Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Misi Liora


__ADS_3

"ini paling tinggal seminggu lagi Nyonya... mohon lebih diperhatikan lagi." ucap dokter yang memeriksa Ziva


"benarkah dok... wahhh aku tidak sabaran melihat cucuku." Nyonya Edward


"iya Nyonya... kalau begitu saya permisi" dokter.


"wahh nak... bunda sudah tidak sabaran lagi..." ucapnya pada Ziva


"ya sudah kita pulang saja ya... " nyonya Edward


"baiklah bunda" Ziva


mereka pun dalam perjalan pulang.


"tidak lama lagi aku akan sah menjadi menantu dikeluarga ini.. ini berkat kamu nak" batin Ziva


Adryan pun merasa aneh dengan dirinya dia bingung, kenapa dia malah bingung untuk bercerai dengan Anna. dan merasa sangat tenang dekat dengan Anna bahkan Adryan tidak merasa mual jika Anna berada diruangannya. padahal Anna memakai parfum sama seperti yang lain namun Adryan tidak mual mual.


"astaga... kenapa aku malah memikirkan nya" Adryan


Liora yang sudah pulang dan merasa sangat lelah langsung merendam di air hangat untuk melepaskan lelahnya. dan saat menikmati sensai aroma air hangat itu Liora kepikiran tentang bagaimana Anna bisa mengenal ayahnya. bahkan sampai dinikahkan dengan Adryan.


"apa iya aku tanyakan langsung padanya..." Liora


"yaa... harus... sepertinya ada sebuah kisah yang tertanam selama ini." Liora pun menyelesaikan rendaman itu dan meminta pelayan menyiapkan makan malam untuk dua orang dan mengantar nya di taman belakang.


"baik non." pelayan.


"Lio... buat siapa itu." Nyonya Edward


"aku... aku mau makan malam disana bun.." Liora


"kenapa... disini sangat nyaman..." Nyonya Edward


"emm..." Liora hanya berdehem saja dan langsung pergi kebelakang.


"ada apa bunda." tanya Ziva yang baru tiba


"tidak ada apa apa nak... awas hati hati..." Nyonya Edward membantu Ziva.


"bunda lihat saja... saat bunda tau jika anak itu bukan darah daging kak Ryan... bunda akan kecewa." batin Liora


Liora sudah memikirkan cara jika tidak menemukan bukti Liora akan melakukan tes DNA secara diam diam dan mengungkapkan pada semua orang jika bayi itu bukan anak Adryan.


"bumil..." Liora masuk kekamar Anna


"Lio..." Anna


"aku akan makan malam denganmu.." Liora


"hemmm..." Anna curiga pasti ada sesuatu yang Liora inginkan darinya atau ingin mengerjakan tugas.

__ADS_1


"kenapa??? kamu tidak suka.." Liora


"bukan begitu... aku senang ada yang menemani ku untuk makan... selama disini aku makan sendirian." Anna


setelah hampir setengah jam makanan pun datang dan mereka langsung menyantap hidangan itu ditambah Anna sedang nafsu nafsunya makan.


"makan yang pelan... aku tidak akan rebutan itu denganmu" Liora


Anna yang mendengar nya memanyunkan bibirnya.


setelah mereka selesai makan malam Liora sengaja mencari waktu yang pas untuk bertanya pada Anna.


"Anna???" Liora


"emm.." Anna menoleh kearah Liora, mereka sedang duduk di bangku taman sambil bersantai.


"aku ingin bertanya sesuatu... boleh... tentang masa lalu kamu." Liora


Anna mendengar itu sedikit terkejut sekaligus ada rasa curiga.


"kamu..." Anna hendak bicara namun dipotong Liora


"aku penasaran... aku tidak tau kamu punya keluarga atau tidak.... lagi aku bingung... kenapa bisa kamu mengenal ayah.." Liora


"kamu jawab yang jujur... please Anna... jangan menyembunyikan sesuatu dariku... aku sudah menganggap mu seperti saudaraku." Liora sambil merangkul tangan Anna


"Anna please..." Liora memohon lagi karena Anna hanya diam saja.


