
Ziva pulang dengan santai tanpa memikirkan apa yang sudah terjadi dirumah. begitu masuk dan melihat semuanya adem adem saja bahkan melihat anaknya yang tertidur pulas pun merasa tenang.
Adryan yang memaafkan Ziva kali ini karena merasa mungkin Ziva sudah merasa sangat ingin pergi bermain. setelah hampir setahun hanya berdiam dirumah saja, namun hari hari berikutnya Ziva masih tetap meninggalkan anaknya itu. walaupun siangnya tidak keluar namun anaknya tidak diurusnya. dia merasa tenang karena bayinya dijaga oleh para pelayan, padahal jika anaknya rewel para pelayan itu membawanya pada Anna.
sore itu Adryan pulang lebih awal sekitar pukul 15.00 Adryan sudah tiba dimansion, begitu tiba melihat para pelayan yang sibuk dengan pekerjaan mereka. namun ada sesuatu yang membuat Adryan merasa aneh, melihat Anna yang menggendong bayi Ziva.
"Ziva kemana??" tanya Adryan
"Tuan... maaf kami tidak melihat kedatangan Tuan." pelayan 1
"Nyonya Ziva sedang keluar Tuan. katanya Nyonya ada reunian." kepala pelayan yang muak melihat sikap Ziva setelah Nyonya Edward dan Adryan jarang pulang kerumah Ziva seolah pemilik rumah ini bersikap semena mena pada para pelayan.
"sudah berapa lama." Adryan
"sekitar pukul 12.00 Nyonya sudah keluar Tuan" Adryan
"baiklah kalian lanjutkan saja pekerjaan nya' Adryan lalu menghampiri Anna yang sedang menggendong bayi.
"aduhh kaget...." Anna terkejut karena Adryan tiba tiba muncul dihadapannya
"maaf sudah merepotkan mu... tapi kamu seharusnya tidak perlu repot repot menggendong nya.. ingat kamu juga sedang mengandung. takut terjadi sesuatu" Adryan
"ternyata dia masih terduli dengan kandunganku tapi... dia perduli padaku atau pada janinku..." batin Anna
"sini aku bantu kamu pasti sudah lelah..." Adryan
Anna menyerahkan bayi itu pada Adryan namun bayi itu malah terbangun dan menangis lagi.
"owekkk.... owekkk..."
"ehhh.... cup...cup...cup..." Anna mengelus lembut kepala bayi itu.
"bagaimana ini..." Adryan yang merasa sudah membangun kan bayi itu.
"tidak apa apa... tenang aja..." Anna masih tetap mengelus elus bayi itu dengan lembut di gendongan Adryan
bayi itu pun perlahan lahan berhenti menangis namun saat itu Ziva yang baru pulang dan melihat keasikan Anna dan Adryan itu seperti sosok suami istri yang saling mencintai.
"Anna.... mengapa kamu disini dan apa yang kamu lakukan..." Ziva
"jauhkan tangan kotor mu itu dari anakku." Ziva mendorong Anna dan hampir jatuh namun tangan Adryan dengan cepat menangkap Anna dengan satu tangan dan tangannya yang satu menggendong bayi.
"awhhh...." Anna meringis
"berani beraninya kamu menyentuh anakku dengan tangan kotor itu.." Ziva
__ADS_1
"ohhh... begitu caramu berterima kasih pada orang yang sudah merawat anakmu yang rewel sedangkan kamu bersenang senang diluar sana." Adryan
"kamu seharusnya sadar diri... kamu sudah punya anak... jika tidak siap seharusnya kamu membuangnya saat masih janin..." Adryan
"baby... kamu kenapa??? kok sekarang kasar sekali... kan aku hanya ingin bermain bersama teman teman sebentar... mereka penasaran kenapa aku menghilang selama hampir setahun... aku hanya mencoba meyakinkan mereka supaya tidak curiga jika ada terjadi sesuatu. bagaimana kalau mereka cari tau dan aku ketahuan sudah memiliki anak namun masih belum menikah... apa kamu tidak memikirkan perasaan ku... baby... " Ziva
mendengar itu Adryan langsung melemah
"maaf sayang... aku bukan bermaksud kasar... tapi kamu juga harus tau jika anakmu ini masih bayi... dan kamu keluar setiap hari..." Adryan
"iya baby... lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi..." Ziva
"kamu tidak apa apa??" tanya Adryan pada Anna
"emm.. aku tidak apa apa... kalau begitu aku pergi dulu" Anna
"dasar ******.... sekarang kamu mulai menggoda Adryan... hmh... jangan harap kamu bisa merayunya... lihat saja ****** lambat laun aku akan mengusirmu dari sini..." batin Ziva
"baby aku mandi dulu ya... kamu jagain anak kita bentar." Ziva
"baiklah..." Adryan
"pokoknya aku tidak boleh lengah... melihat wanita ****** itu mencoba mendekati Adryan saat aku tidak ada dirumah... mau mencari kesempatan ya... tidak akan aku biarkan." batin Ziva yang sambil mandi
keesokan harinya Ziva sama sekali tidak pergi, namun hatinya merasa tidak senang karena hari ini ada janji dengan teman teman nya. namun Ziva takut jika Adryan tau maka akan marah besar lagi.
