
saat itu Jho sedang dalam perjalanan pulang dan mencoba menanyakan Anna ingin dibawakan makanan apa.
"kamu ingin aku bawakan makan apa?." pesan Jho
"tidak perlu kak. aku sudah makan." balas Anna
"baiklah... ini aku akan segera sampai." Jho. namun Jho melihat jika Anna sudah tidak Online lagi.
Jho segera mungkin melajukan kecepatan nya, Jho berfirasat tidak enak dan segera mungkin sampai disana.
saat Jho sudah tiba dan langsung saja pergi ke apartemen Anna. Jho terkejut melihat seisi ruangan itu sangat gelap seperti tidak ada penghuni nya. dan Jho menghidupkan lampu disana dan Jho juga terkejut melihat ruangan itu kembali semula seperti Anna tidak pernah menempatinya. Jho masuk kekamar dan melihat Anna juga tidak ada disana, kamarnya juga kembali seperti dulunya saat Anna tidak pernah menempatinya.
Jho mencoba menghubungi Anna untuk bertanya kejelasannya kenapa Anna pergi begitu saja.
"nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan." operator
Jho pun akhirnya terdiam dan terduduk dilantai bersandar pada sofa dan menekukan satu kakinya. saat Jho hendak bangkit berdiri Jho melihat ada sepucuk surat di atas meja itu Jho langsung saja membuka nya.
"kak..... maaf. aku harus pergi aku tidak bisa terus berada disini. itu akan menjadi sebuah masalah untuknya. aku tidak ingin merusak kebahagiaan nya, maaf kak aku pergi tanpa berpamitan.
aku harap kakak bisa menerima kenyataan ini dan jangan berlarut larut dalam kesedihan. sesungguhnya kita tidak ingin berpisah namun takdir kita harus memaksakan kita berpisah kak. aku berharap kakak segera menemukan kebahagiaan kakak yang sesungguhnya. jangan mengkhawatirkan aku kak. aku baik baik saja. kakak jangan bersedih dengan semua yang terjadi pada kita, aku berharap kakak bisa mengerti keadaan kita dan kakak bisa memahami kepergian ku."
setelah membaca itu pun Jho sangat marah.
"prankkkk..." suara vas bunga pecah yang dilempar Jho
"aahhhh..." Jho berteriak sangat keras.
Jho masih belum merelakan Anna dan menghubungi anggota anggotanya untuk mencari Anna.
Anna dan juga merry sudah tiba di rumah Edward, dan langsung di sambut hangat oleh nya.
__ADS_1
"hallo nak selamat datang.." ucap Edward
Anna hanya tersenyum sambil menunduk untuk menghormati Edward.
"pasti kalian sudah lelahkan, ya sudah kita langsung makan saja dulu." ucapnya lagi.
Edward sudah menghidangkan begitu banyak makanan, Anna pun yang masih canggung rasanya harus segera menyesuaikan diri, karena tidak punya pilihan lain. Anna mengiyakan untuk tinggal bersama tuan Edward karena Anna belum memiliki tujuan jika dirinya pergi.
"paman makanan nya enak semua." Anna
"ohh ya makanlah ini semua disiapkan untuk mu." Edward
"terimakasih banyak paman." Anna.
namun Anna selalu melihat kearah wanita yang masih tergolong muda itu duduk disampaing Tuan Edward.
"dia istri paman. yang kedua" ucap Edward yang seolah paham dengan pertanyaan Anna di pikiran nya.
"bibimu ada di mansion bersama dengan anak anak yang lain. paman kesini hanya sebulan sekali paling juga 3 hari menginap lalu pulang." lanjut Edward lagi.
"dia siapa" istrinya cemburu suaminya membawa seorang gadis.
"dia itu anak nya sahabatku aku sejak dulu sudah mencari nya kemana mana namun tidak ketemu. saat kami hendak pulang dari rumah sakit kami tidak sengaja bertemu dengannya." Edward
"siapa tau dia bukan putri sahabat mu. dia berpura pura."
