Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
kisah romantis


__ADS_3

Selena sudah selesai dirias dan sudah mengganti pakaian nya dengan gaun yang pres body yang sudah disiapkan Jesika.


"wow... beautyful.... kamu bahkan tidak terlihat sudah menikah... pantas saja pria itu terpana melihat mu... bodymu masih sangat sempurna... aku iri sekali." Jesika


"jes... apa kamu tidak ada gaun lain lagi... aku sesak nafas... ini terlalu pres sekali." Selena


"sudah... sudah... ini sudah semakin larut... jangan biarkan dia menunggu semakin lama..." Jesika


"jes... ayolah ini salah... aku sudah memiliki suami... bahkan kamu berbohong... demi pertemuan ini" Selena


"heii... ayolah jangan terlalu polos... kita hidup didunia nyata kita wanita realistis... pokoknya kamu jalani dulu malam ini... jika kamu sudah tidak suka lagi kita stop... ok" Jesika


"baiklah... hanya kali ini saja ya." Selena


"emm" mereka pun pergi menuju restoran yang sudah pesankan oleh Vitto


"kok tampak sepi... tidak ada orang" ucap Selena.


"tidak tau... coba lihat lagi... apa mungkin kita salah tempat" Jesika


"tidak... ini restoran nya benar.." Selena


"halo selamat malam nona... silahkan mari ikuti saya..." ucap pelayan restoran itu yang menyambut dengan hormat mereka.


"woo... lihat besty... kita disambut sudah seperti tamu VIP... aku baru merasakan ini untuk pertama kalinya." Jesika


"diamlah jes... kamu tidak tau kalau aku sedang gugup." Selena


"tenang lah sayang... santai saja.... ok aku tinggal sampai disini saja... kamu lanjutkan... semangat semoga berhasil." Jesika berhenti karena tidak mungkin dia mengganggu temanya yang sedang dinner.


"hei nona... kamu temani aku disini saja." ucap seseorang


"dengan senang hati Tuan" Jesika


Vitto juga sengaja mengajak satu teman, karena Selena mengabarinya jika dirinya diantar oleh temanya.


"silahkan masuk nona.." pelayan itu membukakan pintu


"terimakasih.." Selena


"restoran sebesar dan semewah ini kok bisa sepi ya.." batin Selena


"halo nona... selamat datang dan selamat malam." ucap Vitto yang berdiri dan berjalan menghampiri Selena


"mari..." Vitto berlutut satu kaki dan mengeluarkan tangannya


"ehhh..." selena pun terkejut


"tenang lah nona..." Vitto


"tidak perlu seperti itu juga... berdirilah... bagaimana jika ada yang melihat mu seperti itu." Selena

__ADS_1


"tenanglah nona... disini hanya ada kita berdua... kamu tidak perlu sungkan." Vitto


Selena pun dengan cepat mengulurkan tangannya, Vitto pun segera beediri


"silahkan duduk nona." Vitto


"ya ampun.. aku jadi merasa malu" Selena


"aku punya hadiah untuk mu nona.... ini aku harap kamu menyukainya..." membersihkan buket bunga yang besar dan sangat cantik juga sebuah kotak.


"ya ampun... ini... kamu tidak perlu repot repot Tuan... maaf aku tidak bisa menerima nya itu terlalu berharga." Selena terkejut saat membuka kotak itu ternyata sebuah kalung dengan permata murni yang hanya ada satu saja diciptakan.


"ini... ini pasti sangat mahal... tuan tidak perlu memberikan ini padaku." Selena


"tapi bagiku... nonalah yang lebih berharga dibanding perhiasan itu... aku bisa mendapatkan yang lebih... tapi aku akan sangat senang jika mendapatkan nona cantik." Vitto


"jangan menolaknya nona... aku membeli nya khusus untuk mu... terima lah... anggap itu sebagai ucapan terimakasih ku karena nona sudah bersedia memberikan waktu untuk malam ini." Vitto


"tapi...." Selena


"please nona jangan menolak... perhiasan itu sangat cocok untukmu... mari aku bantu memakainya." Vitto pun berdiri dan membuka kotak itu kembali. dan memasang nya dileher Selena


"lihatlah... kamu sangat cantik sekali cocok menggunakan perhiasan seperti itu. please jangan menolak" Vitto


Selena antara senang dan sungkan dengan kalung itu.


