Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Anna mendapatkan kabar ayahnya.


__ADS_3

hari itu Cindy merindukan Anna dan ingin bertemu, namun Anna menolak beralasan tidak ingin main keluar. lalu Cindy meminta untuk bertemu di mansion dan Anna tetap saja menolak.


"ayolah Anna aku merindukanmu..." Cindy


"maaf cin... " Anna


"hmm baiklah... aku mengerti... memang ya kamu sengaja menikahi pria tunggal kaya raya... jadinya begini... untuk bertemu saja serasa ingin bertemu dengan presiden..." Cindy


"hahaha.... bukan seperti itu cin" Anna


"baiklah... kalau begitu aku pergi dulu.... aku sedang galau... aku ingin menenangkan pikiran dulu." cindy


Anna pun memutuskan panggilan nya karena merasa sedih dan merasa bersalah tidak mengizinkan sahabatnya bertemu. padahal Anna juga sangat merindukan nya namun Anna tak ingin Cindy tau masalah nya dimansion.


"maafkan aku cin... aku belum bisa terbuka sepenuhnya denganmu..." ucap Anna sendirian


Anna yang masih kepikiran dengan pembicaraan nya dengan Adryan, yang dimana Adryan tidak ingin bercerai. namun yang Anna bingungkan kenapa bisa dia berpikiran seperti itu sedangkan dia sudah memiliki Ziva.


"dulu dia juga mencari ku... apa aku sepenting itu padanya... mungkin itu dulu... sekarang hatinya sudah ada Ziva..." Anna


"tapi apa hubungan nya Livy dengan perceraian kami..." Anna


"tidak mungkin kan... hubungan kami seterusnya seperti ini... aku juga tidak mau... " Anna


"pokoknya aku tetap akan membuat surat perceraian." Anna


Anna hendak pergi namun masih bingung dan ragu apa keputusannya ini benar benar yang paling tepat. saat itu kepala pelayan yang sedang mengantar sarapan pagi Anna, dan melihat Anna seperti orang kebingungan.


"ada apa Nyonya... apa yang membuatmu kebingungan." kepala pelayan


"aku... tidak... aku tidak kebingungan sama sekali" Anna


"mungkin orang lain bisa nyonya bohongi tapi tidak denganku..." kepala pelayan


"katakan saja dengan ku Nyonya... siapa tau aku bisa membantu." kepala pelayan


Anna memperhatikan kepala pelayan dengan sangat intens, namun ntah kenapa Anna begitu mempercayai nya.


"tapi aku bisakan mempercayai mu... " Anna


"Nyonya tenang saja.. aku bukan tipe orang yang memihak kepada siapapun. aku akan membela dan membantu siapa yang benar. jadi Nyonya tenang saja." kepala pelayan


"baiklah... aku mempercayai mu... aku sebenarnya ingin mengurus surat perceraian." Anna

__ADS_1


"apa...?? maaf... maaf nyonya aku terkejut.." kepala pelayan


"tapi kenapa Nyonya kalau boleh tau." kepala pelayan


"jika bibi diposisi aku... apa bibi masih akan tetap bertahan... tidak ada cinta dari suami... bahkan suami memiliki kekasih yang juga tinggal satu atap denganmu... pernikahan mu juga tertutup... tidak ada siapapun yang mengetahui nya kecuali keluarga." Anna


"tapi Nyonya... Nyonya sekarang sedang hamil..." kepala pelayan


"apa pengaruhnya... jika dia lahir aku bisa mengurus nya..." Anna


"lalu apa yang sedang Nyonya bingungkan" kepala pelayan


"tidak ada lagi... sekarang kamu tinggal membantu ku saja... temani aku keluar dan mengurus nya" Anna


"baiklah Nyonya... " kepala pelayan hanya menuruti saja. karena menurut nya apa yang Anna ungkapkan semuanya benar.


siang itu juga Anna dan kepala pelayan keluar untuk mengurus nya sesuai dengan apa yang Anna katakan. mereka pergi mengurus memakan waktu kurang lebih tiga jam, karena ada banyak berkas yang harus di isi.


