Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Ternyata kamu juga Putrinya


__ADS_3

setelah hampir satu jam lebih, dokter itu pun kembali lagi.


"bagaimana?? apa anak kandung nya segera datang. kita sudah tidak punya waktu banyak lagi." dokter.


"saya juga bingung dok. anak kandungnya mamah saja lagi pergi ke luar negeri bersama ayah... dok... tolong... lakukan apa pun yang sekiranya bisa menahan nya sampai mereka tiba lagi disini." Jho


"kami sudah berusaha semaksimal mungkin. jika pun dia bisa bertahan itu mungkin mujizat dari Tuhan." dokter. lalu dokter itu pergi lagi.


mendengar itu Jho sangat khawatir, bagaimana bisa Derya dan ayahnya langsung datang secepat itu.


"dokter!!!" panggil Anna


dokter itu pun kembali lagi, Jho melihat kearah Anna.


"dok.. mungkin aku bisa" ucap Anna.


dokter dan Jho pun kebingungan melihat Anna.


"Anna ini bukan hal lelucon. jelas jelas dokter sudah bilang jika bukan darah anak kandung nya maka tidak akan bisa." Jho


"aku bisa... dokter ayo lakukan... waktu nya sudah semakin sedikit." Anna


"tapi..." dokter.


"aku anak nya..... aku putri kandung nya." ucap Anna.


Jho pun sangat terkejut mendengarnya, dan dokter itu kebingungan kenapa tidak sedari tadi bilang jika dia adalah putri nya.


"baik mari kita lakukan sekarang." dokter.


"Anna..." panggil Jho


Anna hanya melirik sekilas lalu meninggalkan nya.


sebelum melakukan transfusi darah, dokter melakukan tes dan benar ternyata hasilnya akurat darahnya cocok. dan langsung saja dokter itu memulai prosesnya. Anna dibaringkan di bed pasien bersampingan dengan ibunya.


"mahh.... " ucap Anna dengan suara parau. air matanya bercucuran.


"mahhh..." ucap Anna sekali lagi hingga akhirnya Anna tertidur.


Hingga satu jam kedepan akhirnya Anna dibawa keluar dari ruangan ICU ke ruangan pasien. dengan keadaan yang lemas Anna bahkan terlelap karena masih tidak sanggup untuk bangun.


Jho yang melihat Anna sudah keluar, namun masih menunggu dokternya keluar juga.

__ADS_1


"dok bagaimana???" Jho


"beliau sudah membaik. kita hanya tinggal menunggu kesadaran pasien saja." dokter.


"apa darah itu darinya." ucap Jho


dokter itupun kebingungan sesaat. lalu mengingat Anna.


"maksudnya.. iyaaahhh bukankah tadi dia berkata dia putrinya... jadi dia yang mendonorkan darahnya. dan saya sudah periksa jika hasilnya akurat." ucap dokter.


"dan mungkin sebentar lagi beliau akan di pindahkan ke ruangan nya. baiklah saya permisi" ucap dokter itu.


Jho seperti orang kehilangan arah, bingung bahkan tidak bisa lagi memikirkan sesuatu. hingga Davin tiba menyadarkan nya.


"kak.... bagaimana keadaan mamah" ucap Davin yang baru tiba.


"kak..." teriak Davin yang melihat kakanya seperti orang aneh.


"ahh... iya... apa??? kamu baru saja sampai.. mamah masih didalam dan hendak di pindahkan keruangannya" ucap Jho


"kakak kenapa??? kok sepertinya kek orang hilang." Davin.


"aku hanya senang mamah akhirnya masih bisa diselamatkan." Jho beralasan.


setelah beberapa menit akhirnya selesai dibawa keluar dari ICU yang akan dipindahkan keruangan pasien. Jho dan Davin yang melihatnya mengikuti kearah yang sama dimana ibu mereka dibawa.


"kakak mau kemana??" Davin


"hanya mencari udara segar. sedari tadi aku tidak bisa bernafas tenang." Jho


"baiklah... tapi jangan lama. ayah dan Derya sedang dalam perjalanan kesini." Davin


"mengerti.. " ucap Jho lalu pergi.


"aneh... kakak seperti orang kehilangan arah... sikapnya juga anehh sekali." Davin.


Jhonatan langsung saja mencari kamar Anna. begitu Jho masuk Anna masih belum bangun. Jho lalu duduk disamping bed itu dan merangkul tangan Anna dengan sangat lembut. hingga Anna merasakan jika seseorang sedang menyentuh nya dan membuka matanya.


"Jho..." ucap Anna


"kamu sudah bangun...." Jho


"bagaimana keadaan nya.." tanya Anna

__ADS_1


"sudah... sudah membaik. dan itu berkatmu." Jho


"syukurlah..." Anna


"kenapa tidak pernah cerita padaku.... kenapa malah mempersulit keadaan kita. kamu.... kamu minta putus ternyata karna kita saudara tiri..."


"kenapa tidak bilang dari awal... kalau dia itu sebenarnya ibumu." Jho


"apa yang bisa aku lakukan... jika aku mengatakan nya itu akan menjadi masalah untuknya. dia sudah bahagia lalu."


"lalu apa.... lalu apa kamu sudah bahagia dengan memendam nya sendiri" potong Jho.


"Jho..." panggil Anna


"jangan pernah cerita kan semua ini pada siapa pun...." Anna


"kenapa??? dia ibumu.. jadi dia berhak tau kamu itu anak yang sudah dia buang... dia harus tau. dia harus tau penderitaan yang kamu lewati karena perbuatan mereka." Jho


"Jho... maaf kak... aku baik baik saja selama ini. dan sekarang pun aku juga baik baik saja. aku sudah terbiasa tanpa nya tanpa orang tua. tapi dia... dia tidak akan bisa tanpa kalian. kalian sudah menjadi bagian dari hidupnya." ucap Anna dengan tetesan air mata yang mengalir.


"kak... tolong bawakan aku untuk melihat keadaannya.." Anna.


"tapi jangan ada yang tau... aku mohon kak..." Anna.


"baiklah kamu tunggu disini sebentar aku akan melihat keadaan diluar dulu." ucap Jho


saat Jho hendak keruangan selena, Davin yang sedari tadi juga sudah mencari nya


"kak... dari mana saja. ayah dan Derya mungkin akan tiba di bandara." Davin


"kalau begitu kamu jemput saja. aku akan menemani ibu disini." Jho


"baiklah kak.." ucap Davin lalu pergi.


sedangkan Jho kembali lagi keruangan Anna membawa kursi roda dan membawa Anna bertemu dengan ibunya.


sesampai nya disana diruangan Selena, Jho langsung keluar memberi kan Anna ruang untuk mencurahkan kan semua isi hatinya.


"mahh...." Anna menangis sambil merangkul tangan Selena.


"aku rindu mah... aku ingin mamah memeluk ku sekali saja... aku tidak membenci kalian tapi aku sangat kecewa dengan kalian.... mahh...." Anna


Jhonatan yang melihatnya dari balik jendela kaca juga ikut menangis. lalu Jho masuk untuk memberi Anna semangat sambil memeluk nya.

__ADS_1


"mahhh.... aku sudah tumbuh dewasa sekarang.. berkat kalian aku jadi setegar ini... mahhh.... aku merindukan kalian" Anna


setelah Anna selesai bertemu dengan ibunya Anna kembali ke ruangan nya. dan Jho juga kembali ke ruangan ibunya sambil menunggu adiknya dan ayahnya datang.


__ADS_2