Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
menenangkan pikiran


__ADS_3

"Lihat saja begitu anak itu lahir.. kamu akan di usir dan diceraikan... saat ini kamu dipertahankan juga karena anak yang dikandungan mu itu... dan Adryan akan mengambil hak asuh nya sepenuhnya." Ziva


perkataan Ziva itu selalu terngiang ngiang dipikiran Anna, Anna semakin tidak tenang lagi. bagaimana bisa mereka tega memisahkan ibu dan anak dan Anna tidak terima akan hal itu. bagaimana pun Anna akan tetap mempertahankan anak ini, karena memikirkan hal itu Anna merasa sangat pengap dan gerah jadi Anna memutuskan untuk keluar mencari udara segar.


Anna keluar meskipun kepala pelayan melarangnya Anna tetap bersikeras untuk pergi.


"jangan ikuti aku...." Anna


"tapi Nyonya... Tuan akan marah jika Nyonya pergi sendirian." kepala pelayan


"aku yang akan menangani nya..." Anna tetap pergi


"anehh... baru kali ini aku melihat Nyonya Anna seperti sedang marah... tapi kenapa... dan siapa yang membuatnya marah" kepala pelayan bahkan sampai bingung dengan sikap Anna yang belum pernah seperti ini.


Anna pergi kesebuah tempat taman taman dimana pengunjung nya sedikit. Anna bingung memikirkan apa yang Ziva katakan padanya sewaktu dirumah sakit, apapun yang Ziva katakan ada benarnya. dari awal harusnya mereka bercerai namun karna kehamilan yang tak terduga ini membuat nya ditunda. dan tanpa terasa Anna meneteskan air matanya, Anna menangis sampai senggugukan mungkin katena faktor dari bayinya membuat Anna menangis.


"apa yang harus aku lakukan... mana mungkin aku membiarkan mereka merebut anakku dariku.." ucap Anna sendirian


"pokoknya tidak... aku harus pergi dari rumah itu segera... aku sudah tidak tahan lagi." Anna


tiba tiba ada seorang anak kecil yang menghampiri Anna dan menyerahkan sebuah tisu.


"kakak... gunakan ini untuk menghapus nya..."


Anna terdiam dan sedikit terkejut dengan sosok anak kecil yang mungkin masih berumur empat atau lima tahun.


"kata bunda... jika kakak ingin melampiaskan semua masalah dengan tangisan maka menangislah... tapi jangan sampai berlarut larut..." anak kecil


Anna semakin menangis karena masih ada yang memperhatikan nya meski sudah pergi ke tempat yang jarang dikunjungi orang orang. kemudian anak itu naik kebangku yang Anna duduki, anak itu lalu mengelus punggung Anna layaknya.


"bagaimana bisa kamu ada disini... dan kamu bersama siapa?" tanya Anna


"ini... lap dulu air matanya... wajah kakak terlihat jelek..." anak kecil


"baiklah..." Anna lalu menghapus air matanya dan juga melapkan seluruh wajahnya yang terlihat sembab itu.


"apakah sudah terlihat cantik..." Anna


"emm... cantik sih... tapi aku lebih cantik..." anak kecil


Anna pun tertawa kecil melihat tingkah imut anak itu.


"nahhh... jika tertawa seperti itu sangat terlihat cantik... lain kali jangan menangis lagi ya kakak..." anak kecil

__ADS_1


"emmm.... tidak akan lagi." Anna


"kamu belum menjawab pertanyaan kakak tadi... kamu disini bersama siapa?" Anna


"itu bersama ayah dan bunda (menunjukkan kearah belakang)" anak kecil


"wah... kalian sedang piknik..." Anna


"emm..." anak kecil


"ehhh... kakak sedang hamil ternyata..." anak kecil itu melihat perut Anna yang sudah bulat sempurna


"boleh aku mengelusnya... aku juga ingin memiliki adik... tapi bunda sudah tak bisa lagi." anak kecil


"kenapa???" Anna


"bunda terkena tumor rahim... saat itu bunda juga sedang mengandung adikku. namun ayah memutuskan untuk mengangkat rahim bunda karena ayah tidak ingin kehilangan bunda." anak kecil