"aku.. namaku bukan Anna... nama kecilku Livy pamela. tapi aku bukan menipu kalian semua... Anna juga nama ku... namaku setelah aku mengubur dalam masa kecilku." Anna


"orang tua kamu..." tanya Liora karena Anna menghentikan ceritanya.


"mereka sudah bahagia dengan kehidupan keluarga nya masing masing." Anna


"maksud kamu... mereka bercerai dan kamu pergi dari rumah gitu..." Liora


Anna geleng geleng kepala.


"lalu..." Liora


"mereka menitipkan aku di panti asuhan... mereka tidak menginginkan ku..." Anna mulai berkaca kaca


"saat itu umur kamu berapa?" Liora


"sembilan tahun." Anna


"huh..." Liora terkejut


"kenapa???" Anna


"tidak... kamu lanjutkan saja ceritanya." Liora

__ADS_1


"tapi aku sudah bertemu dengan ibuku... dia bahagia sekarang... dia juga sudah memiliki seorang putri..." Anna tersenyum pada Liora


"jangan tersenyum seperti itu... aku tau itu senyum kesedihan.." Liora


"dan ayah (Tuan Edward)... dia teman ayahku dulu... kami tak sengaja bertemu dirumah sakit... lalu ayah memintaku untuk tinggal bersama." Anna


"ada lagi..." tanya Anna pada Liora


"itu berarti bunda juga mengenalmu..." Liora


"mungkin..." Anna


"kak Ryan... pasti kak Ryan juga mengenalmu kan.." Liora


"aku tidak tau lio... mungkin mereka sudah melupakan itu... soalnya itu sudah sangat lama sekali... aku saja tidak mengingat nya jika tak disinggung seseorang." Anna


"lalu ayah mu dimana??" Liora


"aku tidak tau... aku tidak pernah mencari tau nya..." Anna


"baiklah... kalau begitu kamu istirahat aku akan kembali ke kamar." Liora


"emmm..." Anna tersenyum menandakan pada Liora "aku baik baik saja jangan khawatir... itu hanya masa lalu"


"sudah kukatakan... jangan tersenyum seperti itu..." Liora


Anna pun kembali mengingat masa lalunya namun kini sudah tak berteman air mata lagi. Anna sudah berdamai dan mengikhlaskan semua yang sudah terjadi padanya.


"heii.. itu tidak akan terjadi padamu... ibu tidak akan pernah meninggalkan mu... ibu tidak akan membiarkan mu merasakan apa yang sudah ibu lalui. ibu akan selalu menjamin kebahagiaan mu... hmmm.." ucapnya sambil mengelus perut nya yang rata.


Liora yang baru tiba dikamarnya dan merebahkan dirinya di ranjang yang empuk, merasa bersalah karena mengungkit masa lalu Anna.


"harusnya aku tidak bertanya... hahhh" Liora


"ternyata dia mengalami masa yang sulit. jahat sekali orangtua nya..." Liora


"bentar... bunda dan kak Ryan tidak mengenal nya karena Anna sudah mengubah namanya. bisa jadi..." Liora


Liora teringat lagi dimana saat dirinya sedang bermain dikamar Adryan dan mengacak acak buku nya dan melihat ada foto anak perempuan juga tertulis nama Livy...


"eh.. jangan jangan..." Liora


"bentar... sewaktu aku smp juga kak Ryan masih menyimpan foto itu... bahkan meminta ayah untuk terus mencarinya... jangan jangan foto anak kecil itu Anna..." Liora


"hahhh... ini tidak mungkin hanya kebetulan kan..." Liora


"ahh iya aku cari lagi buku dan foto itu... atau aku bertanya langsung saja pada kak Ryan..." Liora


"tapi kan... ayah punya teman banyak... masa iya semuanya terjadi dengan tiba tiba... " Liora masih ragu.


"baiklah... jika memang foto anak kecil itu Anna... itu berarti mereka memang takdir akan bersatu..." Liora kini ada misi baru

__ADS_1


__ADS_2