
pagi itu saat Anna sudah selesai menyiapkan sarapan mereka dan hendak memanggil Jho, namun Jho sudah langsung masuk ke apartemen nya. dan langsung memeluk Anna.
"astaga... Jho???" ucap Anna terkejut
"aku takut..." ucap nya
"apaan??? biasanya kamu tidak pernah ketakutan apapun" Anna
"aku bermimpi yang sama lagi. aku melihat mu di pelaminan bersama pria lain" ucap Jho
"astaga... itu hanyalah mimpi sayang... lihat sekarang aku ada didepan mu, bahkan laki laki yang ada di diruang lingkup ku hanya kamu dan Davin. bagaimana bisa aku mengenal pria lain." Anna
mendengar itu Jho terdiam namun hatinya masih gelisah, mengingat saat ibunya meninggal dia juga beberapa kali memimpikan ibunya meninggal. Orang orang bilang jika kita bermimpi seseorang meninggalkan maka dia akan panjang umur namun ternyata itu hanyalah bualan itu lah yang selalu Jho sesalkan. andai dia tidak bertanya pada orang orang mungkin Jho bisa melihat kepergian sang bunda dan mengucapkan kata perpisahan.
"sayang hari ini aku berangkat sama Davin ya.. aku terburu buru" Anna
"emang ada acara apa??" Jho
"aku akan mengurus berkas untuk persiapan magang" Anna
"emmm.. tapi kamu akan magang dimana sayang" Jho
"di perusahaan Tuan Vittoria" Anna
"pfurrhhh" Jho tersendat mendengar nya
"pelan pelan sayang... nih minum nya." Anna
"kamu terkejut ya mendengar nya... tapi ini saran dari Davin." Anna
"emm... gak papa juga. disana juga perusahaan nya bagus." Jho.
Anna yang mendengar persetujuan dari Jho sangat senang, jika di perusahaan nya nanti Anna takut tidak bebas mengerjakan sesuatu nanti yang ada di jadikan asisten nya isi pikiran Anna.
didalam mobil Davin
"apa kamu sudah bilang sama kakak soal magang mu" Davin
"sudah... dia tidak mempermasalahkan nya bahkan menyetujui nya" Anna
"ayah juga menyetujui nya aku membawa beberapa teman untuk magang disana. tapi kamu harus hati hati, ayahku galak.." Davin
"itu tidak jadi masalah." Anna
__ADS_1
sesampai nya mereka dikampus dan hendak ke ke kelas masing masing tiba tiba seorang dosen datang menghampiri mereka.
"Anna kamu ke ruangan bapak sebentar ya.. bapak tunggu" ucap dosen itu lalu pergi.
"ada masalah apa?" tanya Davin pakai bahasa isyarat
"gak tauu" jawab Anna juga pakai bahasa isyarat.
"ya udah aku ikut.. aku nunggu di luar nanti." ucap Davin
lalu mereka pergi dengan penuh pertanyaan kenapa pagi pagi dosen itu sudah mencari Anna bahkan meminta nya untuk menemui ke ruangan nya.
"tok..tok..tok.." ketukan pintu
"masuk.." dosen
"pagi pak." sapa Anna
"pagi... silahkan duduk" dosen
Anna sudah duduk di bangku depan dosen itu, sedangkan dosen itu masih sibuk mencari sebuah dokumen yang lupa ditaruh dimana.
