Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Anna dan kepala pelayan kecelakaan


__ADS_3

Ntah kenapa pagi itu Anna bangun kesiangan, saat kepala pelayan datang untuk mengantarkan makanan Anna masih tertidur. karena merasa ini sudah waktunya sarapan kepala pelayan pun membangunkan Anna.


"Nyonya... mari bangun... sarapannya sudah datang." kepala pelayan


"Nyonya..." sambil menepuk lengan Anna dengan lembut


"ya..." Anna bangun dengan terkejut ditambah Anna mengalami mimpi buruk sehingga nafas Anna tidak stabil.


"maaf Nyonya aku mengejutkan mu..." kepala pelayan


"tidak kok bi... aku barusan mimpi buruk... itu yang membuatku sesak.." Anna


"sudah tidak apa apa Nyonya... karena Nyonya tidak biasa tidur sampai jam segini... makanya Nyonya mimpi buruk... sudah Nyonya bebersih dulu... keburu sarapan nya dingin." kepala pelayan


"baiklah bi..." Anna langsung bergegas ke kamar mandi tapi rasa khawatir nya akan mimpi itu membuat nya panik sampai dunia nyata Anna


"benar... ini hanya mimpi saja..." Anna meyakinkan dirinya untuk tidak khawatir


"nanti kita pemeriksaan Nyonya..." kepala pelayan


"sekalian melihat Liora..." Anna


"emm... nanti kita singgahkan Nyonya." kepala pelayan


Anna langsung lupa dengan mimpi buruknya itu setelah mendengar dirinya akan menjenguk Liora.


"nanti tolong kalian bereskan semuanya.... aku dan Nyonya Anna akan pemeriksaan... harap kalian bisa mengerjakan nya dengan baik." kepala pelayan


"baiklah bu" ucap mereka


"pemeriksaan..." batin Ziva yang mendengar pembicaraan mereka lewat meja makan.


"kesempatan bagus... ini saatnya yang tepat." batin Ziva ntah merencanakan apa.


"jam berapa kalian akan pergi..." tanya Ziva


"jam 11 Nyonya" jawab kepala pelayan dengan datar

__ADS_1


"emm... kalian berhati hatilah" Ziva


kepala pelayan tak memperdulikan apa yang Ziva katakan.


setelah selesai menikmati sarapannya Ziva pun kembali ke kamarnya dan langsung meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


"hari ini waktunya... nanti jam 11 mereka akan keluar dari sini. kamu awasi mereka... dan lakukan sesuai perjanjian kita" Ziva


"baiklah... saya tidak akan mengecewakan mu"


"tapi ingat... kamu melakukan nya saat mereka jalan menuju pulang.... biarkan dia menikmati hari nya dulu." Ziva


"siap"


"nanti akan aku kirimkan nomor platnya... aku tunggu kabar baik... dan ingat jangan sampai ada yang mengetahui nya." Ziva pun mematikan ponselnya


"maafkan aku Anna... karena saat ini aku merasa kalau kamu sainganku sekarang... dan aku tidak akan membiarkan siapapun ada didekat Adryan... jadi aku harus menghilangkan mu..." Ziva ternyata merencanakan niat buruk untuk mencelakai Anna


"pokoknya Adryan harus tetap menjadi milikku... aku harus menjadi Nyonya sah dirumah ini... " Ziva


Anna dan kepala pelayan sudah siap untuk berangkat, dan sang supir sudah siap siaga menunggu mereka didepan. sedangkan Ziva di atas sedang mengintai dan memfotokan plat nomor mobil yang Anna dan kepala pelayan kendarai.


"Nyonya tenang saja... mana mungkin kita langsung diusir dari saja." kepala pelayan


selama dalan perjalanan mereka tidak merasakan sesuatu, namun sang supir sudah mencurigai sebuah mobil yang sedari tadi mengikuti mereka.


"tidak boleh... pokoknya mereka tidak boleh khawatir... mungkin itu hanya seorang paparazi." batin sang supir.


mereka pun sudah tiba di rumah sakit dan sudah diruangan pemeriksaan, Anna sangat senang karena kelaminnya sudah terlihat. janinnya seorang anak perempuan dan tinggal menunggu dua bulan lagi mereka akan bertemu di dunia nyata.


