Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
mansion Edward


__ADS_3

begitu Anna dan Tuan Edward tiba di mansion keluarga Edward. Anna sangat kagum melihat kemewahan dan keindahan seperti sebuah kastil kerajaan. bahkan mansion keluarga Vittoria tidak bisa dibandingkan dengan mansion Edward.


"salam Tuan..." ucap para pelayan yang menyambut Tuannya.


Anna bahkan terkejut lagi dengan sambutan para pelayan itu pada Tuan Edward.


"salam nona...." ucap para pelayan itu pada Anna


Anna pun kebingungan bingung mau menjawab apa. akhirnya Anna hanya menundukkan kepalanya layaknya menghormati mereka juga.


"kalian bawa dia ke kamarnya." ucap Edward pada para pelayan


"nak... kamu istirahat lah dulu... kamu pasti sudah lelah." ucap nya lembut pada Anna


"baik paman.." Anna pun berjalan mengikuti para pelayan yang menuntun nya.


"dimana yang lain... kenapa tidak kelihatan" ucap Edward


"Nyonya sedang ada pertemuan dengan kumpulan arisan nya Tuan. dan Tuan mudah belum ada yang pulang. nona Ineza dan Viana sedang belajar dengan guru les nya Tuan" ucap pemimpin pelayan itu.


"ya sudah... kalian tolong siapkan makan malam segera" ucapnya lalu pergi ke kamarnya.


"dia selalu pergi... pergi arisan atau apapun... selalu ada acara diluar dengan teman temannya. tidak peduli dengan suami dan anak anak." ucap Edward marah karna dia pulang istrinya selalu tidak dirumah.


"non... mari biar kami saja yang membereskannya. nona istirahat saja dulu atau mau mandi??" ucap pelayan.


"aku mau mandi saja dulu." ucap Anna yang masih canggung dan tidak nyaman dengan orang baru.


saat Anna sudah di dalam kamar mandi dan para pelayan itu membereskan barang barang Anna.


"dia seperti dari kampung saja ya... kelihatan kampungan... hahaha" pelayan 1


"hahaha.... iya... mungkin dibandingkan dengan aku. masih jauhlah ya." ucap pelayan 2 yang merasa paling cantik.


"huss... kalian menggosipi nya... bagaimana jika dia tau dan melaporkan pada Tuan.." ucap pelayan 3


"sudah... kalian keluar saja. biar aku yang membereskannya. tinggal menyusun baju nona aku sendiri juga bisa" ucap pelayan 4


"ya sudahh... kamu beresin ya..." ucap mereka lalu pergi meninggalkan kamar Anna.


setelah beberapa menit Anna keluar dari kamar mandi yang masih mengenakan handuk ditubuhnya.


"non... anda sudah selesai... ada lagi yang perlu saya kerjakan" ucapnya.


"sudahh ini sudah lebih dari cukup kok... aku sekarang bisa sendiri." Anna


"baiklah non.. kalau ada sesuatu panggil saya saja non. nama saya Jenni. non panggil saja Jen." ucap Jenni


"baiklah Jen..." Anna


setelah itu jenni pun keluar dari kamar Anna.

__ADS_1


"astaga.... apa ini sungguh Rumah.... tapi kelihatan seperti kerjaan. bahkan kamar ini sangat luas..." ucap Anna yang masih kagum.


"bahkan perlengkapan ku sudah mereka sediakan."


"ya ampun.... ini...." Anna terkejut melihat lemari pakaian yang sudah terisi berbagai macam pakaian yang khusus disediakan untuk Anna.


"ya ampun... apa ini untukku... kenapa ukurannya semua sesuai dengan ukuranku." Anna terpukau melihat semua nya.


"tok...tok...tok..."


"non.... Tuan memanggil untuk segera turun makan malam." ucap pelayan


"baiiklah... aku akan turun" ucap Anna


Anna pun langsung keluar dan pelayan itu menuntun jalan karena Anna belum mengerti lika liku jalan nya.


"silahkan duduk nak..." ucap Edward lembut pada Anna


"terimakasih paman." Anna


"Inez... Vian... dia kakak ipar kalian. beri dia salam" ucap Edward pada kedua putrinya.


