
"langsung ke intinya saja." ucap Cindy yang sudah melihat Adryan tiba tanpa mempersilahkan duduk terlebih dulu.
"baiklah... aku hanya bertanya tentang keluarga Anna... siapa ayahnya dan dimana?" Adryan
"kamu tidak tau... siapa keluarga inti dari istrimu..." Cindy
"wahhh... dugaan ku selama ini benar... ternyata wanita itu menyembunyikan banyak hal dariku" Cindy
"maksud kamu..." Adryan
"Anna menceritakan padaku jika hubungan kalian harmonis... juga saling terbuka satu sama lain. tapi ayahnya saja kamu tidak tau siapa." Cindy
"apa alasan mu menanyakan ini padaku... dan bukan pada istrimu langsung." Cindy
"dia tidak mau menceritakan apapun padaku... aku berusaha mendekati nya namun dia selalu bersikap dingin" Adryan
"gadis bodoh itu..." Cindy mengumpat Anna
"apa..." Adryan
"tidak apa apa... baiklah aku akan menceritakan tentangnya yang aku kenal..." Cindy
belum juga Cindy memulai menceritakan nya ponsel Adryan berdering dan Cindy menundanya.
"angkat saja dulu..." Cindy
__ADS_1
"baiklah... tunggu sebentar" Adryan mengangkat telepon dari rumah sakit.
"halo... ada apa dok" Adryan
"adik Tuan sudah bisa membuka mata... namun untuk berbicara belum bisa." dokter yang dipercaya Adryan
"baiklah... aku akan kesana segera..." Adryan
"maaf... aku tidak bisa berlama lama... aku harus segera kerumah sakit." Adryan
"siapa yang sakit..." Cindy tampak khawatir dengan Anna
"adik perempuan ku... sekali lagi aku minta maaf... " Adryan
Adryan pun pergi dengan tergesa gesa sementara Cindy masih tetap ditempat nya sambil melihat punggung suami sahabatnya itu menjauh.
"dia tampak pria yang bertanggung jawab... juga sepertinya dia ingin mengenal Anna lebih dalam lagi... tapi wanita itu... ckk... membuatku kesal saja." Cindy
"tapi kenapa Anna tidak mau menceritakan siapa keluarga nya ya.. ahhh wanita itu membuatku mati gila nantinya..." Cindy pun pergi dari sana.
Adryan yang sudah tiba dirumah sakit dan langsung buru buru pergi ke ruangan adiknya itu. perasaan nya sangat bahagia akhirnya adiknya itu bisa membukakan matanya.
"maafkan kakak Lio.." ucap Adryan sambil meneteskan air mata bahagia nya.
"kamu pasti melewati nya dengan penuh kesakitan... tapi kakak tidak bisa menolong mu..." Adryan
__ADS_1
"hushh... apa yang kamu bicarakan... sudah... jangan menangis lagi..." Nyonya Edward
Anna pun yang mendapatkan kabar baik itu sangat senang bahkan sampai meneteskan air mata juga. dan langsung memeluk kepala pelayan yang memberitahu kan kabar itu.
"aku sangat senang bi... aku ingin segera melihatnya..." Anna
"Nyonya yang sabar saja dulu... nanti lusa sekalian kita pemeriksaan baru kita pergi melihatnya." kepala pelayan
"baiklah bi... ehh lihat bi... bayinya sepertinya juga tau jika aunty nya sudah sadar." Anna merasakan tendangan diperut nya
"nihh disini..." Anna meraih tangan kepala pelayan dan menempelkan diperut nya
"wah iya Nyonya... hahaha lucu sekali..." kepala pelayan merasa bahagia Anna menempelkan tangannya itu. secara kepala pelayan tidak pernah mengalami hamil. dirinya bekerja sejak masih gadis sampai sudah berumur belum menikah juga. bahkan menyentuh perut orang hamil juga baru ini.
Bima pun yang mendengar kabar itu juga merasa sangat senang, karena setelah kejadian kecelakaan itu dirinya selalu dihantui rasa beraalah. dirinya merasa jika kecelakaan itu terjadi karenanya, jika saja saat itu Bima menolaknya dan lanjut terbang ke Amerika mungkin hal itu tidak akan terjadi begitulah pemikiran Bima.
"aku tau kamu wanita yang kuat Lio... maafkan aku tidak bisa mengungkapkan kebenarannya... jika kamu sudah sadar maka ungkapkan saja semuanya... aku percaya padamu kamu wanita yang bijak..." Bima
sementara dirumah sakit sudah banyak para wartawan yang melihat kondisi dari alm. Putri Tuan Edward itu. kabar Liora yang sudah sadar itu langsung menyebar luas, banyak yang senang mendengar beritanya. sehingga pihak rumah sakit kewalahan sampai sampai Adryan menghubungi pihak keamanan untuk membantu supaya tidak terjadi kericuhan.
"aku tertidur begitu lama... bunda pasti sudah kelelahan menjaga dan menemani ku disini... kak Adryan juga pasti kelelahan... Anna..." batin Liora
"Anna pasti kesepian... mungkin Ziva selalu mengusik nya... bagaimana keadaan nya sekarang... apakah dia baik baik saja... aku khawatir padanya... dia sedang berhadapan dengan wanita licik..." Liora
"dan kak Bima... dia sungguh pengecut... bisa bisanya dia tetap pergi ke Amerika... lihat saja jika aku sudah sadar seutuhnya... aku akan mengoyakkan topeng busuk Ziva itu." Liora selama ini bisa mendengar apa yang disekelilingnya bicarakan.
__ADS_1