Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Berdebat dengan Adryan


__ADS_3

semua anggota keluarga Edward masih memikirkan cara bagaimana membujuk pengacara Tuan Edward. untuk membatalkan wasiat dari Edward tersebut, namun tetap saja pengacara itu menolak.


"maaf Nyonya... tapi itu perintah dari Tuan untuk terakhir kalinya." ucap pengacara itu.


"kamu tenang saja... kami tidak akan membiarkan mu begitu saja... kami akan membangunkan mu kantor notaris impian mu." ucap Nyonya Edward mencoba merayu pengacara.


"maaf sekali Nyonya... tapi saya ingin sekali bertemu dengan nyonya Anna... boleh aku berbicara dengannya sekarang." pengacara.


"menantuku sekarang tidak berada dirumah... biasa menantuku banyak kesibukan diluar." ucap Nyonya Edward.


"sepertinya aku harus buat janji untuk bertemu dengannya... mungkin 3 hari lagi saya akan datang menemui nya. mohon Nyonya bersedia menyampaikan nya." ucap pengacara itu.


"sial... pengacara ini sungguh sangat keras kepala. tidak boleh... Anna harus dikeluarkan dari penjara... bagaimana kalau dirinya tau Anna berada dalam penjara." ucap Nyonya Edward.


hari itu juga Adryan pergi untuk mengunjungi Anna dipenjara. namun kali ini juga sama seperti kemarin Anna sudah ada pengunjung. hal itu membuat Adryan semakin jengkel, dan para polisi itu pun akhirnya membiarkan Adryan untuk mengunjungi Anna.


"bagaimana bisa orang lain datang begitu cepat untuk sekedar mengunjungi nya. dia sedang dalam masalah dengan keluarga ku dan kalian masih tidak mengijinkan ku bertemu dengannya." ucap Adryan dengan nada penuh penekanan.


para polisi itu saling melihat satu sama lain.


"aku bingung.." ucap polisi 1 lewat kode mata.


"sama aku juga... kalau kita ijinkan kita akan kena marah dari atasan" polisi yang kedua juga memberi kode lewat tubuhnya.


"kita tidak punya pilihan selain mengijinkan nya." polisi 3 seperti nya takut dengan adryan dari pada atasan.


"baiklah Tuan.. silahkan" ucap polisi 3


"Tuan tunggu disini aku akan memanggilnya." ucap polisi itu.


"astaga... hanya seorang wanita saja tapi seperti nya nyawaku hampir meledak memikirkan nya." gerutu polisi itu sambil berjalan mengarah sel Anna.


"nona... ada kunjungan." polisi.


"lagi??? kak Jho datang lagi." ucap Anna dengan semangat.

__ADS_1


"bukan... kamu jangan terlalu semangat dulu. mari temui dia" ucap polisi itu.


"bukan... lalu siapa yang datang untuk mengunjungi ku lagi selain kak Jho." batin Anna


"silahkan masuk nona" ucap polisi itu mempersilakan Anna memasuki ruang kunjungan.


"Adryan...." batin Anna seketika langkahnya berhenti.


"silahkan duduk Nyonya yang mulia.. kasihan Nyonya berdiri terus." ucap Adryan yang semakin membuat Anna takut dan ragu untuk duduk dihadapan nya.


"baiklah... Nyonya tidak bersedia duduk. maka aku juga akan berdiri. kita akan berbicara berdiri saja" ucap Adryan


"tidak... tidak Tuan kita duduk saja.." Anna langsung cepat menjawab Adryan.


kini Anna pun duduk berhadapan dengan Adryan, namun Anna tidak berani untuk mengangkat kepalanya.


"sepertinya kamu senang dan suka tinggal disini. ditambah kamu selalu mendapat kunjungan dari sang kekasih." ucap Adryan.


"apa maksud dari ucapan Tuan.." ucap Anna yang kini sudah mengangkat kepalanya.


