikahan mereka yang melihat Anna jantung nya berdegup.
"astaga... ternyata wanita itu sudah menikah..." ucap temannya
"sudah... berarti dia bukan jodohmu." ucap Adryan dengan santai.
"maaf aku baru datang." ucap temannya Adryan yang lain yang baru saja tiba.
"astaga... kami bahkan sudah ingin pulang." ucap teman yang tadi.
kemudian mereka sibuk membahas tentang bisnisnya itu, namun kini Adryan diam diam memperhatikan kearah Anna.
"siapa wanita yang bersamanya itu. tampaknya mereka sangat dekat." batin Adryan.
tanpa disadari Adryan ikut tersenyum saat melihat Anna tertawa lepas.
"hei..." ucap teman Adryan
"ahhh iya... aku mendengar nya... kita hanya perlu menyurvei lokasinya saja. " ucap Adryan.
Anna dan Cindy pun pergi ke tempat lain, Cindy mengajak Anna untuk membelikan sesuatu. sedangkan Adryan dan teman teman bisnisnya itu pun sudah selesai membicarakan tentang bisnisnya.
sore pun tiba Adryan sudah pulang dan baru saja tiba di mansion lalu pergi kedapur untuk meminum segelas air putih. dan mendengar pembicaraan para pelayan disana.
"Nyonya Anna belum juga pulang..." pelayan 1
"iya... aku juga belum melihatnya pulang. sepertinya dia sudah terlalu bebas..." pelayan 2
"palingan bentar lagi pulang..." pelayan 3
namun Adryan tak mengubris nya sama sekali. namun dikepalanya masih terngiang ngiang tentang pembicaraan teman teman nya. bukan hanya satu orang saja yang tertarik melihat Anna namun teman nya yang lain juga.
"gadis itu cantik..." ucap Leo. teman yang kedua yang datang terlambat.
"ia cantikk tapi sayang dia sudah menikah." Jodhi teman Adryan
"wahh... mungkin wanita itu terlalu disayang oleh suami nya... sampai sampai dia terlihat sangat cantik.." Leo
"jika sampai suaminya menceraikan nya aku masih mau dengan nya... meskipun dia berstatus janda." lanjut Leo
"astaga... kamu ini sudah gila ya..." Jodhi
"tidak... aku bersungguh-sungguh." ucap Leo
__ADS_1