"astaga ternyata disini." dosen
"dan satu hal lagi yang harus kamu tau.. banyak orang yang berbondong bondong ingin magang dan bekerja disana. tapi tidak sembarangan orang yang lolos disana. jadi sebaiknya kamu jangan menyia nyiakan kesempatan emas ini, kamu hanya perlu tanda tangan disini. bapak yakin kamu pasti bisa" Dosen
"maaf pak.. tapi." Anna
"apalagi... ini kesempatan emas." dosen itu memotong ucapan Anna
"berikan saya waktu pak.. kan masih ada waktu seminggu lagi. dan sebenarnya aku sudah menemukan tempat magang ku. tapi akan saya pikirkan lagi." ucap Anna
"astaga.... apa lagi yang mau kamu pertimbangkan. jika perlu bapak akan membawa mu ke perusahaan itu supaya kamu percaya." Dosen itu masih ingin merayu Anna untuk setuju magang disana. karena jika perusahaan itu puas dengan kinerja para mahasiswa yang magang disana maka perusahaan itu tidak akan segan segan memberikan dukungan untuk kemajuan universitas itu.
"sekali lagi pak tolong beri aku waktu..." Anna
"aishhhh.... astaga....( garut garut kepala) sudah sudah keluarlahh... kabarin lagi jika kamu berubah pikiran." ucap dosen itu dengan kesal melihat Anna yang ngeyel dikatakan.
"ya ampun... dia sangat pintar juga berprestasi tapi kenapa hari ini dia orang yang paling bodoh dimuka bumi ini" ucap dosen itu yang heran melihat Anna menolak mentah mentah kesempatan emas yang sudah ada didepan mata.
"apa yang kalian bicarakan kenapa sangat lama" tanya Davin
"aku jadi bingung vin.. dosen itu menawarkan kan......" Anna menjelaskan semua yang mereka bicarakan tadi.
__ADS_1
"astaga... itu keren.. itu memang perusahaan nomor satu disini, kamu tau bahkan ayahku selalu ingin mengimbangi perusahaan itu tapi tidak pernah berhasil." ucap Davin.
"kalau kamu mau... tidak masalah naa.. itu kesempatan emas" ucap Davin yang menyemangati Anna
"ntah lah vinn.. biar aku pikirkan lagi." Anna
saat itu Anna sudah tidak ingin belajar di perpustakaan dan ingin langsung pulang saja. Davin hanya mengantar nya saja karena ingin langsung ke perusahaan ayahnya.
saat sudah menjelang sore Anna yang tengah menunggu kekasih nya pulang, Anna menyibukkan dengan memasak makan malam mereka dengan semangat nya dan bernyanyi bersuka ria. hingga selesai masak dan mandi dan bingung ingin melakukan apa lagi. Anna yang pasrah hanya menonton siaran televisi kartun saja untuk membuang rasa penatnya.
setelah menunggu hampir kurang satu jam Jho pun akhirnya pulang.
"sayang..." Jho
"sudah pulang.." ucap Anna lalu berlari ke pelukan Jho
"kamu sebaiknya pulang dan mandi dulu.." ucap Anna
"ya.. ya...... aku akan mandi dulu" ucap Jho lalu mencium kepala Anna
setelah 20 menitan Jho pergi mandi lalu kembali untuk makan malam bersama kekasih nya itu.
seperti biasa setelah mereka setelah selesai makan dan membersihkan semua peralatan yang tadi mereka gunakan. lalu berbincang bincang sebentar sebelum Jho balik ke apartemen nya untuk istirahat.
"sayang..." Anna
"emmm" Jho
"tadi dosen ku menawariku sesuatu..." Anna
"apaan??" tanya Jho
kemudian Anna menjelaskan semua nya panjang lebar, sebenarnya jika Jho juga menolak tidak masalah buatnya, jika menyetujui juga tidak masalah juga Anna siap ditempatkan dimana saja.
"tapi kamu tertarik tidak untuk menerima nya." tanya Jho
"tidak juga... aku siap dimana saja aku akan magang" Anna
"emmm... kalau begitu terserah kamu saja, jika kamu setuju aku juga akan setuju, apapun pendapat mu aku akan tetap mendukung mu dari belakang" ucap Jho
"makasih sayang...." ucap Anna
setelah hampir kurang lebih satu jam mereka asik berbincang bincang Jho memutuskan untuk pulang karena ada sesuatu yang harus dikerjakan.
__ADS_1