
malam itu Ziva di undang ke mansion Edward untuk makan malam sekaligus mengucapkan selamat atas kehamilan nya. mereka semua menikmati perjamuan malam itu, sedangkan Anna hanya berdiam diri saja dikamar sambil menahan laparnya.
"bunda... sepertinya kita kekurangan anggota keluarga." ucap Ziva yang melihat Anna tidak ada disana.
"sayang... siapa yang sedang kamu bicarakan... anggota keluarga semuanya sudah disini." nyonya Edward
Adryan pun baru menyadari ternyata Anna tidak ada disana, tapi Adryan berfikir pasti ibunya sengaja menyuruh untuk tidak keluar kamar karena ada Ziva.
"gimana sayang rasanya?" tanya Nyonya Edward
"bunda ini sangat lezat... aku menyukainya." Ziva
"wah... benarkah ini bunda sendiri yang memasaknya untuk calon cucuku." Nyonya Edward
"uhukk... uhuk.....uhuk...." Liora tiba tiba keselek mendengar ibunya menyebut cucu.
"Liora... kamu pelan pelan sayang..." Nyonya Edward
"apa yang barusan bunda katakan, siapa calon cucu bunda." tanya Liora kebingungan
"ahh,... bunda lupa memberi tahumu... kalau Ziva sedang mengandung... anak dari kakakmu.. " terang Nyonya Edward
"hamil..." batin Liora.
"wah... selamat ya kak... kak Adryan wahhh sebentar lagi bakalan jadi ayah... aku juga bakalan punya ponakan..." ucap Liora dengan wajah gembira namun dilubuk hatinya Liora sedang mencurigai Ziva setelah kejadian kemarin malam itu.
"apakah itu benar anaknya kak adryan" batin Liora diam diam memperhatikan Ziva lalu sesekali melirik ke arah kakak nya.
setelah mereka menikmati perjamuan itu dan mereka memilih bersantai diruangan keluarga. Inez diam diam meminta pelayan untuk membawakan makanan kepada Anna
"bi... bisakah kamu membantu ku..." ucap Inez
"bisa non... katakan saja..." pelayan
"itu tolong bawakan untuk kak Anna, dia pasti sudah kelaparan." ucap Inez.
"tapi aku tidak berani non... takut jika Nyonya besar tau dan marah aku bisa di pecat." ucap pelayan itu.
"ya sudah... biar aku saja yang membawanya... bisakah kamu menyusun makanan nya." Inez
"baik non... akan aku susun." ucap pelayan itu lalu menyusun makana itu didalam wadah untuk Inez bawakan.
__ADS_1
"Inez... apa kamu tidak takut jika bunda mengetahuinya... kamu bisa dihukum nanti." ucap Viana mencoba mengingatkan saudara nya
"stt... makanya diam supaya bunda tidak tau... kak Anna kasihan sejak siang tadi dia belum memakan apa pun." Inez
"ya sudah terserah kamu saja... aku tidak ikutan." ucap Viana lalu pergi kekamar.
Inez dan Viana adalah anak dari Tuan Edward hasil dari perselingkuhan. Viana adalah anak dari seorang pelayan di dirumah Edward itu, saat mengetahui jika seorang pelayan hamil dan saat itu semua orang terkejut jika anak itu adalah anak dari Tuan Edward. dan Tuan Edward bertanggung jawab atas Viana namun ibunya harus pergi dari kota itu dan jangan pernah kembali lagi.
sedangkan Inez adalah anak dari seorang wanita malam yang tidak sengaja Tuan Edward cocok tanamkan di rahim wanita malam itu. dan wanita itu sengaja tidak menggugurkan anak itu untuk memanfaatkan keadaan. namun tak disakangka setelah wanita itu melahirkan dan membawanya ke mansion Edward. Tuan Edward juga bertanggung jawab atas Inez juga memberinya uang bulanan supaya berita itu tidak menyebar. namun sesuatu terjadi pada wanita itu dan meninggal.
