
siang itu Anna pamit pada kepala pelayan untuk keluar, namun kepala pelayan melarangnya karena berita saat ini.
"sebentar saja bi... please..." Anna
"Nyonya..." kepala pelayan
"aku tidak lama kok please bi... hanya ingin bertemu sahabat ku saja." Anna
karena bujukan Anna yang tidak henti hentinya kepala pelayan pun mengijinkan nya, dengan kesepakatan hanya dua jam saja.
"baiklah... bi terimakasih..." Anna bersikap seolah mereka bukan antara bos dan pekerja. hal itu membuat banyak pelayan disana menyukainya.
Ziva yang melihatnya sedikit menaikkan sudut bibirnya karena terpikirkan sesuatu yang akan membuat Anna sedih.
"pergilah... dan begitu pulang aku akan menyiapkan hadiah untuk mu..." batin Ziva
begitu Anna keluar ternyata Cindy sudah ada didepan menunggu Anna, lalu mereka pergi kesuatu tempat dimana tidak terlalu banyak pengunjung.
"wahhh.... aura bumil yang satu ini sungguh luar biasa... semakin cantik saja..." Cindy
"ckk aku hanya kecewa saja... kenapa tidak memberi tahuku sejak awal... kamu bener bener keterlaluan ya..." Cindy
"sudahlah... sekarang kan sudah tau..." Anna
"plak..." Cindy memukul lengan Anna
"aww... Cindy..." Anna
hal itu membuat orang disamping yang juga sedang berbincang bincang menoleh kearah mereka.
"maaf... maaf... sudah mengganggu kenyamanan kalian." Anna
"ckk apaansih... gak perlu minta maaf gitu juga.." Cindy
hari itu Anna tertawa lepas karena Cindy selalu bergurau, bahkan sampai tidak ingat kesepakatan nya dengan kepala pelayan. kepala pelayan juga yang sudah melihat waktu lebih dari dua jam langsung menghubungi Anna.
"baiklah baiklah... aku akan pulang sekarang bi." Anna
"baik Nyonya akan saya tunggu sepuluh menit lagi." kepala pelayan
"emm..." Anna memutuskan panggilan
"wahhh... seorang istri Tuan muda ternyata tidak seenak yang aku bayangkan... bahkan untuk keluar saja sudah dikhawatirkan... sahabatku ini sangat beruntung... aku sangat senang mendengar nya... ternyata mereka memperdulikan mu..." Cindy
"ayooo... aku sudah ditunggu.." Anna
"sabar dulu.. biar aku bayarin... nih kuncinya kamu duluan saja kemobil." cindy
Anna merasa bersalah kepada cindy karena tidak menceritakan kebenarannya, jika dirinya bukanlah menantu yang dikhawatirkan dan bukan istri yang disayangi oleh suaminya. namun Anna sudah tidak tau lagi ingin menceritakan nya dari mana.
__ADS_1
"cinnn.... maafkan aku..." batin Anna
"biarkan waktu yang akan memberitakan padamu" batin Anna
"kenapa??? aku tidak mendengar nya suaramu kekecilan." Cindy
"emmm (terkejut) tidak... aku tidak bicara apa apa..." Anna
"ohh.... tapi aku seperti mendengar mu bicara tadi..." Cindy
"tidak kok... " Anna
sebelum Anna keluar dari mobil ntah kenapa Cindy begitu mengasihani Anna, bahkan Cindy pun berbicara tanpa memikirkan nya.
"Anna... jika terjadi sesuatu segera hubungi aku... aku akan selalu ada disamping mu." Cindy
"??" Anna kebingungan.
"sudah masuklah... " Cindy
"sampai bertemu lagi... kamu hati hati" Anna
setelah sekian menit Cindy pun sudah mengantarkan Anna, melihat Anna sudah masuk Cindy pun akhirnya pergi juga namun ntah kenapa Cindy merasakan ada sesuatu yang Anna sembunyikan.