"baiklah... aku menerima nya... terimakasih Tuan sudah menghadiahkan aku kalung ini.... aku sangat menyukainya... tapi aku tidak memiliki apa apa untuk membalasnya." Selena


setelah itu baru Vitto memesankan mereka menu untuk mereka hidangkan. dan Vitto selalu memandangi Selena yang sangat cantik itu, sedangkan selena yang merasa malu dilihatin oleh pria tampan merasa pipinya panas sehingga pipinya memerah seperti habis kena tamparan.


"cantik sekali... beruntung sekali pria yang mendapatkan mu..." Vitto


"berharap aku lah orang yang beruntung itu..." Vitto tak habis habisnya mengeluarkan kata kata yang membuat siapapun diposisi selena akan terbang setinggi tingginya.


"ya ampun pria ini romantis sekali... seumur hidupku baru kali ini aku merasa diperlakukan seperti ratu." batin Selena


"silahkan nona... di makan... jika ada yang tidak suka silahkan langsung katakan saja." Vitto


"emm ini sangat enak Tuan." Selena


"sudah aku katakan. panggil aku Vitto." Vitto mengambil tisu dan melapkan ujung bibir Selena


"ehh maaf... aku sedikit belepotan makanya... biar aku sendiri saja Tuan.." Selena


"sudah.. biar aku saja.... sini" Vitto berbicara dengan lembutnya


"deg... deg.... deg..." selena menatap pria itu dengan intens


"pria ini... jika dilihat lihat sangat tampan juga." batin Selena


"ada apa... kenapa menatapku seperti itu.. apa aku terlalu lancang..." Vitto

__ADS_1


"bukan.. aku hanya gugup saja." Selena


"kamu manis sekali..." Vitto


"sudahlah Tuan.. aku semakin malu... Tuan memujiku dengan berlebihan." Selena


"hahaha... aku berbicara sejujurnya...." Vitto


setelah mereka makan malam dan mencari udara segar malam itu, sambil memandangi pemandangan malam dikota itu dari Roftop restoran itu.


"terimakasih Tuan... aku sangat menyukainya malam ini... dan aku senang." Selena


"aku yang justru sangat senang... kamu menyukai nya... aku bisa memberikan yang lebih dari ini." Vitto


"panggil aku Vitto..." Vitto


"hemm..." Selena


"aku suka kamu memanggil ku dengan namaku." Vitto


"Vitto." Selena


Vitto pun langsung melihat kearah Selena


"lagi... sebut lagi namaku." Vitto


"Vitto" Selena


Vitto mendekat kearah Selena, sedangkan selena yang bingung dan memilih mundur.


"jangan mundur..." Vitto


"tapi kamu mendekati ku..." Selena


"lagi sebut sekali lagi namaku." Vitto


"memang nya kenapa?" Selena


"sebut saja." Vitto


"Vit... to" Selena


Vitto pun yang merasa sangat tergoda dengan Selena, dengan bibir seksi nya yang menyebut namanya itu. dan tanpa disadari Vitto langsung mencium bibir seksinya Selena. namun Selena hendak menolak tapi ditahan oleh Vitto.


"gila pria ini langsung menciumku... apa yang harus ku lakukan." batin Selena


"sudah... biarkan saja melakukannya... tapi jika dia semakin bertindak lebih jangan salahkan aku." batin selena dan kini Selena membalas ciuman itu karena semakin lama Selena juga terbuai.


"cukup Tuan... aku tidak bisa bernafas." selena


Vitto akhirnya melepaskan ciuman itu

__ADS_1


__ADS_2