Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
bertemu Selena ibunya


__ADS_3

ting... nong... ting.. nong....


"siapa??" tanya Anna yang heran pagi pagi jam 9 ada tamu yang datang.


"ceklekk" suara pintu terbuka.


"ini ada paket nyonya." ucap seorang kurir yang mengantarkan sesuatu dalam dus.


"dari siapa aku tidak ada memesan sesuatu?" tanya Anna.


"katanya dari kekasihmu nyonya" ucap nya.


"tanda tangan disini." ucap nya lagi.


"baiklah saya permisi." ucap kurir itu lalu pergi.


karena Anna penasaran, anna menghubungi Jho.


"hallo sayang" ucap Jho dari balik telepon.


"ini ada yang antar paket, apa ini dari kamu" tanya Anna.


"apa kamu suka?" tanya Jho


"belom aku buka, aku hanya memastikan apa ini kiriman mu" ucap Anna.


"pakailah itu sayang, nanti jam 3 aku jemput kita berangkat tengah 4 yaa" ucap Jho


"astaga... aku hampir lupaa.. baiklah baiklah." ucap Anna lalu mematikan ponsel nya.


"astaga... hampir saja aku melupakan undangan nya. ucap anna.


kemudian Anna membuka kotak paket itu, ternyata isinya dress yang indah lengkap dengan sepatunya dan satu set perhiasan. Anna sangat terkejut melihatnya. mungkin ini pertama kalinya dia mengenakan pakaian merah dan perhiasan yang indah setelah dibuang ke panti.


kemudian Anna menghubungi Jho lagi.


"makasihh sayang" ucap Anna langsung begitu Jho mengangkat nya.


"kamu suka??" tanya Jho


"emm" ucap Anna


"kamu siap siaplah aku akan menyelesaikan pekerjaan dulu sayang.. sampai ketemu" ucap Jho.


pukul 13.00


"ting..nong...ting...nong


"siapa?" tanya Anna yang bingung ada lagi orang yang datang dengan membawa peralatan makeup.


"ini kami utusan Tuan Jhonatan nona." ucap nya.


"buat apa?? maksudnya ngapain?" tanya Anna heran.


"nona tenang lah dan ikuti saja." ucap nya


Lalu mereka melakukan ritualnya dimulai dari luluran dan lain sebagainya.. Anna juga menikmati karena sentuhan mereka begitu lembut dan nyaman, ini juga pertama kalinya Anna merasakan perawatan.


"kulit mu sangat bagus nona" ucap salah seorang dari mereka.


"ohh yaa" saut Anna


"pasti nona memakai lation yang bagus" ucap nya lagi.


Anna hanya mengangguk saja, dan menikmati nya kembali hingga Anna tertidur


pukul 14.30


"nona bangun saat nya mandi" ucap nya


"ahhh iyaaa.. ini pukul berapa yaa?" tanya Anna yang masih setengah sadar.


"jam setengah 3 nona" ucapnya.


"baiklahh" Anna langsung bangkit dan langsung mandi.


selesai mandi Anna langsung di dandanin oleh mereka, dan hasilnya menakjubkan.


"kamu sangat cantik nona" puji salah seorang dari mereka.


"makasih.. tapi kamu juga cantik" puji Anna balik.


"nona ponsel mu berdering." ucapnya.


"makasihh" ucap Anna.


"hallo" Anna

__ADS_1


"apakah sudah beres... aku akan kesana." ucap Jho


"ahh iya ini sudah selesai." jawab Anna


"apa aku cocok dengan dress ini" tanya Anna pada mereka yang membantu nya berdandan.


"sangat pas dan sangat cocok di tubuh mu nona." ucap salah satu dari mereka.


"boleh tolong fotokan" ucap Anna sambil menyodorkan ponselnya.


"sini biar saya non"


"1.. 2... 3... cekrettt"


"coba lihat." Anna


"wahh ini sangat bangus, makasih ya" ucap Anna.


