Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Tidak suka aroma parfum


__ADS_3

sudah tiga hari Adryan masih tetap mual mual, bahkan kini Adryan tidak suka mencium aroma parfum apapun. bahkan untuk makan juga Adryan menjadi kurang selera makan karena dimana mana selalu ada bau parfum.


"huek..." Adryan mual mual lagi.


"pelayan...." panggilnya


"iya Tuan..." pelayan pun dengan cepat menghampiri


"itu... parfum parfum itu buang semua... aku tidak suka mencium nya." Adryan


"baiklah Tuan..." langsung saja mereka membersihkan semua parfum yang ada dilemari rias itu. padahal parfum nya masih baru baru dan merk nya pun bukan main.


"kalau mau kalian ambil... silahkan... yang penting jangan ada yang tersisa diruangan ini." Adryan yang sambil menutupi hidungnya.


"baik Tuan..." pelayan itu langsung pergi setelah membersihkan dan membawa keluar barang yang Adryan ingin buang.


"hah.... baru legahhh rasanya...." Adryan


"tapi aku kasih merasa kalau perutku mual..." Adryan


Adryan menahannya dan sedang mencari kemeja yang akan hendak dikenakan kekantor. dan lagi melihat syal yang Livy berikan itu, tanpa sengaja Adryan mengambil nya dan mencium syal itu.


Adryan merasa nyaman dan rasanya perutnya enakan.


"aneh..." Adryan bingung.


namun Adryan merasa itu hanya kebetulan dan meletakkan kembali syal itu.


"huekkk..." mual


"huekkk...." lagi


Adryan menarik syal itu dan menciumnya, perut nya merasa nyaman. tanpa berfikir panjang karena waktunya sudah makin siang Adryan meletakkan syal itu. pikirnya aneh jika kekantor mengenakan syal di cuaca panas.


Adryan sudah selesai dan turun untuk sarapan, melihat Adryan yang sudah didepan matanya Ziva menghampiri nya.


"baby... kok lama turunnya..." Ziva hendak ingin memeluk


"emm.... pergi... aroma mu sangat bau..." Adryan langsung menjauh


"baby... kok kamu bilang begitu..." Ziva


"Ryan... kamu ini bicara apa... tidak lihat Ziva hamil tua... cepat minta maaf..." Nyonya Edward


"bun... aku tidak tau... sepertinya penciuman ku sedang tidak enak... aku tidak suka mencium aroma parfum nya..." Adryan


"tapi kan kamu yang khusus membelikan aku parfum ini..." Ziva


"sudahlah... aku langsung kekantor saja... aku tidak suka aroma disini." Adryan langsung pergi.


"nak... sudah... kamu duduklah... kita sarapan... biarkan dia pergi..." Nyonya Edward


"tapi bun... tingkah nya beberapa hari ini berubah..." Ziva


"huss.... apa yang kamu pikirkan... itu tidak benar... sudahh ini... susunya diminum biar cucuku sehat.." Nyonya Edward


Liora yang baru turun dan tidak menyaksikan kejadian itu, namun sudah bisa menebak karena Ziva tampak murung dan Adryan tidak ada disana.


"kak Ryan kemana??" tanya Liora


"sudah kekantor..." Nyonya Edward


"bii makanan nya sudah selesai.." Liora


"sudah non..." pelayan.


Liora bangkit dari tempat duduknya dan membawakan nampah yang berisikan banyak makanan.

__ADS_1


"Lio... itu untuk siapa?" Nyonya Edward


"Anna...." jawab Liora singkat.


"Liora apa apaan sihh.... semakin hari semakin dekat dengan Bima... sekarang Anna.... bukanya dia dulu sangat benci sama Anna." batin Ziva.


"bunda... Ziva tidak nafsu makan... ziva kekamar dulu." Ziva


"ehh... gak bisa begitu nak... nih... harus makan sedikit... ayooo..." Nyonya Edward memaksakan


Ziva pun terpaksa memakan sedikit.


"nihhh bumil... makan dulu..." ucap Liora


"emm... kebetulan aku sudah lapar.." Anna mematikan kran nya dan menghampiri Liora


"siang nanti aku akan mengajak mu keluar... hemmm" Liora


"kemana???" Anna


"sudahhh... pokoknya kita akan pergi..." Liora meninggalkan Anna


Anna pun dengan lahap menghabiskan menu yang yang Liora bawakan itu. sedangkan Ziva kini sedang kepanasan meskipun AC menyala namun Ziva merasa seperti terbakar.


ditempat lain Adryan yang selalu mencium aroma parfum sana dan sini disekitar kantornya. membuatnya ingin pingsan karena tidak tahan mencium aroma aroma itu. padahal dulu dia menganjurkan untuk tetap wangi selama berada dikantor.


