Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Kalung permata yang indah


__ADS_3

mengingat pesan Eric Anna sangat menikmati waktu liburan itu membuang segala pikiran nya tentang Adryan dan Ziva. Anna juga membagikan foto atau video nya pada kepala pelayan namun malah keikut kebagi pada Eric dan Anna tidak menyadari.


mereka hanya liburan dua hari saja seharinya mereka istirahat dirumah supaya ada semangat lagi saat bekerja. Anna pun langsung istirahat masuk ke kamarnya hanya kepala pelayan saja yang membantu membereskan barang barang nya.


"bi tolong buatkan jus ya..." Anna


"baik Nyonya..." kepala pelayan.


seminggu kemudian Anna sudah mendapatkan hasil dari tes DNA itu, dan Anna sangat terkejut melihat hasilnya karena benar saja anak itu bukanlah anak Adryan.


"bagaimana bisaaa" batin Anna melihat hasilnya negatif.


"baiklah Ziva sekarang kamu sudah tidak bisa lagi berkutik padaku..." ucap Anna


"itu surat apa..." ucap Eric yang menunggu dimobil tapi karena Anna sangat lama Eric pun menyusul Anna.


"bukan apa apa... ayo kita pergi" Anna


"kamu sakit." Eric


"bukan... aku baik baik saja dan ini bukan milikku." Anna


"baiklah kalau begitu ayooo" Eric


sore itu mereka singgah sebentar ke sebuah restoran mereka makan disana, Anna sudah menganggap nya seperti teman. tapi berbeda dengan Eric dirinya menyimpan sebuah rasa yang bahkan rasa ingin memiliki Anna seutuhnya.


sehabis makan mereka tidak langsung pulang Eric mengajak Anna membeli sebuah hadiah untuk adik perempuannya. Eric beralaskan tidak tau kesukaan anak remaja seperti apa. jadi Eric sengaja mengajak Anna supaya bisa lebih lama dekat dengannya.


"dia suka warna apa." tanya Anna


"ntah lah. aku tidak tau." Eric


"kamarnya berwarna apa... biasanya kalau perempuan itu memasang warna kesukaan nya." Anna


"aku juga jarang masuk ke kamarnya... kamu tau sendiri aku suka pulang lembur atau keluar kota" Eric


"benar juga... " Anna


"kalau kamu sukanya warna apa... " Eric


"Biru... dan hitam" Anna


"bagaimana kalau kita cari yang berwarna biru saja." Eric


"kenapa... bagaimana kalau dia tidak suka." Anna


"tidak apa... ayoo kita cari tapi apa ya... " Eric

__ADS_1


"emm dia seumuran berapa..." Anna


"baru kelas 2 SMA..." Eric


Anna pun menyarankan sebuah alat elektronik dan beberapa barang lainnya, Eric pun mempercayai Anna dalam memilih model merk barang itu. namun sepanjang memilih milih Eric selalu membuat hal aneh, hingga mereka tertawa tanpa memikirkan pelanggan atau penjaga disana mereka tetap asik dengan mereka berdua.


"wahh mereka pasangan yang humoris... aku iri melihatnya" ucap beberapa pembeli yang melihat Eric dan Anna tertawa.


"wahhh... tidak salah aku mengajak mu... kalau aku sendiri pasti sudah pusing." Eric


sekitar pukul 20.13 Anna baru tiba didepan gerbang, dan saat Anna hendak turun dari mobil, Eric menahannya.


"Anna... tunggu aku ada sesuatu untukmu..." Eric


Anna pun hanya terdiam.


"ini... tolong jangan menolaknya. saat aku diluar kota dan membelikan hadiah untuk ibuku aku melihat ini... tampaknya sangat cocok untukmu.. tapi kamu jangan salah paham aku memberikan nya sebagai teman." Eric menjelaskan secara rinci takut Anna menolaknya.


"ini sangat bagus sekali... bagaimana bisa aku menerima nya." Anna sangat menyukai tapi merasa tidak enakan


"terimalah.... anggap ini hadiah pertemanan kita." Eric


"baiklah... aku... bagaimana aku harus membalasnya... ini pasti sangat mahal" Anna


"cukup dengan kita sebagai teman itu sudah cukup... baiklah kamu masuk.." Eric


Anna lalu menyimpan hadiah itu didalam tasnya, begitu masuk Anna sudah langsung melihat Ziva disana bersama dengan Adryan.


