Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
masa lalu 3


__ADS_3

sejak malam itu Selena menjadi lupa diri, yang awalnya dia tak berniat untuk melanjutkan nya lagi tapi karena keromantisan dan kasih sayang Vitto. Selena pun terbuai bahkan kini Selena menjadi sering keluar bersama Jesika, dan Livy ditinggal bersama Merry.


"sayang... boleh aku bertanya... tapi kamu jangan tersinggung ya" ucap Dion saat mereka hendak tidur


ntah kenapa Dion akhir akhir ini tidak menyukai sikap istrinya yang setiap hari keluar bahkan untuk urusan pekerjaan rumah semua sudah ditangani Merry. bahkan untuk menjemput Livy sekolah yang biasanya Selena kini Merry juga yang akan menjemputnya.


"emm... tanyakan saja..." ucapnya sambil memainkan ponselnya tak seperti dulu yang menghargai suaminya


"bisa tidak ponsel kamu matikan dulu... aku mau bicara serius." Dion


"kan aku masih bisa mendengar... tinggal katakan saja susah amat" Selena


"kenapa kamu keluar setiap hari... emangnya kamu ada urusan apa sih... dan lagi kamu selalu ada barang barang baru dan barang barang itu cukup mewah... kamu dapat dari mana." Dion


"ya usaha lah.... masa iya aku pungut dari jalan atau aku curi... aku tuh kerja... kalau mengharapkan kamu itu mustahil." Selena


"kamu kerja dimana..." Dion


"apasih... pokoknya aku kerja... mau kerja dimana kek... yang penting aku tidak memberatkan kamu..." Selena


"kok kamu sekarang seperti ini... kan bisa ngomong baik baik sayang... aku" Dion

__ADS_1


"bawel amat sih... sudah ahhh aku ngantuk" Selena


sejak saat itu hubungan mereka semakin renggang, Selena menjadi tidak perduli lagi dengan suaminya itu. dan untuk Livy hanya sekedar saja bahkan Livy pernah mengajak ibunya bermain tapi yang ada Livy malah kenah sembur.


Dion pun yang merasa curiga mengikuti seharian apa kegiatan istrinya, tapi yang dia lihat Selena masuk ke sebuah perusahaan yang terkenal disana. Dion pun merasa jika istrinya itu kelelahan bekerja sehingga bawaannya marah marah.


"tapi... bagaimana bisa jika hanya seorang karyawan bisa membeli barang barang mewah... emang apa jabatannya disana" Dion


Dion pun yang merasa sudah mulai jenuh dengan sikap istrinya itu yang setiap harinya jika pulang hanya numpang tidur. dan merasa kecewa karena istrinya berubah drastis, jauh berbeda dengan yang dia kenal dulunya.


hingga pada akhirnya Dion memilih membiarkan nya, yang penting itu membuatnya bahagia. dan ditengah tengah kesibukan nya bekerja Edward mengangkat nya sebagai tangan kanannya wakil direktur. Edward juga yang mengutus Dion jika ada pekerjaan diluar kota maupun luar negeri.


sehingga waktunya habis diluar saja. Dion tidak pernah menceritakan betapa berantakan nya sekarang rumah tangga nya kepada Edward dan istrinya.


rekan bisnis itupun pergi bersama sekretaris pribadi nya yang tak lain putri kandungnya sendiri. dan ternyata sekertaris itu menyukai Dion sejak pertemuan pertama, hingga seminggu Dion melakukan pekerjaan disana dan ada sesuatu yang membuat Dion terkejut.


rekan bisnisnya itu berkata jika Putri nya menyukainya, Dion pun tercengang betapa terkejut nya. Dion pun mengagumi wanita itu karena kepintaran keanggunan dan ramah juga. dan Dion pun langsung menolak karena merasa tidak pantas, dan ayah sekretaris itu memberi waktu bagi Dion untuk menjawab.


sejak saat itu kedua perusahaan itu pun sudah sah menjadi rekan bisnis, dan mereka sering mengadakan pertemuan Dion pun yang lama kelamaan merasa nyaman. ditambah sikap istrinya yang sudah tidak lagi peduli dengannya, sementara ada wanita lain yang peduli dan perhatian.


Livy yang selalu bertanya pada Merry kenapa ayah dan ibunya sekarang jarang ada dirumah. namun merry menjawab dengan positif supaya Livy tidak menangis.

__ADS_1


"bi... kenapa ayah dan bunda jarang pulang kerumah... apa kita sudah tidak disayang lagi" Livy


"bukan seperti itu sayang... ayah dan bunda pergi bekerja... buat kebutuhan kita... buat biaya sekolah Livy juga." Merry


"kalau begitu Livy Tidak perlu sekolah... biar ayah dan bunda tidak pergi bekerja lagi. biar kita bisa main sama lagi" Livy


"kamu pikir itu gampang... mau makan apa kamu kalau ayah dan bunda tidak bekerja. mau makan batu" Selena yang baru pulang dan mendengar pembicaraan mereka.


"jangan aneh aneh kami ya... belajar yang baik... lagian anak kecil tau apa..." Selena


"sudah Nyonya... jangan dibentak lagi... kasian non Livy" Merry


"sudah kamu urus saja anak itu... ajari yang baik baik" Selena


"baik Nyonya... sayang kita ke kamar aja yuu" merry


"ya ampun... Nyonya sekarang kok jadi galak ya... suka marah marah gak jelas... kenapa ya... kasihan non Livy" batin Merry


"kan masih kecil ya wajar jika pemikirannya seperti itu.." batin Merry


"sayang... kamu tunggu disini ya... bi mau buatin susu dulu." merry

__ADS_1


Livy pun menangis karena dibentak oleh ibunya.


__ADS_2