
Mansion keluarga Vittoria.
Ting...nong...ting...nong....
saat keluarga besar Vittoria sedang sarapan pagi, tiba tiba bel berbunyi ada tamu yang datang. Dan salah satu pelayan di rumah itu langsung cepat membukakan pintu.
"nona??" ucap pelayan itu.
"emm apakah paman dan bibi ada?" tanya nya.
"adaa nona.. mari?" ucapnya.
"nona tunggu sebentar disini yaa. Tuan dan Nyonya sedang sarapan." ucap pelayan itu yang mempersilakan untuk menunggu.
"baiklah" ucap nya ramahh
"siapa?" tanya Tuan Lucas.
"nona Chelsea Tuan. saya sudah menyuruh nya untuk menunggu tuan dan nyoya selesai sarapan." ucapnya.
"suruh dia kesini untuk sarapan bersama." ucap Lucas
"baik Tuan."
"nona... dipanggil Tuan untuk gabung sarapan bersama." ucapnya.
"ohh yaa... baiklah." Ucapnya dengan lembut.
"sudah kuduga keluarga ini pasti tidak bisa menolak ku.. perlahan lahan nathan juga pasti luluh lagi." batinya.
"paman... bibi..." ucap nya lembut sambil menundukkan kepalanya agar terlihat sopan.
"astaga... kamu tak perlu seperti itu kita ini keluarga..." ucap Lucas.
"tidak paman.. kalian adalah orangtua sudah selayaknya aku menghormati kalian." ucapnya.
"silahkan duduk nakk.. mari sarapan dulu" ucap Nyonya Lucas.
"terimakasih bibi... kalian masih sangat baik seperti dulu." ucap nya
"gawattt... ngapain lagii ini wanita datang kesini." ucap Davin dalam hati yang tidak suka dengan kedatangan chelsea.
"pasti ingin mendekati kak Jho lagi... dihh jangan berharap Anna sudah menjadi calon kakak iparku." ucap batinya lagi.
"sungguh wanita tidak tau malu.." batin Davin.
"kenapa Davin menatap ku seperti itu yaa?" batinnya chelsea bertanya tanya dengan tatapan Davin yang seperti tidak menyukainya.
"maaf ayah ibu aku harus berangkat segera.." ucap Davin yang sudah hilang selera makan dan langsung pamit berangkat ke kampus.
"tapi kenapa buru buru sayang?" tanya nyonya Lucas
"sudahhh... biarkan saja, dia bukan anak kecil lagi." ucap Lucas pada istrinya.
saat Davin sedang dalam perjalanan ke kampus, dia malah kepikiran tentang Jho kakaknya. karna bimbang akhirnya Davin memutuskan untuk singgah ke apartemen kakaknya.
namun saat Jho hendak masuk ke apartemen Anna, Davin tiba tiba menarik tangannya. dan karna Jho panik hampir saja memukul adiknya.
"Davin??" ucap Jho.
Bukannya menjawab Davin malah menarik tangan Jho ke tempat tersembunyi.
"ada apa ini vin???" tanya Jho bingung.
"kak dengar... chelsea sudah pulang." ucap Davin.
Davin sebenarnya ragu untuk mengatakan nya lagi, karena Davin tau jika dulu 4 tahun yang lalu kakaknya begitu sangat mencintai sosok chelsea itu. Mereka berpisah karena chelsea memutuskan untuk mengambil tawaran sebagai model. Dan saat itu dulu jho sangat terpukul dan bahkan tidak bisa lagi mempercayai wanita. namun semenjak kehadiran Anna Jho bisa merasa seperti menemukan jati dirinya sendiri. Dan Davin takut jika dengan kehadiran chelsea itu membuat Jho meragu dan masih memiliki rasa terhadap mantannya itu. sehingga menyakiti dan memilih meninggalkan Anna yang hidupnya sudah kesepian.
"dan pagi ini dia datang ke mansion dan sarapan bersama ayah dan ibu, aku yakin pasti dia sengaja" ucap Davin yang tidak ada jawaban dari kakaknya.