"tampaknya ada lembur hari ini ya... tapi kamu kok pulang cepat sayang. sementara pegawai mu baru saja pulang dijam segini" Ziva


Anna tidak memperdulikan mereka disana dan memilih langsung ke kamarnya.


"sial... dia sama sekali tidak memperdulikan ucapanku" batin Ziva


"Nyonya kamu sudah pulang." kepala pelayan


"bi... sini ikut ke kamarku" Anna


"lihat... hasil DNA nya sudah keluar" Anna memberikan surat hasil itu.


"ya ampun.... ini" kepala pelayan pun sangat terkejut


"ini beneran Nya... lalu kalau bukan Tuan ayahnya siapa lagi" kepala pelayan


"ntah lah bi... " Anna


"bagaimana kalau kita beritahu pada Tuan..." kepala pelayan.

__ADS_1


"jangan dulu... kita selidiki saja dulu siapa ayah dari anak itu... lalu aku membalaskan atas kematian anakku" Anna


"baiklah Nya... aku akan ikuti Nyonya saja." kepala pelayan


"tapi ingat bi... jangan sampai ada yang mengetahui nya" Anna


beberapa hari sudah berlalu Anna yang sedang menikmati off day nya dan memilih bersantai dikamarnya namun tiba tiba Ziva masuk ntah apa tujuannya.


"wahhh enak ya bisa bersantai..." Ziva


Anna tidak memperdulikan dan pura pura tidak mendengar nya.


"hemmm.... aku jadi tidak sabaran menunggu dinikahi oleh Adryan... kamu lihat aku sudah dilamarnya.. bagus kan cincinnya... ini cincin limited edition.." duduk diranjang Anna sambil memamerkan cincin yang dijarinya.


"selamat ya..." Anna


"lalu kamu... kapan rencananya kamu pergi dari sini." Ziva


"katakan pada calon suamimu itu untuk menceraikan aku dulu... bagaimana bisa aku pergi dari sini sementara aku masih berstatus istri atau ratu dirumah ini." Anna


"yaa bersabarlah... " ucap nya sambil tersenyum padahal Anna fokus pada ponsel nya.


saat menoleh kearah Anna Ziva melihat ada kalung yang sangat indah melingkar dilehernya, bahkan Ziva ingat kalau kalung itu hanya ada tiga saja. bahkan harga dan kualitas kalung yang Anna gunakan jauh lebih berkualitas dari pada cincin yang dijarinya Ziva.


"bagaimana dia bisa punya kalung itu." batin Ziva


"kamu tidak malu memakai kalung kw... alias permata mainan." Ziva mengira itu palsu.


"menurut mu... ini aslinya atau duplikat nya kamu perduli apa." Anna


Anna masih bersikap santai karena tidak ingin menyerang lebih dulu, dan lagi Anna tau jika dirinya menyikapi Ziva dengan santai maka Ziva akan kepanasan sendiri.


lagi dan lagi Ziva masih fokus pada kalung itu karena kalau imitasi atau palsu kilauan nya sangat indah.


"kamu mau apa..." Anna terkejut karena tangan Ziva ingin menyentuh leher Anna


"tidak... aku hanya ingin melihat kalung mu..." Ziva


"jangan menyentuh ku... kita tak seakrab itu... lagian apa urusannya ini kalung asli atau bukan..." Anna


"keluar... aku ingin istirahat jangan mengganggu ku" Anna


"dihhh" Ziva pun keluar dengan kesal, namun hatinya masih bertanya tanya tentang kalung itu.


"itu asli... aku yakin tapi bagaimana dia bisa mendapatkan nya..." batin Ziva


"jangan jangan Adryan yang membeli nya... kalau tidak bagaimana bisa dia membeli kalung semahal itu..." batin Ziva sudah memanas dan mencurigai kalau Adryan yang memberi nya pada Anna

__ADS_1


__ADS_2