Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Ziva dan segala kekhawatiran nya


__ADS_3

sejak saat itu Ziva sangat khawatir bahkan tidak lagi tenang, dan untuk menikah dengan Adryan saja Ziva jadi bingung takut kalau suatu saat Anna akan membongkar nya. meskipun dia juga tau sedikit rahasia Anna tapi setidaknya rahasia nya lebih berbahaya dari pada Anna.


berbeda dengan Bima yang memikirkan betapa jahatnya Ziva, karena harta dan tahta Ziva tega melakukan segala cara untuk menghilangkan nyawa saingan nya. Bima menjadi merasa kalau Ziva keterlaluan padahal Ziva yang dia kenal dulu begitu lugu dan berhati lembut. itu kenapa Bima membiarkan Ziva bersama dengan Adryan karena demi kebahagiaan Ziva meskipun telah membohongi dan menghianati sahabat nya.


sejak saat itu juga Ziva menjadi takut penampakan dirinya didepan Anna, Ziva selalu menghindar setiap Anna akan muncul dihadapan nya. Anna pun merasakan hal itu karena dihari hari berikutnya Anna tidak melihat sosok Ziva terlihat didepannya.


"bagaimana ini... aku sangat takut sekali..." Ziva


"kalau ini terbongkar Adryan pasti akan segera mengusirku..." Ziva sangat takut karena Ziva tau kalau Adryan bisa memaafkan kesalahan apapun kecuali penghianatan.


"Anna..." Ziva dengan terpaksa menemui Anna dikamarnya.


"bisa kita bicara sebentar..." Ziva


"katakan saja..." Anna sambil mengutak atik laptopnya


"bisa tolong hentikan sebentar pekerjaan mu itu. aku ingin bicara serius." Ziva


"katakan saja lah... kuping ku juga bisa mendengarnya." Anna


"aku mohon... tolong rahasiakan semuanya... aku juga berjanji akan merahasiakan identitas mu." Ziva sambil berlutut dibawah.


"aku mohon Anna... maafkan semua kata kata kasarku dan semua yang sudah aku lakukan padamu... aku janji mulai hari ini aku akan patuh dan tidak akan berani denganmu lagi... tapi aku mohon jangan bongkar semuanya." Ziva


"kamu kesini ingin negosiasi denganku.... kamu ingin aku tetap merahasiakan penghianatan mu.. dan kamu merahasiakan identitas ku.... emang kamu tau siapa identitas ku yang sesungguhnya..." Anna


"(tertawa ngejek) heiii.... aku tidak peduli apa yang sudah kamu perbuat padaku.... tapi anakku... soal itu aku tidak bisa toleransi." Anna


"akuu" Ziva ingin bicara.


"diam... dengarkan aku bicara dulu. aku tidak peduli dulunya kamu itu menghianati nya atau bukan... Akan menikah dengannya atau bukan... aku akan membawa anakku keluar dari sini. tapi kamu... kamu berbuat kesalahan. kamu sendiri yang menggali lobang kuburan mu." Anna


"Anna aku mohon..." Ziva

__ADS_1


"aku sangat mencintai Adryan... bahkan tanpa dia aku tidak ada artinya jadi aku mohon tolong rahasiakan semuanya... aku bisa mati kalau Adryan tau semua tentang kebohongan ku. aku tau aku bersalah memang benar aku yang merencanakan kecelakaan itu... Anna aku minta maaf." Ziva sambil menangis


"srekkk...." jantung Anna sangat mendidih mendengar pengakuan Ziva kalau dirinya yang merencanakan semuanya. Anna ingin sekali menamparnya ingin mencekik nya tapi Anna mencoba menahannya sambil meneteskan air matanya mengingat kejadian kecelakaan yang menimpa dirinya itu hingga kehilangan anak yang sudah tidak sabar ditimang timangnya.


"aku mohon... Anna aku mohon" Ziva


"percuma kamu berlutut disana... menangis darah pun aku tidak peduli." Anna


"pergilah ke kamarmu... percuma juga kamu disitu tidak akan mengubah apapun... dan lagi aku sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kamu pergilah." Anna


Ziva yang mencoba negosiasi itu bahkan sampai berlutut memohon, bahkan sampai berjanji tidak akan mengganggu atau membuat keributan lagi. tapi Anna sama sekali tidak memperdulikannya.


Ziva menggigt bibir dengan sangat kuat bahkan sampai berdarah karena geram dengan sikap angkuh Anna.


"tunggu apa lagi keluarlah." Anna


Ziva pun akhirnya pergi dengan hatinya yang penuh dengan amarah, dirinya bahkan sudah berlutut dan ini pertama kalinya dirinya merendahkan diri pada orang lain.