"sayang... bagaimana bisa dia berpura pura merry saja mengenal nya. pokoknya kamu tidak usah khawatir dia juga akan aku jodohkan dengan putra sulungku." ucap Edward.
mendengar itu pun hati istrinya merasa legah. bagaimana tidak secara suaminya ini adalah lelaki hidung belang.
Anna yang sudah selesai mandi dan hendak ingin istirahat Anna masih kepikiran dengan Jho masih belum bisa kehilangan sosok Jho dalam hidupnya. Anna pun menangis rasanya Anna ingin sekali menghubungi nya namun ponselnya sudah diganti yang lama dijual.
__ADS_1
Merry yang sepertinya merasa Anna sedikit ada masalah, masuk ke kamar Anna dan benar merry melihat Anna sedang menangis.
"non.... ada apa???" Merry
"bukankah non bilang akan cerita pada Merry begitu kita sampai." Merry.
"cerita lah sayang.... biar hatimu merasa plong..." Merry.
"jangan pendam sendirian sayang.. itu menyakitkan. Merry sudah pernah mengalaminya itu sungguh menyakitkan jika memendamnya sendirian." Merry mencoba membujuk supaya Anna mau berbagi cerita dengannya.
"Merry tau pasti non selama ini berjuang sendiri dan melewati nya sendirian tapi sekarang merry ada dan akan selalu ada buat non." Merry
"bi.... (hiks...hiks....hiks...." Anna ingin menceritakan namun tangisnya masih belum bisa tertahan.
"gak apapa non... lepaskan dulu tangisnya barus ceritakan pada Merry setelah tangisnya sudah redah" ucap Merry sambil memeluk Anna.
"bi.... sebelum aku bertemu ibu aku berpacaran dengan seorang pria dan hubungan kami 3 tahun. apartemen yang aku tempati itu adalah miliknya bi. dia membeli lagi apartemen disamping nya untuk dia tinggali. tapi... saat aku bertemu dengan keluarga nya ternyata ibu nya itu adalah ibuku juga bi... dan mamah sudah memiliki putri dari suaminya yang saat ini." Anna
"ya ampun... jadi..." Merry
"iya bi... terpaksa aku harus meninggalkan nya diam diam. dan hanya dia yang tau jika aku juga saudara tirinya. aku meminta nya untuk tidak mengatakan nya pada ibu." Anna
"bi... aku sungguh masih menyayangi nya..." ucap Anna.
"non... keputusan non sudah benar meninggalkan nya, mau bagaimana pun kalian paksakan tidak akan bisa non." Merry.
sedangkan Jho yang masih tengah sibuk mencari Anna sampai sampai tidak merespon panggilan dari Davin dan Derya. anggota Jho menemukan alamat dari email ponsel Anna dan Jho langsung segera menghampiri alamat itu. begitu Jho sampai dengan jarak tempuh satu jam lebih namun ternyata ponsel Anna ada di sebuah pelayan jual beli hp. pegawainya berkata jika Anna menjualnya lima jam yang lalu dan membeli ponsel yang baru namun bukan mereka yang mendaftarkan emailnya.
Jho pun kembali dengan perasaan sedih dengan rasa kecewa karena Anna pergi begitu saja hanya meninggalkan sepucuk surat saja.
"Anna aku masih ingin memelukmu terakhir nya sebagai Anna namun kamu langsung saja pergi."
__ADS_1
"kemana kamu perginya naa..." tiba tiba terlintas pikiran Jho ke panti asuhan. dan Jho pun melajukan kecepatan nya menuju panti asuhan dimana Anna tinggal sewaktu kecil.
begitu Jho sampai dan hasilnya juga tidak memuaskan, Jho menghubungi Cindy namun Cindy tidak merespon karena itu sudah tengah malam. Jho pun memutuskan untuk segera kembali ke kota sambil menunggu kabar dari anggota anggotanya.