
setelah 2 hari Anna tidak sadarkan diri akhirnya membuka mata nya.
"sayang... kamu sudah bangun" Jho
"jho..." panggil Anna masih dengan suara parau.
"kamu tidak kekantor" ucap Anna
"bagaimana bisa aku kekantor sedangkan kamu masih terbaring disini, yang terpenting sekarang kesehatan kamu dulu ok" ucap Jho lalu mencium kening Anna.
mendengar kabar baik itu dari kakaknya, Davin langsung pergi untuk menemui nya. Dan mengabari Cindy jika Anna sudah siuman.
"astaga... aku pikir anak landak ini bakalan mati" ucap cindy yang langsung mengisi suara diruangan itu
"astagaa... ini suaranya" Jho
"diam... ini urusan kami" bantah Cindy.
melihat kedatangan Cindy Jho malah semakin frustasi, yang awalnya ruangan itu sangat hening kini menjadi seperti pasar rakyat padahal hanya ada 3 orang didalamnya.
"hello" ucap Davin yang baru sampai.
"astaga. Anna akhirnya kamu membuka mata juga, kamu tau sudah 2 hari kamu tidak sadar kan diri" ucap Davin.
"astaga... sayang.. lain kali cari teman yang bermanfaat saja, jangan seperti mereka ini" ucap Jho
"hiyaa... maksud kamu apa. dia itu lebih dulu mengenal ku. Anna pokoknya kamu cari pacar yang lain saja jangan seperti dia" Cindy.
"apa apaan itu... aku pacar terbaik nya sedangkan kamu teman terburuk nya" Jho juga ikutan panas
"ya ampun.. kalian berdua keluarlah." ucap Anna pada mereka.
"sayang... kok aku diusir...." Jho
"mending kamu aja yang keluar." Cindy.
"udahh kalian kok malah ribut sihh" Davin.
kemudian mereka terdiam dan saling mengejek. "siall kenapa aku jadi ikutan kek mereka.." batin Jho
"bagaimana Anna apa masih sakit." ucap Cindy
"masihh lahh ada ada ini" Davin
"udahh kalian jangan ribut lagi habis dari sana ribut disini lagi.. mending kalian keluar semua deh." Anna
"ehhh kalian keluar gak dengar ucapanya." Jho
"malam ini aku akan menjaga nya. kamu pulang lah pasti kamu tidak istirahat kan" ucap Cindy.
"tidak aku yang akan menjaganya." Jho
__ADS_1
"biar Cindy aja ya, kamu pulang lah istirahat." Anna
"tidak sayang.. aku akan tetap menjaga kamu disini." Jho
"keras kepala sekali.. ckckck" Cindy
"aku juga ikut kalau begitu." Davin
"tidak boleh" ucap Cindy dan Jho bersamaan.
...*******...
"bibi" ucap chelsea yang baru mau masuk ke mansion keluarga Vittoria
"chelsea??? astaga kamu cantik sekali sayang" nyonya Lucas
"makasih bibi. ini aku bawain oleh oleh." chelsea
"ya ampun kamu terlalu repot sekali. tapi makasih ya sayang mari masuk dulu" nyonya Lucas
"tidak kok bii" chelsea.
"kok sepertinya sepi bi, yang lain pada kemana?" tanya chelsea
"Davin katanya sedang menjenguk temanya dirumah sakit, Derya sedang ada kelas tambahan, dan paman masih dikantor.
"apa Nathan tidak pernah pulang bi?" tanyanya
'iya bibi aku sudah paham" chelsea
"ya sudah kamu tunggu sebentar ya bibi mau bikin kamu minum dulu, spesial bibi yang buatin" nyonya Lucas
"bibi jangan... aku merasa tidak enak nanti." chelsea
"sudahh tidak apa apa." nyonya Lucas
"aneh Nathan tidak pernah pulang tapi sudah 3 hari dia tidak juga pulang ke apartemen nya" batinnya yang. memang sejak Jho membuat klarifikasi itu chelsea selalu mampir ke apartemen nya Jho sekedar untuk melihat nya namun tiga hari ini dia tidak melihat Jho pergi maupun pulang ke apartemen nya.
"apa jangan jangan dia tau aku menyamar pura pura jadi karyawan disana" batinnya lagi
"apa dia sebenci itu sama ku."
"tapi... aku juga tidak melihat wanita itu pulang.. apa jangan jangan mereka pindah bersama atau mereka pergi liburan" batinnya masih tidak tenang karna sesungguhnya dia masih belom merelakan Jho dengan wanita manapun.
"sayang ini..." nyonya Lucas
"ahhh iya bibi terimakasih" chelsea
"apa bibi mengejutkan mu??" nyonya Lucas
"tidak bi" ucap chelsea
__ADS_1
...********...
Setelah Dua minggu
"dia sudah bisa pulang tapi harus tetap hati hati. memang luka luar nya sudah sembuh tapi tidak kemungkinan luka dalamnya" ucap dokter
"baiklah dok." ucap Jho
"tolong aktivitas nya dikurangi ya nona, jangan terlalu banyak bergerak dulu dan untuk seminggu kedepan datang lagi untuk di periksa kembali." dokter
"baik dokter, terimakasih banyak dok" Jho
"baiklah kalau begitu saya permisi" dokter.
"akhirnya aku bisa keluar.... disini terlalu membosankan" Anna
"ingat jangan terlalu banyak gerak.... " ucap Jho
saat dalam perjalanan menuju ke rumah mereka (apartemen) tiba tiba ponsel Jho berdering ibunya menelpon.
"halo mah..." Jho
"sayang... kamu dimana??? mamah sedang di kantor mu" ibunya.
"ahhh ini mah aku sedang diluar kota, mengurus perusahaan yang baru dijalankan ini" Jho mencari alasan.
"emmm ya sudah kalau begitu mamah pulang ya.. nanti jika sudah pulang segera kabarin mamah ya" ibunya
"baiklah mahh." Jho
"sepertinya suaranya tidak asing... kek familiar gitu" batin Anna
sesampai nya mereka di apartemen Jho mengurus segala keperluan Anna bahkan Anna tidak diperbolehkan bergerak sedikit pun.
"astaga... ini apa apaan.. biar aku saja" Anna
"tidak... dokter bilang kamu jangan banyak bergerak dulu" Jho
"kamu rebahan lah dengan tenang. jika perlu sesuatu tinggal panggil aja okkk" Jho
"aishhhh..." Anna kesal tapi tidak bisa berbuat apa.
Jho sudah menghubungi dosen Anna, untuk sementara Anna kelas online.
"astaga... aku sudah seperti tahanan saja." ucap Anna
"patuhlah sayang...." Jho
"nanti jika kamu sudah benar benar pulih kita akan jalan jalan kemana pun yang kamu mau." Jho
Anna tidak merespon nya karena bete.
__ADS_1