Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
masa lalu


__ADS_3

saat sudah seminggu pernikahan Anna dan Adryan namun Adryan memilih untuk tidak satu kamar dulu. dan itu membuat Tuan Edward marah sehingga perdebatan pun terjadi.


"ini sudah tepat seminggu kalian menikah.. kamu bilang hanya beberapa waktu saja" Tuan Edward


"sayang... mungkin anak kita masih belum bisa berbagi tempat tidur dengan orang lain." Nyonya Edward mencoba membela anaknya


"kata siapa Anna orang lain. itu istrinya dan sudah seharusnya mereka berbagi tempat tidur." Tuan Edward


"ayahh.." Anna mencoba mengelak juga


"sudah... pokoknya malam ini Anna harus pindah ke kamar mu" ucap Tuan Edward


semua pun tak bisa berkata kata lagi, Adryan keluar dengan perasaan yang sangat marah. dan pada pelayan pun sudah membereskan dan memindahkan barang barang Anna ke kamar Adryan sesuai perintah Tuan Edward.


saat itu Anna pun pergi ke taman belakang karna tidak tau harus melakukan apa. Anna tidak di perbolekan untuk mengerjakan apapun dan Anna mencoba santai dan menikmati kesegaran disana.


saat Anna mencoba memejamkan matanya untuk merilekskan sejenak tiba-tiba ada yang berbicara.


"apa kamu puas... sejak kedatangan mu kesini ayah dan kakak menjadi berdebat selalu. dan itu karna kamu." ucap Liora


"siapa kamu sebenarnya. kenapa ayah begitu membelamu dan sangat mementingkan kamu dari pada kami." lanjutnya


"aku sungguh tidak ingin membenci siapa pun. tapi kamu... kamu datang dan membuat suasana rumah ini menjadi berantakan." Liora


"apa kamu pikir kakak ku kau menikah dengan mu karena dia menyukaimu. tidak... kakak ku di ancam jika tidak mau menikah denganmu maka semua aset yabg ada akan di sumbangkan ke panti asuhan." Liora


"sedangkan kamu.. aku rasa kamu juga tidak mencintai kakak ku. tapi kenapa kamu masih mau menikah dengan seorang pria yang tidak kamu cintai dan bahkan dia juga tidak mencintaimu." Liora.


"aku tidak tau apa yang sedang kamu pikirkan sekarang." Liora


"aku..." Anna mencoba bicara namun dipotong oleh Liora


"sudah... aku hanya ingin menyampaikan isi pikiran ku saja. aku tidak butuh jawaban mu" ucap Liora lalu pergi meninggalkan anna


"kamu bertanya padaku. tapi kamu tidak mengijinkan aku untuk menjawabnya." ucap Anna


Liora pun berhenti saat mendengar ucapan Anna, dan hanya menoleh sekilas dan meninggalkan Anna. Anna pun melihat kepergian Liora sampai Anna tak lagi melihat sosok Liora dari pandangnya. Anna pun meneteskan air matanya.

__ADS_1


"kenapa sihhh... aishhh..." ucap Anna kesal pada dirinya sendiri kenapa mudah menangis.


malamnya pun tiba, semua sudah berkumpul untuk makan malam. namun adryan masih belum pulang sejak pagi tadi pagi berangkat kerja. semua makan dengan tanpa ada yang berbicara satu orang pun.


"sayang... kenapa akhir akhir ini porsi makan mu berkurang." ucap Nyonya Edward yang memperhatikan belakangan ini piring suaminya banyak tersisa.


Anna pun yang mendengar itu langsung melihat kearah Tuan Edward.


"aku juga tidak tau.. mungkin aku hanya bosan saja dengan hidangan nya" Tuan Edward.


"kan kamu bisa tinggal bilang sayang. kepala pelayan..." Nyonya Edward


"siap Nyonya" kepala pelayan


"mulai besok menu nya tolong di ganti ya... lihat Tuan jadi tidak selera makan." Nyonya Edward


"baik nyonyaa." ucap kepala pelayan lalu pergi meninggalkan mereka.


