Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Ziva menduga Anna menggunakan guna guna


__ADS_3

Anna kini mulai menanam kembali bunga bunga dan pepohonannya yang mati, kepala pelayan yang tidak tega ikut membantu nya saat pekerjaan nya sudah selesai.


"bi... maaf merepotkan mu" Anna senang ada yang membantu nya


"bila perlu Nyonya istirahat saja... biar kami yang mengurusnya..." kepala pelayan


Anna hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala, pelayan yang lainnya yang melihat jika atasan mereka (kepala pelayan) tengah mencabuti tanaman yang mati lalu mereka ikut membantu juga.


"apa kalian sudah selesai bekerja..." tanya Anna


"sudah Nyonya..." jawab mereka


"aku jadi merepotkan kalian... seharusnya ini jam istirahat kalian." Anna


"tidak Nyonya... ini juga bagian dari pekerjaan kami.." kepala pelayan


Anna pun terdiam mendengar nya.


Anna yang melihat mereka begitu semangat mencabuti tanaman yang mati itu, Anna lalu pergi ke dapur untuk membuatkan mereka sesuatau. mereka tidak menyadari jika Anna pergi kedapur, Anna mulai membuatkan makanan dan minuman yang simpel saja untuk mereka.


siang itu Adryan yang sengaja pulang ke mansion dan mendengar ada seseorang didapur namun Adryan mengira jika itu salah seorang pelayan.


"buatkan kopi ya.." Adryan sedang menuangkan air putih digelasnya tanpa melihat siapa yang iya suruh.


"baiklah..." Anna menurut saja pikirnya emang Adryan sedang menyuruh nya.


Adryan yang merasa suara itu tidak seperti suara pelayan dirumahnya, lalu melihat kearah Anna yang sedang memasak.


"kamu... kenapa disini." tanya Adryan


"memangnya kenapa??? apa aku tidak boleh masuk kedapur" Anna


"bukan begitu... kemana perginya para pelayan." Adryan


"mereka sedang sibuk membantu ku... jadi aku buatkan mereka minuman juga sedikit cemilan." Anna


lalu Adryan mendengar suara suara yang berasal dari belakang dan langsung melihatnya. Adryan melihat para pelayan itu sedang mencabuti tanaman yang keliatan sudah layu, Adryan lalu mendekati para pelayan itu dan bertanya karena penasaran.


"ada apa dengan tanaman itu... kenapa semuanya layu." tanya Adryan


pelayan itu pada diam tidak berani menjawab pertanyaan Adryan.

__ADS_1


"kenapa diam saja... kepala pelayan... ada apa ini... tidak mungkin semua tanaman ini bisa mati bersamaan." Adryan


"apakah ini ulah Ziva... siapa lagi yang berani melakukan ini jika bukan Ziva" batin Adryan


"kalian minum dulu... ini ada minuman segar" Anna membawa banyak di keranjang makanan.


"Nyonya... kenapa?" kepala pelayan hendak bicara sesuatu tapi Anna langsung memotong nya


"sudah tidak apa apa... nihh kalian istirahat dulu..." Anna


Anna lalu pergi kedapur lagi.


"lakukanlah seperti apa yang dia katakan... istirahat dulu" Adryan


"ini kopimu...." Anna menyodorkan kopi pada Adryan


"nyonya kenapa melakukannya sendirian.... kenapa tidak memanggil salah satu dari kami..." kepala pelayan


"tidak apa apa bi... aku bisa melakukannya sendirian..." Anna


Adryan yang merasa tidak enakan karena disana hanya ada wanita saja, dan meninggalkan mereka dengan membawa kopinya sendirian.