"hallo kak..." ucap Inez dan Viana


"hai..." ucap Anna dengan lembut.


mereka pun melanjutkan makannya, Anna yang masih merasa canggung mencoba tenang.


"baik paman... mungkin aku masih sedikit canggung paman..." Anna


"hahaha.... yaa paman mengerti. tapi kedepannya kamu tidak perlu canggung lagi mereka itu bawahan mu." Edward


saat semua baru siap makan malam dan Anna bersama Tuan Edward sedang asik ngobrol di ruangan santai.


"pah.... papah sudah pulang." ucap Nyonya Edward.


"kamu dari mana saja... setiap kali aku pulang kamu pasti selalu tidak ada dirumah." ucap Edward yang sudah muak melihat sikap istrinya itu.


"pak... kok kamu marah marah... aku kan hanya keluar bersama teman teman arisan saja." ucap nya yang masih membela diri.


"ohh... ini dia calon mantuku itu.." ucapnya melihat Anna


"salam bibi." ucap Anna


"sudah pah... aku mau istirahat dulu..." ucapnya.


Anna bisa menilai kenapa Tuan Edward sampai menikah dengan wanita lain. ternyata istrinya tidak peduli dan tidak memperhatikan nya sama sekali. istrinya hanya sibuk dengan dunianya sendiri dan kumpulan kumpulannya.


"begitulah nak... kamu pasti sudah bisa menilainya kan.." ucap Edward pada Anna


"iya paman.." Anna

__ADS_1


saat mereka tengah asik berbincang bincang seseorang baru saja tiba dengan mengenakan pakaian rapi seperti baru pulang kerja.


"Adryan!!..." panggil Tuan Edward


seorang yang dipanggil oleh Tuan Edward itupun menoleh melihat ayahnya dan melihat lagi ke arah Anna yang berada disamping ayahnya. saat itu juga Anna melihatnya.


"ayah...." ucapnya lalu menghampiri ayahnya.


"salam ayahh..." ucap Adryan pada ayahnya dan menundukkan kepalanya.


"salam" ucapnya lagi pada Anna


Anna hanya menundukkan kepalanya saja.


"ini yang ayah katakan... calon istri kamu... kedepannya kamu sering lah menyapa atau membawanya keluar." ucap Edward


"baik ayah..." ucapnya.


"ayah aku masuk dulu. aku sangat lelah." ucapnya


"sudahh... pergilah." Edward


Anna melihat punggung Adryan itu dengan penuh kerinduan nya pada seseorang. karena postur tubuhnya sangat mirip.


"dia memang sedikit dingin sikapnya." ucap Edward pada Anna


"sepertinya begitu paman. aku bisa melihatnya." ucap Anna


"ya sudah kamu istirahat lah dulu... paman juga hendak istirahat." Edward


"baiklah paman.... selamat beristirahat." Anna


"hemm..." ucap Edward lalu pergi meninggalkan Anna sendirian.


saat Anna yang hendak juga kembali kekamarnya namun masih bingung jalannya dari mana. ada begitu banyak ruangan ruangan, Anna yang hendak ingin bertanya namun tidak melihat seorang pun ada disana.


"kakak...." panggil seseorang.


Anna pun mengarah pada sumber suara itu.


"iya???" Anna


"Inez boleh minta tolong gak pada kakak ipar." ucap Inez.


"emmm... bolehh... kenapa tidak emangnya ada apa?" tanya Anna


"aku ada tugas dari guru les... tapi aku tidak mengerti..." Inez


"boleh kakak lihat... mungkin kakak bisa membantu." ucap Anna


Inez dan Viana adalah anak dari para pelayan yang Tuan Edward hamili. kalau istilah kasarnya mereka berdua anak haram. tapi Edward mau bertanggung jawab atas anak anak itu dan ibunya diusir pergi dengan memberi beberapa harta dengan syarat tidak boleh kembali ataupun mencari masalah dengan keluarga Edward.

__ADS_1


jadi Inez dan Viana mereka perlakukan tidak seperti anak dari Tuan Edward. bahkan Tuan Edward sendiri pun sedikit dingin pada mereka bedua.


__ADS_2