__ADS_1
"lalu???" tanya Jho
"bagaimana dengan Anna?" tanya Davin
"apa kamu sudah gilaa..apa kamu tidak percaya pada kakak mu. aku tidak peduli dengan nya datang atau tidak karna hubungan kamu sudah berakhir." ucap Davin lalu meninggalkan Davin.
"apa kamu yakin sudah melupakan nya sepenuhnya?" tanya Davin.
saat mendengar pertanyaan Davin, Jho menghentikan langkahnya.
"jangan pernah kembali lagi padanya, dia bukan wanita yang baik.. dan jangan menyakiti Anna dia teman baikku" ucap Davin lagi.
Jho sudah masuk kembali ke apartemen nya, Davin yang hendak pergi dari sana menunggu lift. namun Anna melihatnya saat hendak memanggil Jho untuk sarapan.
"Davin?? heii.." ucap Anna.
"mau kemana??? gak singgah dulu" ucap Anna
"aku segera ke kampus Anna!" ucap Davin dengan sedikit nada cuek.
"kamu kenapa vinn?? kamu dimarahi Jho atau kalian bertengkar?" tanya Anna.
"marii..." ucap Anna yang sambil menarik tangan Davin untuk masuk.
"duduklahh kita akan sarapan" Anna
ting... nong... ting...nong....
tiba tiba suara bel berbunyi saat mereka bertiga sedang sarapan, lalu Jho dan Davin seketika langsung saling pandang pandangan yang seolah isi pikiran mereka sama.
"kalian lanjutin aja biar aku yang bukain" ucap Anna.
"biarkan saja naa" ucap Davin.
"iyaaa...Davin benar lagian kita sedang sarapan makan lah sayanggg" ucap Jho membenarkan ucapannya Davin
ting.. nong... ting...nong...
"biar aku bukain saja" ucap Davin langsung berlari, takut jika Anna membuka nya ternyata itu adalah chelsea.
"Cindy??" tanya Davin yang sudah membukakan pintu ternyata yang datang Cindy bukan chelsea.
"astagaaa... kenapa lama sekalii bukan yaa." ucap Cindy yang sudah langsung masukk.
"Cindy?? mari sarapan" ucap Anna.
"sekarang kalian sudah seperti suami istri yaa" ucap Cindy yang memperhatikan mereka berdua
"duduklahh jangan berdiri saja." ucap Anna yang menarik tangannya Cindy untuk duduk.
"bisakah kalian memberi tahu ku sandi nya supaya aku tidak selalu menunggu terlalu lama untuk dibukakan pintu." ucap Cindy yang masih kesal.
"nihhh makan dulu.... jangan terlalu emosi." ucap Anna yang sudah menyiapkan sarapannya...
"astaga... jangan melihat ku seperti itu" ucap Cindy pada Davin sambil mengarahkan pisau makan kearah Davin.
"yaa ampun Anna.. bagaimana bisa kamu memiliki sahabat seperti dia. yang cocoknya sebagai preman dipasar." ucap nya.
"hiyaaaa..." teriak Cindy yang tidak terima dirinya dikatain.
"sudahh sudahhh... kalian jangan ribut dulu ini masih pagi" ucap Anna.
mereka pun kembali dengan keheningan dan yang terdengar hanya suara sendok dan piring yang saling bertemu. sedangkan Jho pikiran nya tengah kacau setelah apa yang adiknya katakan tadi. sungguh Jho sudah tidak merasakan apa apa lagi terhadap chelsea, namun kenangan kenangan nya masih membekas dihatinya. tapi itu kenangan dimana Jho tidak lagi bisa mempercayai nya.
Anna yang melihat Jho sepertinya banyak beban pikiran dan tidak ingin mengganggu nya.
Siang itu saat Anna sudah keluar dari kelas dan Cindy sudah menunggu nya. Cindy ingin mengajak Anna ke mall karena Cindy ingin mencari barang limited edition. Dan Davin tidak bisa bergabung dengan mereka karena ada pertandingan futsal.
sesampai nya disana dan mereka sedang asik melihat dan memilih milih barang yang hendak dibelikan Cindy.
__ADS_1
"coba lihat yang itu" ucap Cindy pada pelayan itu
"Anna lihat bagus kan?" tanya cindy yang sudah memegang nya.
belum sempat Anna jawab karena memperhatikan nya lebih dulu, tiba tiba seseorang merampasnya.