"lihatlah... berat badan mu juga berkurang... kamu harus tetap jaga kesehatan sayang... bukankah kamu ingin melihat cucu mu lahir" ucap Nyonya Edward mencoba merayu suaminya


"hemmm.." Tuan Edward


"lihatlah anak nakal itu... jam segini masih belum pulang." Tuan Edward


"sayang... mungkin dia masih banyak pekerjaan.." Nyonya Edward


"pekerjaan apa??? kamu selalu saja membelanya. lihat jadinya seperti ini." Tuan Edward


Anna hanya diam saja tidak tau harus berkata apa.


"sudahh.. memikirkan anak itu kepala ku semakin sakit... aku ingin istirahat saja." ucap Tuan Edward yang bangkit dan langsung pergi.


"sini aku bantu sayang" ucap nyonya Edward memapah suaminya.


setibanya mereka dikamar, Tuan Edward tidak ingin langsung tidur. seperti ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan istrinya itu.


"ada sesuatu yang ingin aku bicarakan" ucap Tuan Edward

__ADS_1


"katakan lah sayang... aku juga belum ingin tidur" Nyonya Edward


"kamu masih ingat Selena???" ucap Tuan Edward


"siapa yang kamu maksud.." Nyonya Edward


"Selena.... (mengingat). ya aku ingat sayang.. kenapa dengan selena?? apa kamu tau dia ada dimana?" ucap Nyonya Edward.


"emm.. dan sekarang Putri nya bersama kita" Tuan Edward


"apa maksud mua sayang" ucap Nyonya Edward.


"Anna... Anna menantu kita itu putrinya Selena." ucap Tuan Edward


"kamu sungguh..." Nyonya Edward terkejut mendengar nya.


dulu sejak saat masih muda Selena dan Martha (Nyonya Edward) sahabat sejati dan selalu bersama dalam setiap suka maupun duka. hingga Martha akhirnya bertemu dengan Edward dan mereka menikah. Edward dan Martha mencomlangkan Selena dengan Dion yang juga temannya Edward. mereka sangat bahagia hingga Martha dan Edward mengalami keterpurukan karena usahanya yang mengalami kerugian besar. dan Selena dan Dion membantu mereka hingga perusahaan Edward membaik lagi.


namun kebahagiaan keluarga Selena dan Dion hanya bertahan selama 10 tahun saja. Martha mendengar kabar Selena dan suaminya berpisah dan saat Martha dan Edward hendak menghampiri sahabat nya itu namun sudah terlambat. Selena sudah pergi terlebih dahulu dan tidak memberinya kabar sama sekali. dan Dion juga sudah pergi ke luar negeri .


Martha terkejut mendengar bahwa Anna itu anaknya sahabatnya, dan sekaligus senang juga bahwa Anna itu ada di dekatnya. dulu juga Anna sangat begitu dekat dengannya bahkan Anna kerap kali menangis setiap Martha dan Edward hendak pulang dari rumah mereka.


"jangan pergi... Ivy gak mau di tinggal" ucap Anna waktu kecil.


"sayang... paman dan bibi mu harus pulang..." ucap Selena


"engak mauuu... kalau begitu Ivy ikut aja.. ivy ikut..." rengek Anna


"nak... dengar nanti jika kamu sudah dewasa kamu akan menjadi menantuku. kamu akan tinggal selamanya dengan kami.." Martha


"bibi selius... Ivy akan tinggal dengan kalian selamanya." Anna


"paman dan bibi janji... tapi kamu juga jika sudah dewasa nanti jangan mau dengan pria mana pun... kamu harus jadi menantu kami." Marta.


"emmm... Ivy janji..." Anna


kenangan itu pun terlintas lagi dalam pikiran Martha, Martha tak menyangka jika ucapan mereka itu sungguh akan terjadi.

__ADS_1


"bagaimana kamu bisa berte... sayang... aishhh... aku masih belum selesai bicara sudah tidur." Nyonya Edward masih ingin bertanya banyak namun Tuan Edward sudah tertidur pulas.


__ADS_2