"emmm kalau begitu anak ini bisa menjadi adikmu...." Anna


"benarkah???" anak kecil


"tapi ngomong ngomong kakak belum tau siapa nama kamu..." Anna


"Anna..." Anna


"nama yang bagus... kalau begitu bagaimana bisa aku menemui adiku ini... kita hanya gak sengaja bertemu disini." anak kecil


"sebentar... kakak tunggu sebentar... Rachel akan kembali lagi." Rachel turun dan berlari menghampiri orang tua nya. lalu datang lagi dengan menggenggam sebuah ponsel.


"aku minta nomor kakak..." rachel


"wah... kami pintar sekali... ok sebentar kakak lihat dulu." Anna


lalu mereka bertukar nomor Rachel menggunakan ponsel ibunya, kemudian Rachel mengajak Anna bertemu dengan orang tuanya. lalu mereka berbincang bincang dengan Anna bahkan mereka makan bersama. Anna merasa sangat hangat dengan keadaan seperti itu, terlihat sederhana namun jika dirasakan akan nyaman dan hangat.


orang tua Rachel juga tidak ingin bertanya lebih dalam tentang Anna, hingga Anna memutuskan untuk pergi lebih dulu.


"kita bisa pulang bersama... kami akan mengantarkan mu" bunda Rachel


"tidak perlu bu... aku bisa pulang sendiri terimakasih atas makanannya... Rachel kakak duluan yaa" Anna


"baiklah... tapi jangan lupa mengabariku kak Anna." Rachel

__ADS_1


"ok..." Anna


Anna pulang dengan hati yang sudah damai dengan pikiran yang sudah tentram, namun saat sedang menunggu taxi tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat didepan Anna. meskipun Anna sudah memakai masker dan juga topi, tetapi pemilik mobil itu masih mengenali Anna


"heii nona..." ucap pemilik mobil sambil membuka kaca jendela mobilnya


"kamu..." Anna juga masih mengenali pria itu ternyata Davin


"masuklah nona... biarkan aku yang mengantar mu... tenang saja kamu tidak perlu takut..." Davin


Anna tertawa melihat Davin seolah olah mereka belum saling mengenal.


"baiklah..."Anna pun naik mobilnya


"wahhh... lihatlah... baru setahun lebih tidak bertemu ternyata kamu sudah mengandung..." Davin


"wahhhh.. meskipun kamu sudah menyakiti kakak ku... tapi aku senang kamu akhir nya bisa bahagia..." Davin


"Davin belum mengetahui nya... berarti Jho tidak mengatakan yang sebenarnya.." batin Anna


"heii... malah melamun..." Davin


"kamu ternyata mencari tahu tentang kehidupan ku ya... ckkk..." Anna


"emm sebagai teman... aku harus mencari tau... mendengar mu bahagia dengan rumah tangga mu aku senang Anna... melihat mu dulu berperang melawan kehidupan yang sulit aku tidak tega.." Davin


"kamu tau dari mana... jika aku sudah menikah." Anna


"kak Jho... lalu aku menghubungi teman mu yang cerewet itu.. " Davin


"cindy..." Anna


"emm.... aku berusaha mencari tentang kabar mu..." Davin


"tapi sekarang aku sudah tau... kamu tinggal dimana... dan menantu dari kekuarga mana." Davin


"dan aku senang... tapi kenapa kamu pergi sendirian... kenapa tidak bersama supir atau lainya." Davin


"aku tidak suka... kamu tau sendiri aku tidak suka dikekang..." Anna


"hahaha... harusnya itu sifat sudah kamu ubah... kamu sekarang bukan orang biasa... tapi orang terpandang... tapi ngomong ngomong suamimu tak kalah tampan dengan kak Jho.... ckkk selera mu memang sangat bagus." Davin


mereka pun berbincang bincang cukup lama sampai akhirnya tiba di gerbang mansion keluarga Edward. Adryan yang baru pulang dan melihat Anna juga baru pulang namun diantarkan oleh seorang pria.

__ADS_1


__ADS_2