
Malamnya cindy tidak bisa tidur, dan sangat gelisah memikirkan bagaimana menghadapi besok. sedangkan Anna sudah tertidur pulas dan nyenyak, bahkan telepon dari cindy tidak didengar lagi
"astaga anna...ini semua karna mu.." ucap Cindy.
"apa yang harus aku lakukan besokk... astaga...." ucap Cindy yang frustasi.
"baiklah... aku akan katakan yang sebenarnya aku tidak membutuhkan pekerjaan itu."
"tapi benar yang Anna ucapkan itu suatu kesempatan yang besar bisa bertemu dia terusss..."
"aishhhh..." ucap nya semakin frustasi.
"non????.... " ucap salah satu pelayan yang mendengar suara keributan dari dalam kamarnya.
"ceklekkkk...." suara pintu terbuka.
"sudah tidur??? trus tadi itu suara siapa??" ucap pelayan itu
pelayan itu pergi lagi, dan Cindy juga sudah tertidur.
tok...tok...tok....
"sayang???" panggil Rena ibu angkat Cindy
"astaga... bangun sayang ini sudah terang" ucap Rena
"mahh... astaga...aku masih ngantuk sekali" ucap Cindy.
"apa kamu begadang tadi malam??" tanya Rena
"mahh..." Cindy
"ada sesuatu yang aku ingin bicarakan" ucap Cindy.
"baiklah mamah akan siap mendengarkan nya." Rena
"aku menyukai seseorang" Cindy
"ohh yaaa.. bagus dong, mamah senang mendengar nya, lagian kamu itu sudah dewasa sudah saatnya untuk mencari cari calon pendamping mu." Rena
"selama ini kamu tidak pernah tertarik dengan Pria, dan sekarang kamu menyukai seseorang itu berarti kamu sudah dewasa syang" ucap Rena lagi.
"tapi mahhh ada masalahnya." ucap Cindy
mereka memang bukan anak dan ibu kandung, tetapi Rena memperlakukan Cindy selayaknya anak kandung nya dan selalu bertanya apa keluhan nya dan apa masalah nya, sehingga Cindy terbiasa terbuka dan bercerita dengannya.
Cindy menceritakan semua tentang Pria yang disukai nya dan kejadian yang terjadi.
"hahaha... ya ampun... hahahah" tawa Rena
"mahh.. aku serius" ucap Cindy
"kamu rela melakukan keributan untuk ingin bertemu dengannya.. hahaha... astaga... putri mamah jarang menyukai seseorang Sekalinya menyukai harus melakukan hal konyol." ucap Rena.
__ADS_1
"kalau begitu!!! kamu mandi dulu nanti akan mamah bantu cari solusinya." Rena
"baiklah mah" Cindy.
.............
"astaga... cindy menghubungi ku tadi malam. aku tidak mendengar nya." ucap Anna yang sudah bangun.
kemudian Anna juga segera mandi dan buat sarapan nya.
setelah semuanya selesai Anna berniat untuk berangkat ke kampus. saat Anna ingin masuk kedalam lift untuk turun, tiba tiba seseorang menarik tangannya.
"heii.. bocah ingusan." ucap seseorang yang masih mengingat wajah Anna saat keributan di mall.
"ohh kamu... maaf tante saya ada banyak urusan. gak ada waktu buat luang buat layani kamu" ucap Anna yang juga masih mengingat wanita gila itu dan mendorong nya hingga mundur beberapa langkah.
"dasar sialannn... heii" ucap nya sangat marah dan hendak masuk ke lift namun sudah tertutup.
"awass aja kamu ya... berani berani nya melawan aku. tunggu aja pembalasan ku, saat kalian tau siapa aku." ucap nya sambil mengepalkan tangan nya.
"astaga... sedang apa wanita gila itu disini." batin Anna
"sialll sekali, pagi ku yang indah sudah dirusak." ucap Anna.
tiba tiba ponsel Anna berbunyi dan Cindy menghubungi nya.