"lihat saja.... aku akan membalas berkali kali lipat... tunggu saja pembalasan ku... aku akan membuatmu hancur berkeping keping... lihat saja aku akan membuatmu mati dengan tangisan kesakitan..." batin Ziva


"aaaa... bom... plash.... prank...." semua Ziva hancurkan dirinya sudah tidak perduli lagi dirinya sudah diujung kehancuran nya. pencapaian nya akan menjadi istri sultan sudah didepan mata tapi kini harapan nya sudah hancur.


"tidak... pokoknya tidak bisa... sebentar lagi aku akan menikah dengan Adryan dan itu tidak boleh dirusak siapa pun... pokoknya aku harus menikah dengannya... hikss... hiks...hiks. " Ziva menangis membayangkan Adryan membenci dan mengusirnya.


"ziv..." Adryan datang karena mendengar suara ribut dari kamar Ziva


"tok...tok....tok..."


"ziv kamu kenapa???... ziv kamu didalam... ziv..." Adryan panik karena tidak ada suara lagi dari dalam kamar.


"ziv... bukain pintunya aku khawatir kamu kenapa kenapa.... itu tadi suara apa... ziv bukain pintunya. (tok...tok...tok...)" Adryan


"aku tidak apa... tolong jangan diganggu dulu... aku ingin sendirian." Ziva

__ADS_1


"ok... aku tidak akan mengganggu tapi tolong bukain pintunya... suaranya apa itu tadi ayo sayang jangan membuatku khawatir." Adryan


"bukan apa apa.... tolong pergilah dari sana... aku mau sendirian jangan diganggu " Ziva


"baiklah... kalau ada sesuatu jangan simpan sendirian... kamu bisa ceritain apa masalahmu... baiklah selamat malam" Adryan lalu pergi meninggalkan kamar itu dengan rasa penasaran belakangan ini memang Adryan selalu melihat Ziva sedang melamun dan tatapannya selalu kosong seperti orang kebingungan.


"kenapa dia.... dia tidak pernah seperti itu." batin Adryan


Adryan lalu menghubungi Bima dan mereka janjian akan bertemu disuatu tempat, tepat pukul 22.00 Bima dan Adryan sudah bertemu. Adryan mengajak Bima bertemu hanya untuk cerita dan meminta sedikit saran dari sahabat nya itu.


"aku bingung belakangan ini Ziva suka menyendiri dan dia seperti orang kebingungan." Adryan


"bahkan tadi... aku tidak tau itu suara apa... yang pastinya aku dengar kalau dikamar Ziva itu sangat ribut... aku khawatir tentang nya tapi dia tidak mau membukakan pintu." Adryan


"mungkin dia lagi ada masalah... mungkin dengan keluarga nya" Bima


"aku bingung Bim... seharusnya dia cerita padaku apa masalahnya... kalau begini aku bisa apa... bertanya saja dia tidak mau menjawab..." Adryan


"aku dengar dengar kalian akan menikah..." Bima


"dia selalu menyinggung soal pernikahan... terpaksa aku berbohong dulu... aku masih ingin fokus dulu pada perkembangan perusahaan... kamu tau sendiri begitu ayah tidak ada... aku sedikit kegugupan" Adryan


"berarti kamu tidak akan menikahi nya." Bima


"bukan begitu Bim... aku pasti akan menikahi nya tapi sabar dulu... aku masih banyak urusan... tunggu masalah ku dikantor sudah selesai aku akan menikahinya." Adryan


"soal Livy... bagaimana apa kamu sudah menemukan dia dimana..." Adryan tiba tiba teringat


"kamu masih mencoba mencarinya... aku selalu bertanya tanya... kamu sudah memiliki Ziva lalu untuk apa kamu mencarinya lagi." Bima


"ntahlah Bim... aku juga bingung... setiap kali aku mengingat Livy perasaan ku tenang... aku merindukan nya... dan jantung ku sakit setiap kali mengingat nya..." Adryan


"lalu apa yang akan kamu lakukan begitu Livy sudah ada didepan mu... dengan tampilan yang cantik... bahkan lebih cantik dari Ziva." Bima mengatakan kejujuran kalau menurut nya Anna lebih cantik dari Ziva.

__ADS_1


"aku takut... kamu akan meninggalkan Ziva... secara Livy bagimu sangat berarti... dan nama Livy memiliki ruang tersendiri dihatimu." Bima


Adryan tak bisa menjawab pertanyaan yang diucapkan Bima, dan apa yang Bima ucapkan benar. meskipun Adryan sudah lama berpisah dengan Livy tapi tetap saja Livy akan sangat berarti bagi Adryan.


__ADS_2