
"bunda Lio berangkat yaa..." Liora berangkat ke kampus
sedangkan Nyonya Edward tidak mendengar nya karena sibuk mengurus popok bayi yang akan tinggal hitung hari itu. dia sudah sangat tidak sabaran untuk menggendong sang cucu.
"apa bunda sesenang itu.." tanya Ziva
"iya dong sayang... bunda sudah lama sekali ingin menggendong cucu.." Nyonya Edward
pada pukul 9.05 saat Liora sedang berada didalam kelas dan sedang mendengarkan pengarahan dari dosen pembimbing. ponsel nya berdering membuat Liora jadi pusat perhatian, untung saja dosen itu tidak marah dan mengijinkan Liora mengangkat panggilan itu.
"kita break dulu sebentar" dosen
Liora langsung keluar.
"kak... ada apa sihh aku sedang dikelas... hampir saja aku membuat masalah..." Liora
"syal... syalku tertinggal." Adryan
"lalu... aku tidak bisa mengantar nya... aku sibuk..." Liora
"baiklah... biar Anna yang mengantarkan" Liora lalu mematikan panggilan itu dan menghubungi Anna.
"ada apa Lio" Anna
"emm... tolong antarkan syalnya... kak Ryan lupa membawanya." Liora
"tapi syal nya dimana?? aku tidak mungkin masuk ke kamar nya... yang ada keributan nantinya." Anna
"serahkan ponselmu pada pelayan disana.. biar mereka yang mengambilnya..." Liora
"baiklah..." Anna berjalan sambil melihat lihat sekeliling untuk mencari pelayan yang sedang bekerja.
"bi... sini" panggil Anna
"ada apa Nyonya..." pelayan
"ini Liora ingin bicara." Anna menyerahkan ponselnya."
"hallo non.." pelayan
"bi... tolong ambilkan syal dikamar kak Ryan... ada dilemari kemeja nya..." Liora
"baiklah non..." pelayan itu segera mengambil syal itu. dan setelah beberapa menit saja peleyan itu datang membawa syal.
"kalau begitu aku kembali bekerja lagi Nyonya...." pelayan
"emm.. semangat..." Anna menyemangati nya dengan senyuman yang indah.
"ahh iya aku hampir lupa mengantar nya." Anna pergi ke kamarnya untuk bersiap siap dan pergi.
dalam perjalanan Anna terkena macet namun tidak terlalu panjang, Anna yang melihat lihat sekeliling lewat jendela mobil yang tertutup. dan melihat sebuah keluarga kecil yang sedang berjalan di tepi jalan, Anna yang merasa sangat iri dengan mereka. dimana sang anak berada di gendongan ayahnya, dan sang ayah menggandeng tangan istrinya dengan erat.
Anna pun sudah tiba diperusahaan dan resepsionis itu tidak lagi bertanya dan langsung mempersilahkan Anna masuk.
"sebenarnya dia ada urusan apa sih..." resepsionis 1
"tidak tau... aku juga penasaran...dia setiap datang pasti membawa sesuatu... apa mungkin dia sedang merayu Tuan dengan membawakan sesuatu" resepsionis 2
"ntahlah... kita tunggu saja kabar terbaru nya...." resepsionis 1
__ADS_1
"tok...tok...tok..." Anna mengetuk pintu
"Tuan..." Anna
"masuklah..." Adryan
"ini syalnya..." Anna meletakkan dimeja
"kamu sedang sibuk..." Adryan
"tidak... ini aku mau langsung pulang." Anna
"aku boleh minta bantuanmu... tidak banyak kok... sekretaris ku sedang cuti mendadak... sedangkan..." Adryan ingin menambah alasan lagi namun langsung dipotong Anna
"tidak masalah Tuan... katakan saja yang mana akan aku kerjakan." Anna
Adryan lalu memanggil pekerja OB untuk mengangkat meja dan memindahkan keruangan Adryan. Adryan pun meminta Anna bekerja di mejanya dan menggunakan komputer nya. sedangkan Adryan dimeja yang baru diangkat itu.
"tapi Tuan" Anna merasa tidak enak duduk di bangku CEO.
"tidak masalah... orang lain juga tidak akan tau.