"semoga saja dia baik baik saja... aku tau pasti ada sesuatu yang tidak bisa dia ceritakan." Cindy
Cindy pernah mencoba mencari tau tentang kehidupan Anna selama tinggal disana, namun keketatan dan keamanan didalam mansion itu sangat ketat dan tidak ada yang membocorkan apapun yang terjadi.
hari itu panasnya sangat menyengat jika seorang petani menyemprotkan rumput liar dengan obat racun maka rumput ataupun tumbuhan yang terkena semprotan ini akan segera melayu.
begitu Anna hendak ke kamarnya dan tak merasa ada sesuatu yang mencurigakan, namun saat hendak membuka kamar Anna merasa bunga bunganya pada berlayuan. Anna langsung berbalik badan dan melihat bunga bunga juga tanaman yang lainya sudah tak segar segar lagi.
"ini... bagaimana bisa seperti ini." Anna mendekati bunga bunga itu.
"inii... " Anna mencium aroma obat racun
"siapa pelakunya..." batin Anna
"Ziva...." seperti ada bisikan dari tumbuhan itu
"Ziva... tapi kenapa??? kenapa dia melakukan ini." tanya Anna sendirinya
"bi.... bi....." Anna memanggil kan pelayan
"iya Nyonya..." kepala pelayan dengan sigap menghampiri Anna
"itu... (menunjukkan kearah taman) siapa yang melakukan nya..." Anna
"ada Nyonya... kenapa... apa ada masalah " kepala pelayan belum menyadari jika tanaman itu sudah layu semua
__ADS_1
Anna hampir terjatuh karena lemas ada orang yang menyakiti tanamannya dan langsung ditangkap oleh kepala pelayan.
"tanaman dan bunga bungaku... semuanya layu.." ucap Anna
kepala pelayan pun yang melihatnya dan memperhatikan dengan seksama kini kepala pelayan menyadari jika tanaman itu hendak mati semua.
"kita kekamar dulu Nyonya... sudah tenang dulu... ayo" kepala pelayan menuntun Anna masuk
"kenapa dia melakukan nya..." Anna
"aku akan mencari pelakunya Nyonya... Nyonya istirahat saja" kepala pelayan hendak keluar kamar
"ehhh... kenapa ini... aku tadi menyiram nya dengan baik tapi kenapa layu..." ucap Ziva yang sudah melihat Anna kehilangan semangat
"kamu... aku sudah duga itu ulahmu..." Anna
"kenapa?? aku hanya menyiramnya dengan baik saja tadi... aku hanya berniat membantumu mengurus tanaman mu saja... kasihan sedang hamil..." Ziva
"Nyonya... kamu keterlaluan..." pertama kalinya kepala pelayan marah pada majikan.
"kamu sedang memarahi ku... kamu tak sadar diri... aku itu majikan kamu..." Ziva
"kamu bukan majikan ku... kamu selingkuhan majikan ku." kepala pelayan
"kamu..." Ziva marah dan tidak menyukai ucapan selingkuhan
"sudah bi... biarkan saja... Ziva... terimakasih ya... jika niatmu baik membantuku... aku sangat senang..." Anna
"aku akan melaporkan nya pada Tuan... Nyonya tenang saja... aku tidak akan membiarkan dia menindasmu..." kepala pelayan
"ohh.... silahkan aku ingin lihat kemampuan mu... pelayan rendahan." Ziva
kepala pelayan yang mendengar itu sangat geram dan ingin segera mengoyakkan mulut Ziva, bahkan Nyonya Edward Tuan Edward tidak pernah mengucapkan kata kata seperti itu padanya.
"lihat saja... " kepala pelayan
"pergi... jangan mengganggu Nyonya Anna disini... kehadiran mu membuatnya jijik." kepala pelayan
"kamu..." Ziva
"lihat saja.. aku akan membuatmu dipecat dan diusir dari sini... berani berani nya kamu menyinggung ku" Ziva pergi dengan rasa amarah di dadanya.
"Nyonya tenang saja..." kepala pelayan
"bi sudah... jangan diperbesar lagi... hanya tanaman saja... kapan pun tanaman itu akan mati juga... dan bisa diganti dengan tanaman yang baru... jadi jangan memperdulikan nya..." Anna
"tapi Nyonya... dia sudah keterlaluan..." kepala pelayan
"biarkan saja... nanti juga ada karmannya.." Anna
__ADS_1
"baiklah Nyonya..." kepala pelayan sangat terbaru dengan kelembutan hati Anna
"pantas saja Tuan Edward menjodohkan mu dengan Tuan Adryan... Tuan Edward emang paling jos menilai seseorang." batin kepala pelayan