"Nyonya... apa Nyonya didalam." kepala pelayan
"masuklah bi..." Anna
"ada apa?" tanya Anna
"hari ini jadwal nya untuk kerumah sakit untuk USG dan pemeriksaan Nyonya." kepala pelayan
"ahh aku hampir lupa... ya sudah aku beres beres dulu ya bi." Anna
"baiklah Nyonya aku tunggu di mobil" kepala pelayan
Anna pun dengan semangat bersiap siap sesekali mengajak janin itu bicara dan mengelus elusnya yang sudah terlihat membulat.
Anna pun sudah selesai dan mereka sudah berangkat kerumah sakit, namun baru saja tiba dan hendak menemui dokter yang akan memeriksa Anna. mereka tak sengaja berpapasan dengan Adryan.
"bi.." Adryan
"Tuan.... ini saya membawa Nyonya untuk pemeriksaan." kepala pelayan
__ADS_1
"baiklah... kalian..." belum selesai Adryan bicara ponselnya kepala pelayan berdering.
"dari siapa?" Adryan
"dari mansion Tuan... sebentar biar aku angkat dulu Tuan." kepala pelayan
"hemm" Adryan
"apa... bagaimana bisa." kepala pelayan terkejut
"baiklah baiklah...." kepala pelayan
"ada apa bi..." Anna penasaran
"Tuan muda menangis dan Nyonya Ziva pergi lagi keluar." kepala pelayan
seketika raut wajah Adryan berubah menjadi masam.
"Nyonya... bisakah pergi sendirian... biar aku melihat Tuan muda." kepala pelayan. karena anaknya Ziva hanya mau berhenti rewel jika bersama Anna dan kepala pelayan.
"baiklah... aku tidak apa pergi sendiri..." Anna
"baiklah aku pulang dulu Nyonya Tuan." kepala pelayan
"aku juga permisi dulu..." Anna berbalik meninggalkan Adryan
Adryan terdiam ditempat melihat Anna dari punggung nya, dengan rambut yang gerai.
"dia... jika diperhatikan mengingat kan ku pada Livy..." batin Adryan yang melihat sosok bayangan Livy pada diri Anna
"disini ruangannya..." ucap Adryan yang menuntun Anna bertemu dokter
"ehh..." batin Anna
"dia menemaniku..." batin Anna
yang awalnya Anna sangat senang Adryan menemani nya kini menjadi masam karena overthinking nya.
"mungkin dia menemani ku karena kasihan aku pergi sendirian..." batin Anna
"mau mendengar suara detak jantung nya..." dokter
"boleh dok... " Anna
Anna yang mendengarnya sangat senang bercampur rasa terharu yang awalnya bayi itu menjadi sumber kelemahan sekarang jadi kekuatan bagi Anna.
__ADS_1
Adryan yang mendengarnya langsung tanpa sadar meneteskan air matanya, mungkin merasa terharu atau lainnya.
setelah mereka selesai melakukan USG tanpa mereka sadari ada yang memfoto mereka secara diam diam dan menyebar luaskan berita itu. foto itu seperti sepasang suami istri yang harmonis, dan beritanya itu berjudul "seorang pengusaha yang dikabarkan sudah menikah diam diam dan ketahuan membawa istrinya pemeriksaan. kemungkinan besar istrinya sedang hamil."