
sudah lebih dari seminggu Anna bekerja di unit pemasaran, dan Anna cukup senang karena orang orang yang bekerja disana sangat kompak dan bisa saling bekerja sama.
meskipun ada beberapa rekan wanita yang merasa iri pada Anna namun iri karena Anna cantik dan selalu memberikan ide baru. mereka iri karena menurut mereka Anna cukup sempurna sebagai wanita.
dan untuk rekan pria pun juga tak kalah seru, ada beberapa dari mereka yang selalu membuat kehebohan untuk mendapatkan perhatian Anna. ada yang setiap harinya tak lupa membawakan Anna makanan ada juga yang sebagai superhero yang tidak membiarkan Anna mengerjakan yang berat berat.
dikamar Anna.
"bagaimana pekerjaan disana Nyonya." ucap kepala pelayan
"seru bi... mereka sangat baik baik" Anna
"aku senang mendengar nya.." kepala pelayan
kemudian Anna menceritakan suasana dan kejadian yang lucu, mereka pun tertawa karena cerita Anna itu. kepala pelayan sangat senang karena Anna bisa ceria lagi dan tertawa.
"kalau Tuan bagaimana... aku yakin dia pasti sangat tampan saat bekerja dengan serius." kepala pelayan
"aku tidak bertemu dengan nya bi... tujuan kantor kami sudah berbeda." Anna
"ahh..." kepala pelayan tampak kecewa, kepala pelayan berharap jika Anna bekerja dan mereka sering bertemu, karena kalau sering bertemu pasti akan saling jatuh cinta menurut kepala pelayan.
kepala pelayan berharap hubungan mereka semakin dekat, kepala pelayan sudah merasa Adryan seperti anak nya sendiri karena sejak masih berumur dua tahun kepala pelayan sudah merawatnya. kepala pelayan berharap Adryan meninggalkan Ziva dan mempertahankan hubungan nya dengan Anna.
karena kepala pelayan merasa Anna sangat baik dan cocok menjadi pasangan Adryan.
"ngomong ngomong rambut Adryan yang pernah aku ceritakan itu apa sudah ada bi... aku hampir melupakan itu." Anna
"sudah Nya... ada dikamarku.." kepala pelayan
"ya sudah besok pagi berikan padaku... biar aku antarkan ke lab." Anna
"baiklah nya... Nyonya istirahat lah" kepala pelayan
"emmm " Anna senang karena dirumah ini ada seseorang yang bisa diajak nya bercerita yang bisa mendengarkan segala aktivitas Anna diluar mansion.
paginya saat semua orang sedang sarapan.
"Eric hari ini ada jadwal diluar kota. jadi dia tidak bisa menjemput mu" Adryan
"iya aku sudah tau" Anna
"tau dari mana?" Adryan
"barusan dia mengabariku lewat pesan" Anna
"ohh" Adryan
"hah... jangan berfikiran buruk... mungkin karena Eric jadi supir nya dan kini diluar kota wajar jika mengabarinya" batin Adryan
"kamu naik." Adryan belum menyelesaikan pembicaraan nya.
__ADS_1
"aku ikut mereka saja..." ikut mobil Inez dan Viana.
"baiklah..." Adryan
Ziva pun hanya diam saja namun dihatinya sangat panas karena mereka selalu ada bahan obrolan setiap hari.
"gila... mereka semakin hari semakin dekat saja..." batin Ziva. Ziva menatap Anna lalu menatap Adryan bergantian saat mereka ngobrol.
setelah selesai sarapan Adryan pergi ke ruang kerjanya karena ada berkas yang harus diambilnya. Ziva pun mengikuti nya dari belakang.
"hubungan kalian semakin dekat ya.."Ziva
"aku jadi sangat cemburu" Ziva bicara dari hati terdalam nya jadi tampak sangat menyedihkan.
"Ziva... kamu mengejutkan ku"Adryan
"sayang... itu hanya sebatas rekan kerja... kamu jangan berfikiran aneh aneh" Adryan
"tapi setiap harinya kalian pasti bertemu dikantor dan berbincang bincang... secara perlahan lahan pasti akan ada tumbuh benih cinta diantara kalian.." Ziva
"enggak.... dikantor kami tidak pernah bertemu... dia diunit pemasaran sayang... ayolah ziv... hari ini aku ada rapat penting... jangan membuat fikiran ku jadi kacau." Adryan
"lalu kapan kamu akan menceraikan nya... kapan juga kita akan menikah... aku juga bosan kita hanya berstatus pacaran dan Anna selalu mengatai ku simpanan suaminya... aku malu" Ziva
"kamu yang sabar ya sayang... belakangan ini aku banyak kerjaan... bahkan keluar kota aku menyuruh sekretaris ku... dan aku disini..." Adryan memeluk Ziva untuk menenangkan nya.
