Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Anna dibebaskan


__ADS_3

pagi pagi sekali sekitar pukul 08.00 Nyonya Edward datang ke penjara untuk menarik kembali tuntutan mereka mengenai Anna. hal itu pun membuat Anna bingung juga pada polisi.


"tapi kenapa Nyonya... bukankah hasil otopsinya belum keluar." ucap salah satu polisi.


"tidak masalah... keluarga mungkin ini bukan sebuah pembunuhan... kami hanya salah paham." ucap Nyonya Edward


"baiklah Nyonya... kami akan mengeluarkan nya sekarang." polisi itu pun langsung bergegas ke sel Anna.


"Nona... kamu di bebaskan." ucap polisi


"apa...?? apa hasil otopsinya sudah keluar." ucap Anna terkejut.


"tidak... hanya saja keluarga Edward mengasihani mu... dan membebaskan mu" ucap polisi itu.


"sudah... temui saja Nyonya Edward sudah menunggu." lanjut polisi itu.


"bunda... bunda datang dan membebaskan ku." batin Anna sambil berjalan menghampiri Nyonya Edward.


begitu Anna sampai dan melihat Nyonya Edward dan hendak menyapa namun Anna diabaikan.


"buruan pulang... aku masih banyak urusan" ucap Nyonya Edward yang langsung berbalik dan pergi begitu melihat Anna.


"baiklah.." ucap Anna dengan sangat tak berdaya. tadi Anna berfikir jika mertuanya itu sudah mengetahui kebenaran dan kembali seperti semula dimana Nyonya Edward yang sayang padanya.


ditempat lain yang saat ini di gedung utama perusahaan Edward tengah mengadakan rapat tentang mengenai ahli waris yang akan memimpin perusahaan Edward. Adryan yang sudah bersiap siap untuk menduduki sebagai pemimpin tanpa persetujuan dari pengacara pribadi Tuan Edward itu. tidak berfikir jika pengacara itu juga akan hadir disana, Adryan berfikir jika para pemegang saham dan pada petinggi yang ikut bergabung dengan perusahaan akan memutuskan dan mensahkan Adryan sebagai pemimpin.


namun itu hanya khayalan Adryan, ternyata pengacara Tuan Edward itu datang saat acara rapat itu sudah setengah perjalanan. hal itu membuat Adryan sangat ingin marah namun dirinya masih bisa menahan.


"maaf saya terlambat, tadi ada sedikit urusan yang tak beloh dihindari." ucap pengacara Tuan Edward itu.


"baik.. silahkan lanjutkan" lanjutnya lagi.

__ADS_1


semua para anggota perusahaan itu kini sudah menunggu keputusan dari sang pengacara. Adryan kini pun tambah kebingungan ternyata sama saja jika semuanya menunggu keputusan dari pengacara Tuan Edward.


"apa ada sesuatu yang aku tidak ketahui" batin Adryan yang kebingungan


"baiklah... akan saya mulai. setelah rapat pertemuan terakhir kalinya bersama dengan Tuan Edward. Tuan langsung meminta saya menuliskan ahli waris yang akan memimpin perusahaan Edward ini. namun sebelum itu ada informasi yang harus aku sampaikan kepada kita semua. jika Tuan Adryan hanya memimpin sementara waktu sampai ahli penerus dari Nyonya Anna lahir." ucap pengacara itu.


Adryan pun kini sudah sangat tegang.


"apa apan ini..." ucap Adryan mencoba menghentikan pembicaraan dari pengacara itu.


"maaf Tuan mohon didengarkan sampai habis." ucap pengacara itu.


semua orang pun kebingungan dengan apa yang pengacara itu katakan. pemimpin sementara??? ahli penerus lahir??? nyonya Anna??? semua bertanya tanya namun mereka akan mendengar nya sampai selesai baru memulai sesi pertanyaan.