"masih ada yang kurang nona, jika ada tinggal sampaikan saja."


"tidak ada lagi ini lebih dari cukup." ucap Anna


"baiklah kalau begitu kami pamit nona."


"baiklah... kalian hati hati dan terimakasih sudah membantu ku" ucap Anna


"sama sama nona ini juga sudah menjadi tugas kami. permisi nona"


tak berapa lama setelah kepergian mereka Jho pun langsung tiba dan langsung masuk ke apartemen nya Anna.


begitu jho masuk dan langsung melihat ada seorang putri yang menari sendiri dan sangat bahagia rasanya.


saat Anna menari dan baru saja berputar terkejut karena ada sesosok melihat lihatnya menari.


"Jho" ucap Anna terkejut.


"astaga... aku sangat beruntung memiliki kekasih yang sangat cantik" puji Jho


"aku bahkan jadi berfikir untuk membawa mu kesana gimana kalau ada yang naksir kamu" ucap Jho lagi.


"sejak kapan kamu disini" tanya Anna mengalihkan ucapannya Jho karna merasa geli mendengarnya. namun sejujurnya Anna sedang dipuji oleh kekasihnya Jho


"emm mungkin dari tadi.. tapi aku asik melihat tuan putri sedang menari.' ucapnya.


"apakah tuan putri tidak ingin ditemani menari" goda Jho


"baiklah tuan putri.." ucap Jho.


Dalam perjalanan mereka asik bercanda gurau.. tiba tiba Eric sekretaris nya Jho menghubungi mengatakan jika ada klien penting yang datang dan meminta bertemu.


"sayang.. maaf yaa aku hanya bisa mengantar mu.. katakan pada Cindy permintaan maaf ku yaa" ucap Jho


"tidak masalah sayang.. nanti aku sampaikan pada Cindy." ucap Anna


"nanti jika acara sudah selesai hubungi aku ya biar nanti bisa aku jemput" ucap Jho


"emmm bagaimana kalau nginap" Anna.


"kamu mau bermalam dirumah Cindy." Jho


"tidak masalah... tapi kabarin aku ya sayang" ucapan Jho lembut.


"ohh iya hampir lupa.. itu kado nya sudah aku siapin sayang" ucap Jho


sesampainya didepan hotel yang sudah disewa oleh keluarga Cindy. Dan cindy juga sudah menunggu Anna sedari tadi.


"kamu hati hati ya sayang" ucap Anna.


"baiklah kamu juga jaga diri jangan sampai terluka" ucap Jho sambil mencium keningnya.


"Anna!" panggil Cindy yang sudah melihat Anna.


"heii... kok sendiri Jho mana?" tanya Cindy


"maaf cin tadi dia ingin hadir tapi tiba tiba ada klien penting nya datang." ucap Anna.


"ya sudah lahh kita masuk dulu ayah dan ibu sudah menunggu mu" ucap cindy lalu menuntun jalannya.


"ayahh ibu ini Anna" ucap cindy


"paman... bibi..." ucapan salam Anna


"wahhh sudah dewasa ternyata dan kamu cantik sekali nakk" ucap bu Rena ibu angkat nya cindy sambil memeluk nya.


"hanya ini yang bisa saya berikan, semoga bibi dan paman sehat selalu" ucap Anna


"astaga.. kamu tak perlu repot sayang.. makasih yaa buat kado dan doanya" ucap Ny.Rena

__ADS_1


"gimana kabar kamu nak" ucap ayahnya cindy Tuan Martin


"saya baik paman, seperti yang paman lihat" ucap Anna.


"iyaa cindy sudah banyak cerita tentang kamu. dan kami bangga mendengarnya" ucap Tuan Martin


"terimakasih paman." Anna


"baiklah kalian disini dulu ya paman dan bibi ingin menjamu tamu dulu." ucap tuan Martin


"baiklah paman" Anna.