Nyonya Edward dan Liora selalu menganggap mereka tidak ada, dan tidak menganggap mereka bagian dari anggota keluarga Edward. namun berbeda dengan Adryan yang menganggap mereka seperti adik kandung nya sendiri.
"tok...tok...tok..." inez mengetuk pintu kamar Anna
"kak... ini Inez." Inez
"Inez... ada apa sayang... apa kamu ada tugas lagi." tanya Anna setelah membuka pintu tanpa melihat Inez membawa sesuatu.
"hah?? kamu sedang membawa apa?" tanya Anna
"ini makan malam kakak... aku membawakan nya." Inez
"astaga... kamu... kamu pengertian sekali... aku sudah sangat lapar" ucap Anna
"terimakasih Inez... hatimu sungguh mulia." ucap Anna
Anna kini sedang menikmati makanan itu.
"emmm... sangat enak tidak seperti biasanya." ucap Anna
"iya kak... itu makanan perjamuan atas kehamilan kak Ziva." Inez
"emm... ternyata seperti itu... " Anna
"apa kakak tidak bersedih.." Inez
"atas apa??? kakak baik baik saja." Anna
"kak Ziva mengandung anak kak Adryan. sementara kak Adryan suami nya kak Anna." Inez
"eh... bagaimana bisa kamu berfikir seperti itu... dengar... ini masalah orang dewasa kamu jangan terlalu ikut campur." Anna
__ADS_1
"dan kakak tau... kamu simpati sama kakak... tapi kakak baik baik saja.... lagian mereka itu saling mencintai." ucap Anna
"tapi kak..." Inez
"sudah ini kamu bantuin kakak habisin nya." ucap Anna sambil menyuapi Inez sesuatu.
"hehe..." Anna tertawa kecil.
"kenapa kakak tidak pergi saja dari sini... kakak pasti akan lebih bahagia." Inez
"hei... dengar.... kakak baik baik saja.... ada waktu nya kakak akan pergi.." Anna
"tapi jangan lupain Inez kak." Inez
"pasti..." Anna
Inez sangat menyukai Anna karena sangat penyayang, juga Inez merasakan kenyamanan saat bersama Anna membuat Inez selalu ingin menempel pada Anna.
"bunda... ini sudah larut malam... aku mengantarkan Ziva dulu." ucap Adryan
"ehh... secepat ini.... bunda masih asik ngobrol dengan Ziva kamu mengganggu saja." Nyonya Edward
"lagian kenapa harus pulang... dia bisa menginap disini. " Nyonya Edward.
"bun... " Adryan
"maaf bunda... mungkin aku menginap nya di malam malam berikutnya saja." Ziva
"kenapa sayang..." Nyonya Edward
"bunda..." Adryan
"sebenarnya aku masih bingung... harus bagaimana.... kedua orangtua ku belum mengetahui kehamilan ku... dan aku tidak tau harus menjelaskan mereka bagaimana." ucap Ziva
"dengar sayang.... kita bisa menyembunyikan kehamilan kamu... bunda dan Ryan sudah membuat rencana jika nanti setelah melahirkan Anna dan Ryan akan bercerai. tapi status anak ini nanti bukan anak kamu. melainkan anak Anna, supaya anak kamu yang jadi penerus perusahaan ini." jelas Nyonya Edward.
"itu berarti aku tidak boleh keluar ya... supaya orang tidak mengetahui dan mencurigainya." ucap Ziva.
"Ziv... aku harap kamu mengerti... tapi hanya ini jalan satu satunya... hanya beberapa bulan saja. setelah itu kita bisa kembali bersama. dan kamu akan aku umumkan pada semua jika kita pasangan." Adryan
"baiklah... aku ikut saja... aku percaya kok sama bunda juga sama kamu baby..." ucap Ziva
__ADS_1
malam itu pun Adryan mengantar Ziva pulang, namun Liora masih belum bisa melepaskan pikiran nya dari kejadian malam itu. dimana Ziva bersama dengan Bima di sebuah bar.