"wah... selamat Nyonya... janinnya perempuan... aku yakin kecantikan nya seperti nyonya" kepala pelayan


"bibi bisa aja..." Anna


mereka pun selesai pemeriksaan dan hendak ke ruangan dimana Liora dirawat. Nyonya Edward pun tak keberatan dengan kehadiran mereka, namun saat mereka tiba Liora sedang tertidur dan Anna tidak ingin mengganggu istirahat Liora.


Anna hanya duduk saja disofa sambil memandangi wajah tenang Liora yang sedang tertidur.

__ADS_1


"Lio... segera lah bangun.... lihat perutku sudah membesar dan dua bulan lagi dia akan lahir.. aku harap dia mirip seperti mu... yang terlihat cuek tapi kenyataannya begitu peduli dan perhatian." batin Anna


"aku merindukan kejahilan mu..." batin Anna


"bagaimana hasil pemeriksaan nya" tanya Nyonya Edward


"janinya sehat bunda... jenis kelamin nya perempuan." Anna tidak perduli mau mereka kecewa dengan hasil nya.


"emm.. baguslah jika begitu." Nyonya Edward tampak terlihat tidak terlalu peduli


setelah hampir satu jam kurang akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke mansion, dan berpamitan dengan Nyonya Edward. Liora yang merasa ada suara yang mengganggu tidurnya dan bangun membuka mata, namun sayangnya Anna sudah tidak melihat nya bahkan sudah menutup pintu.


"Anna... dia datang... kenapa tidak membangunkan ku... aku ingin tau bagaimana kabarnya..." Liora yang berusaha ingin menggerakkan seluruh tubuhnya namun tak berdaya


"kamu sudah bangun sayang... itu Anna dan kepala pelayan mereka sudah se jam kurang disini melihat mu..." nyonya Edward seolah tau jika Liora bertanya tanya


"astaga... selama itu mereka disini dan aku tidak menyadari nya." Liora


kini kepala pelayan dan Anna pun sudah dalam perjalanan pulang, dan lagi sang supir menaruh curiga yang besar. karena mobil yang tadi mengikuti mereka kini mengikuti lagi.


"Nyonya bersiap siap... aku akan melajukan mobilnya... ada mobil yang mengikuti kita sedari tadi." supir akhirnya membuka suara supaya mereka bersiap siap.


"benarkah..." kepala pelayan melihat kebelakang


"wahhh... mereka ternyata sudah mengetahui kita mengikuti mereka." ucap para pesuruh ziva itu


"bagus kalau begitu tinggal cari momen saja.. baru tabrakan mobilnya." ucap rekannya


sang supir sedang berusaha semaksimal mungkin menghindari para penguntit itu, namun malah diluar dugaan ternyata mereka menggunakan dua mobil yang satunya datang dari depan.


dengan rasa panik takut dan terkejut nya supir dan hendak membelokkan mobilnya namun tidak terelakkan lagi. mobil yang dari depan itu langsung menghantam mobil yang ditumpangi oleh Anna.


"mereka ternyata mengincar Nyonya Anna." batin sang supir yang masih sadar namun tidak bisa bergerak karena dijepit oleh rangka mobil.


sedangkan Anna yang sudah tidak sadarkan diri lagi karena mobil itu tepat menabrakkan di posisi Anna duduk.


"Nyonya.... Nyonya... bangun... aku mohon... bangun nyonya...." kepala pelayan sudah menangis histeris, meskipun kini kepala pelayan merasakan sakit bahkan sebagian tubuh nya mengeluarkan cairan darah namun masih tersadar

__ADS_1


"tolong... siapapun tolong...." kepala pelayan sudah keluar dan meminta bantuan. ada banyak kendaraan yang berhenti namun tidak ada satupun yang berani membantu.


Sebagian orang yang melihat langsung menghubungi pihak ambulan dan ada juga yang menghubungi pihak polisi.


__ADS_2