"astaga.... ini..." dengan cepat Adryan pergi keruangannya.


"huuhhh.... sumpah... ternyata mengidam itu sangat menyiksa..." Adryan lega dituangkannya tidak ada aroma parfum apa pun.


namun semakin lama Adryan merasa lemas karena belum sarapan sedikit pun ditambah mencium aroma itu membuatnya kehilangan tenaga bahkan kini merasa pusing.


"tok...tok..." sekretaris nya hendak masuk namun dihadang oleh Adryan


"jangan masuk.... katakan saja dari sana..." Adryan tau jika semua orang kantor ini menggunakan parfum


"nanti saja... aku sedang tidak ingin melakukan apa apa... dan tolong katakan pada yang lain untuk tidak datang kesini.


siang itu Liora sudah pulang dan langsung mengajak Anna keluar bermain dan untuk ke rumah sakit untuk USG. saat mereka akan keluar dari rumah Liora mendapat panggilan dari kakaknya.


"ada apa kak???" Liora


"lagi dimana??" Adryan


"dirumah... ada apa??" Liora


"tolong pergi ke kamarku... buka lemari baju kemeja ku... ada syal yang menggantung disana antarkan ke kantorku." Adryan


"ckk... aku sibuk." Liora.


"Lio plisss... kakak pusing." Adryan tau jika Liora tidak tegaan orangnya.


"baiklah Tuan.... tapi dibayar ya... jangan lupa... " Liora


"baiklah... buruan... aku sangat pusing sekali" Adryan


Liora pun langsung bergegas ke kamar Adryan dan mencari apa yang kakaknya perintah kan.


"ini... syal busuk busuk pun" ucap Liora yang melihat syal itu.


lalu mereka pergi mengantarkan syal itu.


"kita antarkan ini dulu." ucap Liora sambil menunjukkan syal itu.


"ini...." Anna terkejut melihat syal yang warnanya sudah kusam itu tapi masih sangat melekat bagi Anna


"kenapa??" tanya Liora

__ADS_1


"enggak apa apa..." Anna lalu tersenyum.


"dia masih menyimpan nya..." batin Anna


saat mereka sudah tiba diperusahaan dan hendak masuk namun dihadang oleh sekretaris nya.


"maaf non Lio... tapi Tuan tadi berpesan untuk tidak memperbolehkan siapa pun masuk." sekretaris


"tapi ini kakak yang meminta ku." Liora.


"tok...tok..."


"kak.... ini Lio" Liora berteriak


"kamu pakai parfum gak???" tanya Adryan dari dalam


"iya..." Liora


"ckkk.... jangan masuk...." teriak Adryan


"lalu ini bagaimana???" Adryan.


"aku tidak suka mencium aroma parfum... tolong carikan orang yang gak pakai parfum suruh dia yang mengantarkan." Adryan


"ckkk... gembel diluar sana mau..." Liora kesal


lalu Liora melihat Anna yang Liora yakini Anna tidak memakai parfum.


"nihh... antarkan" Liora menyerahkan syal itu.


"kenapa aku.." Anna


"kamu tidak pakai parfum kan... aku malas nyari orang diluaran sana..." Liora memasang muka kasihan


"tapi...." Anna masih ragu.


dan tanpa berfikir panjang Liora membukakan pintu dan mendorong Anna masuk.


"ehh Lio..." Anna panik


Adryan pun yang melihat Anna masuk dan tidak mencium aroma parfum sehingga Adryan tidak mempermasalahkan nya.


"ini Tuann...." Anna menyerahkan syal itu dengan hati hati.


Adryan hendak mengambil namun Anna masih memegang erat syal yang di rajutnya sendiri saat masih kecil


"kamu tidak ingin melepasnya." Adryan


"ahhh maaf..." Anna lalu keluar dari ruangan itu.


"aneh... kenapa aroma syal ini dan Anna sama..." batin Adryan


"juga... melihatnya emosiku mereda" Adryan bingung


"kak sudahkan... aku akan pergi... daaa" Liora


"tunggu.... jangan pergi...." Adryan


"apa lagi..." teriak Liora


"tolong belikan aku makan... aku belum memakan apa pun sedari pagi..." Adryan


"lalu siapa yang mengantarkan nya." Liora berpura-pura bingung


"Anna... dia tidak pakai parfum jadi dia bisa masuk." Adryan


"okk... tunggu saja Tuan." Liora pun memesankan makanan untuk kakaknya itu. begitu tiba Anna pun mengantar kan makanan itu keruangan Adryan.

__ADS_1


__ADS_2