"kalau begitu aku mau kita dinner malam ini... kita sudah sangat lama tidak menghabiskan waktu bersama lagi..." Ziva
"emm" Ziva pun luluh
"tunggu saja Anna... dengan segala cara apa pun aku tidak akan membiarkan mu merebut nya..." Ziva
sementara dibawah Anna sudah mendapat kan beberapa helai rambut Adryan, Anna begitu bersemangat dan rencananya akan pergi ke rumah sakit sepulang kerja saja.
"lihat saja Ziva... aku akan membuatmu perhitungan karena sudah berani bermain api denganku.. aku masih belum mengikhlaskan kepergian anakku... dan aku akan membalasnya berkali kali lipat apa yang sudah aku rasakan" batin Anna
sepanjang hari Anna menjalani pekerjaan dengan sangat senang karena tim mereka berhasil memasarkan produk yang baru dan terjual laris lewat tim pemasaran mereka. perusahaan memberikan apresiasi dan penghargaan untuk tim mereka.
"wahh... saya bangga dengan tim kita. ini untuk pertama kalinya tim kita di puji bahkan kita diberikan tiket liburan bersama dari perusahaan." staff
"benarkah... wahh... hore kita liburan... yeyyy" mereka sangat senang
"kapan pak... liburan kemana"
"bisa di request pak... kita ke pantai saja..." saran yang lain
"jangan... kita mendaki saja.... sudah lama aku tidak mendaki"
"tenang dulu... kita tidak bisa menentukan kemana kita akan liburan. perusahaan yang menentukan nya... jadi jangan ada yang protes ikuti saja ok" staf
"yahhh..."
__ADS_1
"sudah tidak apa... yang penting perusahaan menghargai pekerjaan kita." staf
"kamu ikut keruangan saya." ucap staff pada Anna
"baiklah pak." Anna
diruangan staf pemasaran 2
"Selamat ya buat kesukaan tim kita... saya sangat berterima kasih karna berkat ide kamu kita berhasil menjual banyak. saya beruntung pak Eric mengantar mu ke tim saya... " staf
"aduh pak... saya jadi tidak enak... ini keberhasilan kita bersama dan sudah menjadi tugas kita memasarkan produk... bapak jangan seperti ini" Anna
"baiklah baiklah... kalau begitu mari ikuti saya." staf membawa Anna kesuatu tempat.
"ini... ini kan arah mau ke kantor nya Adryan" batin Anna
"kita mau kemana pak" Anna
"saya juga tidak tau... kita lihat saja nanti' staf
"suami mu yang meminta kita menghadapnya" batin staf
"benar.. ini ruangan nya Adryan... tapi mau apa kami kesini" batin Anna
"tok...tok. tok..." staf mengetuk pintu
"masuklah" suara dari dalam.
"Selamat siang Tuan" staf pemasaran.
"silahkan tunggu dan duduk disana (menunjukkan sofa) saya mau menyelesaikan ini sedikit lagi" Adryan
"wah... mereka sangat profesional sekali... jika dalam lingkungan perusahaan mereka tampak seperti tidak saling mengenal. aku jadi penasaran seperti apa mereka jika didalam rumahnya... pasti Tuan sangat romantis pada Anna" batin staf
"kalian mau minum apa..." tanya Adryan sambil memegang landline.
"tidak perlu Tuan..." staf
Adryan menatap Anna namun Anna hanya fokus pada lemari kaca yang berisi penghargaan penghargaan Adryan.
"Anna kamu mau minum sesuatu." staf menepuk paha Anna dengan pelan bahkan hanya ujung jari nya saja yang menyentuh.
"ahh tidak pak... " Anna tersadar
Adryan yang melihat hal itu tiba tiba dada nya sesak seolah olah benda berharga nya dirusak orang lain.
"tolong duduknya terpisah... saya tidak suka melihat pria dan wanita duduk bersampingan" Adryan
staf pemasaran dan Anna pun tampak bingung padahal mereka duduk cukup berjarak, bahkan untuk tempat duduk orang lain ditengah tengah Anna dan staf itu masih longgar.
"astaga... aku barusan menyentuh istrinya... wajar saja Tuan langsung berubah sikapnya." batin staf
__ADS_1
"baiklah Tuan" staf itu langsung mengerti dan langsung berpindah ke sofa yang satunya.