"baiklah..." Anna hanya menurut saja.
kemudian Adryan memberi nya instruksi dan Anna langsung tanggap dengan tugas yang Adryan berikan itu. dengan fokus juga semangat Anna mengerjakan nya, Anna sangat senang diberikan tugas seperti ini karena ini sangat mudah dan menyenangkan.
Adryan diam diam memperhatikan Anna yang serius dengan tugas yang diberikannya itu.
"serius amat..." batin Adryan.
"Tuan sudah selesai.." ucap Anna yang hanya menyelesaikan nya sekitar setengah jam.
"inih..." Anna sudah memprint nya dan menyerahkan pada Adryan
"bagaimana kamu bisa mengerjakan nya dengan cepat." Adryan
"itu tidak sulit.. ada lagi...." Anna penuh semangat
"wahh... aku terlalu menyepelekan mu... ini... bantu buat laporannya..." menyerahkan berkas pada Anna
"baik Tuan..." Anna dengan semangat lagi
"ckk... aku belum menjelaskan seperti apa laporan nya... dan kamu sudah dengan semangat nya... sini aku jelasin contoh laporannya." Adryan
Anna pun dengan rasa malu mendekati Adryan
"sudahh paham..." Adryan
"sudah Tuan...(tersenyum)" lalu kembali ke meja nya.
"senyuman itu... persis seperti senyuman Livy.... ckk... lagi lagi aku merindukan nya." batin Adryan yang memperhatikan senyuman Anna begitu mirip dengan senyuman milik Livy yang Adryan kenal.
siang itu Liora yang tau jika Anna ada di perusahaan datang untuk membawakan mereka makan siang. dan saat Liora mau masuk dan melihat Bima juga berjalan memasuki perusahaan.
"kak Bima...." Liora
"Lio... kebetulan sekali..." Bima
"kakak mau kekantor nya kak Ryan." Liora
__ADS_1
"emmm... kamu juga pastinya." Bima
"iya... nih... sekalian bawa makan siang." Liora sambil menunjukkan beban yang dia bawa.
"sini aku bantu." Bima mengambil makanan itu dari Liora
"kenapa banyak sekali... untuk berdua kan??" Bima
"bertiga... berempat juga bisa ikut kakak." Liora
"siapa lagi emangnya disana... ada Ziva??" Bima
Liora seketika melihat kearah Bima dan melihat reaksinya.
"bukan... ada Anna istrinya kak Ryan." Liora.
"kak... aku masuk..." ucap Liora dan langsung membuka pintu ruangan itu.
"Lio..." Anna
"heii... Adryan apa kabar bro.." Bima langsung menyapa temannya
"eh... bim... tumben tumbenan mampir kesini..." Adryan
"iya... aku rindu suasana kantor mu." Bima
Anna yang melihat Liora tengah sibuk membuka bungkusan bungkusan makanan dan ikut membantu nya.
"sini aku bantu." Anna
"ehhh jangan... bumil lebih baik duduk disana seperti tadi." Liora
Adryan dan Bima sontak langsung melihat kearah mereka.
"Lio..." Anna mencubit tangannya
"ehhh... tadi aku barusan bilang apa???" Liora baru sadar dengan ucapannya tadi.
"kalian pasti salah dengar..." ucap Anna pada kedua pria itu.
"ya sudahh kita makan siang dulu... kak bimm sini gabung." Liora
"baiklah..." Bima
"emmm enakk" Adryan sangat menikmatinya
setelah mereka selesai makan Bima langsung mengatakan inti dari kedatangan nya.
"minggu depan aku akan ke amerika." Bima
"uhukkk....uhukkk... astaga ini... uhukkk." Adryan keselek mendengar
"kenapa mendadak sekali kak..." Liora
"iyaa... sepertinya aku akan menerima tawaran menager disana..." Bima
"kenapa... kamu disini juga bisa aku jadikan menagerku..." Adryan
"bro... kamu tau sendiri kan... dari dulu aku itu sangat ingin tinggal di amerika..." Bima
__ADS_1
"iya... tapi kan kamu sudah besar disini... dan kita sudah sangat dekat... aku akan sangat sedih berpisah dengan mu" Adryan
Liora yang menaruh curiga atas kepergian Bima itu, jelas jelas saat Bima membantu Liora mengerjakan tugasnya. Bima berkata ingin membangun keluarga kecilnya dikota ini bukan di amerika. sedangkan Anna hanya mendengarkan pembicaraan mereka sambil melanjutkan tugasnya.