"ini aku yang memaksakan untuk mengunjungi jika tidak aku juga tidak ada disini." lanjut Adryan


"jika kamu menyayangi nya dan dia menyayangi mu kenapa kamu mau menikah denganku... dan apa hubungan mu dengan ayah." ucap Adryan


"dan bahkan sekarang kamu tau... semua wasiat yang ayah tinggalkan itu bukan untuk diriku... bukan juga untuk bunda maupun anak anak nya yang lain.... tapi anakmu nanti... apa aku harus meniduri mu sekarang supaya kamu cepat hamil dan melahirkan anak sebagai penerus perusahaan" celoteh Adryan.


"apa yang kamu bicarakan... kita sedang di dalam penjara." ucap Anna


"emangnya kenapa??? bukankah kita suami istri... bukankah itu hal normal untuk melakukan hubungan badan bagi pasangan suami istri.." ucap Adryan.


"cukup Tuan... aku sama sekali tidak mengerti apa yang kamu bicarakan... masalah wasiat...masalah anak... aku sama sekali tidak mengerti." ucap Anna.


"dan kita tidak akan memiliki anak... kalian bisa memperlakukan ku sebagai pembantu dan Tuan bisa menikah dengan kekasih mu." ucap Anna


"sepertinya kamu tidak mengerti ucapan ku... kenapa??? apa kamu sudah memiliki anak haram dari hasil luar nikah... atau kalian sudah merencanakan untuk memiliki anak." ucap Adryan yang membuat Anna marah.

__ADS_1


"jaga ucapan mu Adryan... kamu tidak punya hak untuk membicarakan tentang pribadi ku... dengan siapa aku memiliki anak itu tidak ada hubungan nya dengan mu... sepertinya sampai sini juga sudah cukup... kamu pergilah.. dan jangan pernah datang lagi... jika aku ditahan seumur hidup pun disini aku tidak keberatan... disini juga tidak lah buruk. dari pada aku harus melihat mu setiap hari di rumah megah mu itu." ucap Anna


"aku permisi Tuan yang terhormat." ucap Anna lalu pergi meninggalkan Adryan


"dasar pelacur... apa kamu pikir aku tidak tau... jika kamu ada pelacur... ayahku sangat dekat dengan pelacur pelacur dan kamu pastilah salah satunya." ucap Adryan.


Anna pun yang sudah melangkah dan sudah memegang pintu yang bedak dia buka terhenti mendengar ucapan Adryan itu. dan Anna mengepal kuat tangannya, Anna sangat ingin menghajarnya namun Anna memutuskan untuk tidak memperdulikan apapun ucapan dari Adryan.


Anna kini sudah kembali ke sel nya, dan Adryan yang hendak berniat pergi meninggalkan penjara itu. tiba tiba dirinya terpikir sesuatu.


"ya Tuan ada lagi." ucap polisi itu.


"jika besok ada yang ingin mengunjungi nya jangan diperbolehkan..." ucap Adryan


"heh???" para polisi itu terkejut dan kebingungan.


"siapa pun... terutama Jhonatan... dia tidak ada hubungan nya dengan kasus ini.. jadi aku tidak ingin mendengar jika ada yang mengunjungi nya lagi." ucap Adryan dengan tegas.


"baik tuan..." ucap polisi itu


Adryan pun kini telah kembali ke mansion dan ingin segera istirahat. rasanya tubuhnya sangat lelah untuk memikirkan semua masalah satu persatu. ditambah Adryan juga selalu menghadiri rapat pertemuan dari kalangan bisnis ayahnya dan pertemuan klien yang sangat penting. hingga Adryan sangat jarang meluangkan waktu untuk istirahat.


namun begitu Adryan sampai di mansion Nyonya Edward langsung menghampiri nya untuk berbincang bincang.


"nak... kamu sudah pulang" Nyonya Edward


"bunda ingin berbicara sebentar boleh nak..."


"katakan lah bunda... aku ingin segera istirahat." ucap Adryan yang tak sabaran untuk segera istirahat


"kita bebaskan saja Anna... pengacara ayahmu ingin berbicara secara langsung tiga hari lagi.." Nyonya Edward


"bunda saja yang mengurusnya... aku sedang capek..." ucap Adryan yang tak ingin mendengar tentang Anna.


"baiklah nak... istirahat lah.. urusan Anna bunda yang mengurusnya." Nyonya Edward

__ADS_1


__ADS_2