"hahh... selesai juga bi... tapi aku sudah lapar.." Anna


"baiklah... kita cari makan dulu Nyonya.." kepala pelayan


"jika Tuan juga menyetujui nya... kemana Nyonya akan pergi." kepala pelayan


"jadi bibi tidak perlu khawatir." Anna


mereka lalu menyantapi makanan itu dan Anna tampak sangat bersemangat, sedangkan kepala pelayan merasa sangat iba melihat Anna.


kemudian mereka memutuskan untuk pulang karena sudah mulai sore dan mereka keluar sudah cukup lama. namun baru tiba digerbang mereka sudah melihat seperti nya ada tamu yang datang.


"siapa yang datang bertamu." tanya kepala pelayan


sedangkan Anna yang sepertinya sangat mengenal mobil yang sedang terparkir itu.


"kak Jho... itu mobil kak Jho... tapi sedang apa dia kesini." Anna


"Nyonya mengenalnya." kepala pelayan


"emm... " Anna


Anna langsung terburu buru untuk turun karena begitu penasaran ada apa yang terjadi sampai Jhonatan datang kesini.


"kak Jho..." Anna melihat Jhonatan diluar tidak di ijinkan masuk.

__ADS_1


"Anna... dari mana saja kamu... aku kesini mencari mu..." Jhonatan


"ada apa kak..." Anna


"ikutlah denganku... ada berita penting yang ingin aku bicarakan." Jho menarik tangan Anna


"lepaskan tanganmu... "Adryan yang melihat nya tiba tiba merasa sangat marah ketika ada pria lain menyentuh Anna


"aku bilang lepaskan... dan mau kemana kamu membawa nya... tidakkah kamu sadar jika dia itu memiliki suami..." Adryan


"bukan urusanmu... " Anna


"aku hanya ingin berbicara sebentar dengannya... tenanglah aku tidak akan menyakiti dan merebutnya denganmu... tapi jika kamu menyakiti nya dengan terpaksa aku akan merebut nya." Jho


"sudah kak.... jangan terlalu direspon... katakan saja ada apa." Anna


"tapi dia ada disini.." Jho


"tidak apa dia mendengar..." Anna


"ini menyangkut ayahmu..." Jho


"apa??? " Anna sangat terkejut mendengar kata ayah.


"tolong tinggalkan kami... hanya sebentar saja" Anna


"kamu tidak mendengar nya... tolong beri kami waktu" Jho


Adryan sesungguhnya sangat penasaran namun mendengar Anna sangat terkejut saat mendengar kabar tentang ayahnya. Adryan mengalah dan membiarkan mereka, meski Adryan juga mencari tau tentang siapa Anna dan dimana keluarga nya. namun tidak ada hasilnya yang dia dapat adalah Anna seorang anak yatim piatu dimana keluarganya semuanya sudah tiada.


"aku mendapat panggilan dari panti asuhan, katanya tiga hari yang lalu ada orang yang datang mencari mu. katanya suruhan dari ayahmu. mereka juga berasal dari Amerika." Jho


"lalu... apa katanya" Anna


"mereka ingin menjemput mu... namun kamu sudah tidak tinggal lagi disana... dan pihak panti sudah menghubungi mu namun nomor lamamu sudah kamu ganti" jho


"kenapa... apa ayah menyesali perbuatan nya... apa ayah..." Anna sangat syok sampai Anna hampir terjatuh karena seluruh tubuhnya melemah.


"hati hati... kamu tidak apa apa..." Jho


Adryan yang dari jauh melihat Anna hampir terjatuh dan langsung ditangkap oleh jho, segera berlari menghampiri mereka.


"lepaskan... biar aku yang memapahnya..." Adryan

__ADS_1


Jho pun hanya pasrah saja tidak ingin menambah permasalahan, sementara Ziva yang melihat nya sangat sangat terbakar. bagaimana khawatir nya Adryan sampai berlari hanya untuk menghampiri Anna. sedangkan Jho merasa sedikit legah melihat cara Adryan yang sepertinya khawatir dengan Anna juga kecemburuan nya Jho paham jika itu adalah bentuk rasa kepedulian.


__ADS_2