"wahh ternyata mereka sangat baik cin.. juga rendah hati meski sudah kaya" ucap Anna


"kamu sungguh beruntung." lanjutnya lagi


"makanya aku berterima kasih padamu" ucap Cindy


"seandainya dulu kamu tidak menolak mungkin aku tidak berada disini" lanjut Cindy.


"kakk" panggil Cindy.


"kenalin ini sahabat aku" ucap cindy pada kakak angkat nya anak Tuan martin dan Ny. Rena.


"Leonardo panggilan Leo" ucap Leo sambil mengadahkan tangannya


"Anna kak" ucap Anna dan membalas salamannya


"saya tinggal dulu yaa." ucapnya


"tau gakk awalnya aku ingin menjodohkan mu dengan nya tapi kamu sudah keburu milik si Tuan Jho." ucap Cindy bercanda.


"nakk kemari" ucap Ny. Rena kepada kedua orang itu.


"jangan kemana mana acara nya akan segera dimulai." lanjutnya lagi.


"baiklah bu" Cindy


"iya bibi" Anna.


acara telah berjalan dengan lancar dan hanya tinggal acara hiburan Tuan Martin dan Ny.Rena tengah sibuk menjamu para tamu yang baru saja hadir karena kemacetan. dan Anna juga Cindy tengah asik menikmati hidangan acara itu.


"maaf Martin saya dan istri saya terlambat." ucap teman nya Tuan Martin yang baru saja datang.


"tidak masalah aku juga senang kalian hadir dengan selamat. mari mari silahkan" ucap Tuan Martin


begitu mereka saling memberi salam satu sama lain tiba tiba saja Anna sangat terkejut bahkan sampai menumpahkan minuman pada seseorang.


"ini pasti Putri mu ya Rena" ucap seseorang pada Ny Rena yang menunjukkan Anna.


"astaga dia sangat cantikk" ucap nya lagi sambil membelai pipi Anna


"prangkkk..." bunyi gelas pecah yang jatuh dari tangan Anna dan minuman nya tumpah di baju seseorang yang baru saja menyapa nya.


Anna pingsan dan hampir terjatuh di serpihan pecahan gelas itu, tapi langsung di tangkap oleh cindy.


"astaga.. gaunku" ucap seseorang yang tak lain adalah Selena ibu kandung nya Anna.


"maaf Selen anak ku tidak sengaja." ucap Ny. Rena


"Anna" tanya cindy panik


"kak leo tolong bantu angkat Anna" ucap Cindy.


lalu Anna pun dibawa ke kamarnya Cindy dan cindy juga langsung menghubungi dokter untuk segera datang.


sementara Selena sudah dibantu oleh Rena untuk mengganti gaunnya yang basah.


"maaf ya Selen, anak ku mungkin tidak enak badan hingga menumpahkan padamu." ucap Rena


"ini tidak masalah Rena, tapi aku ingin melihat kondisi putri mu aku dengar tadi dia pingsan." ucap selen.


"baiklah mari aku bawa kan" ucap Rena menuntun jalan ke kamar Anna dirawat.


"ibu???" batin Anna....


"aku yakin itu pasti dia, aku masih mengingat wajahnya dan itu sangat mirip." batin Anna kini penuh keraguan antara dia salah lihat atau memang iya.


"gimana perasaan mu nak.. apakah sudah baikan" tanya Rena yang sudah masuk dan membawa selen kedalam.


"benar ternyata itu dia dan aku tidak salah lihat" ucap Anna yang hanya memperhatikan sosok Selen dan tidak mendengarkan ucapan Rena.


"aku sudah tidak masalah nakk kamu tidak perlu merasa bersalah." ucap Selen Yang menganggap Anna merasa bersalah telah menumpahkan minuman ke gaunnya.


"baiklah mungkin kamu masih butuh istirahat... kalau begitu kami tinggal ya nak" ucap Rena.


Selen tersenyum lalu mengikuti jejak Rena meninggalkan ruangan itu, Anna kemudian keluar dan mengikuti langkah mereka.

__ADS_1


__ADS_2