"Nyonya Anna itu ialah istri dari Tuan Adryan. mereka sudah menikah di tanggal 25 Mei. tepat dua bulan lalau dan hanya mengadakan pemberkatan dan dihadiri oleh keluarga besar saja." ucap pengacara itu supaya semua anggota mengetahui nya lalu pengacara itupun menampilkan slide tentang pernikahan itu.


"wah.... kenapa Tuan Edward tidak mengundang kita.. kita juga keluarga nya." ucap salah satu anggota itu.


Adryan pun kini tak bisa lagi menghindar dari kenyataan yang ada. Adryan sudah sangat ingin pergi meninggalkan ruangan itu, namun dirinya tahan supaya terlihat wibawa didepan para kolega itu.


"wah... selamat ya Tuan... aku tak menyangka ternyata istrinya sangat cantik" ucap salah seorang.


"benar... aku juga berfikir seperti itu... selamat ya Tuan... semoga di beri momong secepatnya.." ucap yang lainnya.


"jadi sekiranya kita semua sudah mengetahui ini. Tuan berpesan pada ku untuk tidak menutupi ini dari kita. tapi jangan sampai orang luar mengetahui nya supaya tidak terjadi kehebohan." ucap pengacara.


"yaa itu bagus... sebaiknya hanya kita saja yang mengetahui nya.." ucap yang lain. dan yang lain pun setuju tentang hal itu.


saat itu Jho yang tengah memasuki penjara untuk mengunjungi Anna namun belum tau jika Anna sudah keluar.


"maaf Tuan Nona Anna sudah bebas, dan sejam yang lalu Nyonya Edward membawanya pergi." ucap polisi itu

__ADS_1


"dibebaskan?? baiklah... terimakasih" ucap Jho lalu pergi meninggalkan penjara.


"sungguh aku bingung... tidak mungkin kan.. Anna itu hanya seorang pelayan tapi dekat dengan seorang Tuan Jho." ucap salah satu polisi itu membuka gosip.


"benar juga... dan aku melihat ya.. dari tatapan Tuan Jho itu seperti menyayangi nona Anna. tatapan itu tatapan rasa sayang." polisi 2


"iya juga... kok aku tidak pernah berfikir kesana ya..." polisi 3


"jika aku jadi Anna.. aku lebih memilih Tuan Jho dijadikan simpanan nya juga gak papa dari pada jadi pembantu." ucap polisi 1


"hahaha.... iya juga ya... ehh tapi tidak mungkin kan Anna juga hanya seorang pelayan kelihatan nya tidak seperti pelayan." polisi 2


"sudahlah... lupakan saja itu.. sekarang dia juga sudah bebas.. jadi kita tidak ada urusannya lagi." polisi 3


"iya tapi... jika ada dia mata ku sedikit lebih segar... ada yang mencuci nya. hahaha...." polisi 2


Adryan yang kini sudah kembali ke mansion lebih awal dengan amarah yang sudah dia tahan tahan sejak pagi. kini dia luapkan dikamarnya dengan melakukan olahraga berat.


"sial..... bagaimana bisa pengacara sialan itu membocorkan semua nya..."


"bahkan kini aku harus menyembunyikan Ziva sebagai kekasihku... huaaa..." teriaknya


"dia hidup aku tidak bebas melakukan apa pun... bahkan sekarang dia sudah Mati pun aku juga tetap tidak bisa melakukan kemauan ku... sialan..." Adryan menyumpahi ayahnya yang sudah tiada itu.


"itu semua karena wanita sialan itu... hidupku berubah 180 derajat sejak kehadiran nya... huaaa....." adryan semakin marah.


sedangkan Anna yang memilih untuk berdiam diri dikamar tidak berani untuk keluar.


"astaga... kedepannya ada apa lagi.... aku bingung" ucap Anna


kemudian Anna terfikif dengan Merry bagaimana kondisi istri kedua Tuan Edward itu. namun panggilan itu sama sekali tidak ada jawaban dari Merry.

__ADS_1


__ADS_2