"aku mau yang ini tolong bungkus kan" ucap seseorang pada pelayan itu.
"heiiiii... apakah kamu buta itu sudah milikku aku yang lebih dulu menyentuh nya." ucap Cindy marah.
"menyentuh bukan berarti milikku heii bocahh ingusan" ucap nya sombong, bukannya minta maaf atau merasa bersalah malah semakin arrogan
"tolong segera bungkuskan, aku sedang terburu buru" ucapnya lagi.
"tidak bisaa begitu, itu miliknya dia sudah memilih itu duluan" ucap Anna yang juga ikutan kesal.
"hahaha... kalian pikir kalian itu diapa??? hanya anak ingusan yang sok sok ingin membeli barang brandet. pasti habis open BO yaa" ucapnya.
"plakkkk..." suara tamparan yang keras mendarat di pipinya yang lakukan oleh Cindy..
"Cindy apa yang kamu lakukan??" ucap Anna terkejut.
"heiiii... dasar kurang ajarrr" ucap nya yang hendak menampar Cindy balik.
saat wanita itu ingin menampar Cindy tiba tiba seseorang datang dan menangkap tangannya.
"satpam tolong bawakan wanita ini keluar" ucap seorang pria pada pada satpam yang sudah dia panggil.
"apa apaan ini... heii...lepas" ucap wanita itu.
"apa kamu tidak kenal aku?? kalian akan menyesal melakukan ini terhadap ku. dan akan kupastikan kalian akan bersujud memohon di kaki ku" ucap nya
"aku tidak peduli. siapa kamu.. tapi kamu sudah membuat rusuh disini." ucap Pria itu.
"tolong panggilkan direktur nya disini. dia sangat akrab dengan ku.. dan kalian akan ditendang keluar dari sini." ucapnya lagi...
"aku pelanggan VIP disini kamu pahammm??? aku bahkan bisa menggaji mu jadi jangan terlalu sombong. kamu hanya pegawai biasa..." ucap nya lagi.
"tolong bawa dia keluar... telingaku sakit mendengar nya." ucap pria itu.
"lepasss... heii panggilkan direktur nyaa.. atau tunggu biar saya hubungi saya punya kontaknya." ucap wanita itu.
pria itu memberi kode pada satpam untuk melepaskan nya.
saat wanita itu menelpon nomor direktur mall itu, dan tiba tiba dia terkejut yang ternyata direktur yang dia hubungi ada dihadapan nya. yang dia anggap sebagai pegawai biasa. Dan direktur itu mengangkat ponselnya.
Anna juga cindy terkejut ternyata yang membantu mereka adalah sang direktur nyaa.
"tidak mungkin... kamu mana mungkin direktur nya..." ucap wanita itu seperti tersambar petir.
"ingat yaaa... disini tidak melayani orang seperti mu. jangan karna kamu pelanggan VIP atau kamu orang kaya bisa melakukan sesuka hatimu. mungkin diluar sana bisa tapi jangan pernah coba coba disini. paham" ucap Pria itu dengan tegass.
"satpam bawa dia keluar aku sudah muakk dengan tampilan yang seperti itu." ucap nya lagi.
"tunggu... tunggu... kamu salah paham..." teriak wanita itu yang sudah dipaksa keluar
"lepas aku bisa jalan sendiri." ucap nya lagi pada satpam itu. dan setelah dilepas dia terpaksa keluar.
"awasss saja kalian yaa akan kubalass" ucap nya dalam hati yang geram melihat Anna dan Cindy.
"maaf nona nona sudah membuat kalian tidak nyaman berbelanja disini, dan untuk kalian akan saya berikan diskon 50% untuk permintaan maaf kami yang membuat kalian tidak nyaman." ucap direktur itu.
"benarkahhh???... astaga.." ucap Cindy yang terkejut mendengar diskonnya.
"tapi itu berlebihan pakk" ucap Anna.
"benar itu terlalu berlebihan" ucap cindy yang membenarkan ucapannya Anna.
"(tersenyum) sekali lagi kami minta maaf atas ketidak nyamanannya. dan tolong layani mereka dengan baik. saya permisi dulu nona." ucap nya.
__ADS_1