"emm.. enak sekali nyonya..." pelayan 1


"suhsss.... jaga bicara kalian... sejak kapan kita di perbolehkan bicara sesantai itu dengan majikan." kepala pelayan


"emm.. bi... jangan seperti itu... aku lebih suka kalian menganggap ku seperti teman sendiri... jangan terlalu baku... jangan dimarahi..." Anna


"Nyonya... itu sungguh tidak pantas..." pelayan lainnya


"apanya yang tidak pantas???" Anna


"menganggap Nyonya seperti teman sendiri... kami tidak layak." pelayan


"siapa yang bilang itu... kalian layak kok berteman dengan siapa saja. kita masih sama sama manusia bahkan tinggal satu atap... kenapa tidak kita bisa kita menjalin pertemanan." Anna


"Nyonya..." kepala pelayan


"sudah... pokoknya kalian jangan terlalu baku denganku... tos dulu..." Anna


mereka awalnya diam saja dan masih tidak berani membalas tos dari Anna. tapi salah seorang pelayan itu membalasnya dan dilanjutkan dengan yang lainnya.

__ADS_1


Ziva yang diam diam melihat mereka begitu sangat menikmati siang dengan bersama Anna, semakin membuat Ziva berfikiran kotor.


"hemhh... pasti sengaja mencari pergaulan dengan para pelayan itu... ckkk" batin Ziva


"tapi kalau dipikir pikir mereka berteman juga bagus... siapa tau dia bisa menjadi seperti mereka... hahaha... " Ziva


"Anna... Anna.... ingin mencoba mencari sekutu yaa.. ok mari kita lihat..." Ziva


"sedang apa kamu..." Adryan memergoki Ziva


"baby... ya ampun kamu mengejutkan ku..." Ziva


"kenapa kamu melakukan nya" tanya Adryan.


"apa... emangnya aku melakukan apa??" Ziva


"aku tau kamu yang sudah melakukannya... tapi kenapa... bahkan tumbuhan saja yang tidak tau apa apa kamu tega membunuh nya." Adryan


Ziva mengepalkan dengan kuat tangannya menahan emosi.


"pasti mereka mengadukan nya" batin Ziva


"baby... kamu marah... iya itu memang aku yang melakukannya... tapi itu kan hanya tanaman saja... tapi kamu semarah itu padaku" Ziva memasang muka kasiannya


"aku melakukan nya juga supaya memberi Anna pelajaran... supaya tidak mengganggu dan mendekati mu lagi..." Ziva


"dia bukan seperti itu... dia tidak pernah mengganggu ku... kamu jangan berfikiran kotor padanya..." Adryan


"kamu membelanya... kamu seolah olah tau sifat dan karakter Anna... apa jangan jangan kamu sudah." Ziva


"kamu jangan terlalu berlebihan... aku melakukan itu karena dia sedang mengandung anakku." Adryan


"lalu aku.. aku sudah melahirkan anakmu... setiap kali kita bertengkar pasti karenanya... dan kamu pasti memihaknya dan membelanya... kamu keterlaluan Ryan..." Ziva meninggalkan Adryan.


"Ziva... " Adryan ingin menghentikan langkah Ziva namun tidak berhasil.


Adryan lalu pergi ketempat nya semula duduk santai namun pikiran nya sedang kacau, semakin hari dirinya selalu bertengkar dengan Ziva. jika melihat Anna Adryan akan merasa jika dirinya sedang melihat cinta masa kecilnya dulu Livy. sehingga saat bertengkar dengan Ziva tanpa sengaja Adryan berusaha membela dan melindungi Anna.


"sialan.... sepertinya wanita itu menggunakan pelet atau guna guna... Adryan yang begitu tidak mencintai nya kini berhasil dibuatnya luluh dan selalu membelanya... sekarang para pelayan sedang berusaha dia guna guna supaya bisa tunduk padanya... wanita itu ternyata sangat berbahaya..." Ziva


"lihat saja... mereka mungkin bisa kamu guna guna... dan aku akan menemukan buktinya... dasar wanita iblis.." Ziva

__ADS_1


Adryan sudah mengancam para netizen dan para wartawan juga media sosial lainya yang menyebar luaskan beritanya dengan Anna. jika Adryan melakukan klarifikasi dan mengatakan jika Anna bukan istrinya maka pengacara Tuan Edward tidak akan diam saja. karena sebelum meninggal nya Tuan Edward pengacara itu diberikan amanah untuk memperhatikan Anna.


sehingga dengan cara aman Adryan mengancam untuk tidak menyebar luaskan berita itu.


__ADS_2