"hallo cin" Anna
"ingin ke kampus baru dijalan nunggu angkutan umum" ucap Anna
"nanti aku akan menemui nya dan mengikuti interview." ucap Cindy
"benarkah??? astagaaaa... semangat.. semangat" ucap Anna
"yaaa ini semua karna mu... nanti aku kabari jika aku sudah tiba disana" Cindy
"baiklahhh byee..." Anna
setelah pukul 10 yang sudah dijanjikan oleh direktur itu kemarin, Anna dan cindy sudah berdiri didepan mall itu dan masih ragu ragu untuk masuk.
"silahkan masuk nona, pak Gabriel sudah menunggu." ucap SPG mall itu
'ahh baiklah" ucap Anna
"mari ikuti saya.. biar saya tuntun" ucap SPG
"tunggu Anna!" ucap Cindy
"apalagi?? ayoo kita sudah di tunggu" ucap Anna
"aku gerogi" Cindy.
"dahhh.. tenangin dulu tarik nafas... buangg... tarik lagi.... buang.... gimana???" ucap Anna
__ADS_1
"sama ajaa... gak ada ngaruh nya" ucap Cindy.
lalu dengan berat hati dan ragu Cindy pun masuk, sedangkan Anna menunggu nya diluar.
"10.25" ucap Gabriel direktur mall itu.
"kenapa???" Cindy
"10.25" ucap nya lagi
"ohhh... tadi diluar ada macet pak..." ucap Cindy yang paham maksudnya.
"baiklah kalau begitu silahkan duduk. kali ini kamu ada toleransi tapi tidak kedepannya." ucap Gabriel direktur itu
"baik pak" ucap cindy yang patuh dan langsung duduk dihadapan nya, namun Cindy sedang berusaha mengontrol dirinya agar tidak terlihat gugup.
"ini pak berkas berkas saya" ucap Cindy dengan polos
"hmmm..." ucap nya
"dia begitu imut jika kalem dan polos namun sesaat dia seperti babi hutan yang sedang kelaparan" batinnya
"nama kamu cindy bukan??" tanya Gabriel yang menyebutkan namanya cindy
"hah??? bagaimana bisa bapak tau?" tanya Cindy binggung karena berkas nya saja belum disentuh.
"seorang mahasiswa di universitas MNV" ucap nya lagi
"tungu.... bagaimana bisa kamu tau??? jangan jangan kamu menguntit ku" ucap Cindy
"tinggal di kota C bukan??" tanya nya lagi
"bagaimana bisa kamu tauu??" tanya Cindy binggung.
"aku akan memaafkan kebohongan teman mu itu, dan besok kamu hanya perlu minta surat magang dari kampus mu, maka kamu bisa bekerja sebagai anak magang disini." ucap nya.
"tapi bagaimana bisa kamu tau semua tentang data data ku?" tanya Cindy
"aku punya koneksi dimana mana. jadi jangan pernah mencoba mengelabuhiku." ucap nya.
"silahkan keluar.. besok jangan lupa bawakan surat nya." lanjut nya lagi.
"tapi aku tidak bisa bekerja disini." ucap Cindy
"lantas untuk apa kamu membawa berkas berkas mu dan untuk apa kamu datang kesini" ucap nya.
cindy sangat bingung untuk menjawab apa. sebenarnya ibunya mengijinkan nya untuk bekerja disitu namun Cindy berfikir lagi untuk datang setiap hari kesini dengan jarak tempuh kurang lebih 1 jam.
"okk sebenarnya aku tertarik untuk bekerja disini. tapi ini jarak tempuh nya terlalu jauh rumahku. membuat aku tidak bersemangat." ucap Cindy
mereka terdiam sejenak Gabriel juga kehabisan kata kata, dan Cindy juga tidak tau ingin bicara apa lagi.
"ya sudah saya permisi." ucap Cindy
__ADS_1