Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
membuat onar


__ADS_3

Davin kini sedalam dalam pertandingan turnamen futsal, Anna juga Cindy hadir untuk menonton pertandingan itu. tiba tim Davin yang bertanding Anna dan cindy langsung menyemangati nya.


"wuuuuuuu.... ayo Davin.....ayooo Davin huooooo..." teriak Cindy.


"Davin semangattt... vinnnn.... huuuuuuuuuu..." Anna juga ikut


Davin yang langsung mendengar suara keduanya itu hanya memberi acungan jempol satu.


sementara yang orang yang merasa disekelilingnya mereka merasa terganggu dengan keributan Anna dan Cindy. memang suporter yang lain juga memberi semangat namun Anna dan Cindy menggunakan toaa. sehingga suaranya terdengar sangat kuat.


"wuuu... Davin semangattt.... ayoooo..." teriak Cindy.


"heiii bisa tolong jangan menggunakan itu telinga ku bisa pecah' ucap seseorang menegor cindy.


kali ini Cindy mengalah dan tidak ingin berulah. sehingga anna juga heran dengan sikap Cindy.


"kenapa??? gak biasanya kamu mau mengalah." ucap Anna


"aku juga tidak tauu... ingin saja aku mengalah kali ini" ucap cindy.


"golllll..... yeiiiii.... yuhuuuuu... Davin semangattt......"teriak cindy lagi yang melihat tim nya Davin berhasil memasukkan bola ke gawang lawan.


"horeeeeee davinnn ayooo semangat." Anna juga ikut teriak.


dibalik itu ada seseorang yang memperhatikan mereka dari belakang tepat di belakang Cindy.


"astaga... mereka terlalu bar bar..." ucap nya.


sementara yang lain pasrah aja dengan mereka, tohh juga tidak akan didengar jika diperingati lagi.


saat turnamen nya sudah selesai, dan tim nya Davin kalah di babak final penentuan. Anna dan Cindy langsung berlari menghampiri Davin agar tidak patah semangat.


"Davin semangat... jangan menyerah... Davin tersenyum jangan cemberut." ucap mereka dan Cindy menggunakan toa hingga teman tim nya Davin ikut menyoraki nya jugaa...


"astagaa... kalian sudahh sudahh" ucap Davin


"vinnn... siapa???" tanya teman Davin.


"temann... mereka teman dekatku." ucap Davin.


"ehemmm.... yang bener. kalau begitu aku mau satu" ucap temannya.


"yang boleh kamu ambil cuman satu, yang satu itu (menunjuk Anna) calon kakak iparku." ucap Davin.


"tapi hati hati... itu anjing liar" ucap Davin lagi.


lalu Davin ijin pamit pada kedua temannya itu, karena ada acara Davin bersama dengan satu timnya. dan tidak ingin mengajak mereka takut jadi pengacau. sungguh jahat memang Davin tidak mempercayai kedua temannya itu.


Anna dan Cindy pun langsung pergi dan langsung mencari tempat tongkrongan. namun karena dekat dengan mall Cindy pun langsung mengajak Anna. padahal Anna sudah cape jika harus kesana lagi. tapi Anna tidak bisa berkutik.


tiba tiba saat masuk mereka langsung di hadang oleh satpam yang menjaga di depan.


"maaf bu.. dilarang masuk." ucap satpam itu yang masih mengingat wajah mereka karena masalah kemarin itu.


"eehhh... apaa apaan ini... bagaimana bisa kami dilarang masuk. apa kami buronan atau kami pelaku tindak kriminal?? hehhh..." ucap Cindy


"dengar pakk... kami hanya ingin ke restoran nya saja, tidak lain lain" ucap Anna.


"maaf tapi tidak bisa. silahkan cari restoran yang lain saja." ucap satpam itu lagi.

__ADS_1


Cindy langsung pergi dan masuk kemobilnya mereka pikir Cindy akan pergi dan meninggalkan temanya ternyata..


"hehhh... jika jika tidak bisa masuk maka tutup saja ini" teriak Cindy menggunakan toa.


"astaga cinn... cukup... ini bukan untuk menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah lagi." ucap Anna yang malu dengan kelakuan temanya itu di luar ekspetasi nya.


"heh... kamu dengar tidakk aku tidak akan pergi. aku sudah sampai disini." teriak Cindy malah semakin jadi.


orang orang langsung spontan mencari sumber suara keributan itu.


"cinn sudahhh..." ucap Anna sambil menarik narik cindy namun Cindy tetap melawan.


"tidakkkk. aku akan tetap disini. hehhh... apa..." ucap Cindy


kedua satpam itu hendak ingin mengusir mereka tapi Cindy malah bertingkah.


"huaaaaaaa.... " teriak Cindy...


"apaaaa... mau apa...??" tanya Cindy yang menghindar dari satpam itu.


"heii... seperti nya kamu harus konsultasi ke skiater mungkin otak mu bermasalah." ucap salah satu satpam itu yang geram melihat Cindy.


"ada apa ini." ucap seseorang, yang baru tiba.


"pakk... ini ada orang yang mencari keributan. dan sudah menjadi daftar dilarang masuk." ucap salah satu satpam itu.


karena di mall itu aturannya sangat ketat dan jika ada yang membuat keributan disana akan dilarang masuk lagi.


deg....deg...deg... jantung Cindy sungguh tidak terkontrol lagi yang ditunggu tunggu nya akhirnya datang.


"bukannn bukan seperti itu. kami hanya ingin ke restoran saja tapi malah dilarang masuk." ucap Cindy.


"pakk kemarin mereka membuat onar disini makanya mereka dilarang masuk lagi." ucap satpam itu.


"enak saja... ngatain orang sembarangan... heh..." teriak Cindy.


"ini pakk ada buktinya..." ucap satpam.


"sudahh sudah... kaliaan tetap saja bertugas dan berjaga. kalian pergilah... ini sudah jadi aturan perusahaan kami" ucap nya.


"bleee" ejek satpam itu merasa puas.


"hiyaaaaa... sialannn" teriak Anna dan langsung melompat satpam itu hingga tersungkur.


"astaga..." ucap Anna malu.


"berani nya kamu mengejekk ku... rasakan ini" ucap Cindy sambil menggelitik nya.


"hua.. haha... huaahahah ampun.. ampunn... tolong aku" ucap satpam itu yang tidak tahan karena kegelian.


"huhhh... puas rasanya." ucap Cindy yang sudah legah meluapkan emosi nya.


"Anna mari kita pergi saja... kita cari restoran lain" ucap Cindy yang sudah kecewa.


"baiklah ayooo." ucap Anna


"nona tunggu..." ucap pria itu.


"apa lagi... aku sudah tidak nafsu lagi makan disini." ucap Cindy.

__ADS_1


"tapi aku sudah lapar sekali" ucap Anna. sesungguhnya tidak tapi Anna ingin membantu temannya itu sedikit. Anna tidak akan membiarkan kesempatan itu hangus begitu saja. sedangkan kemarin perjuangan Cindy untuk bertemu dengannya sampai harus membuat keributan.


"ayoooo lahh itu ada warteg yang dekat kita kesana aja." ucap Cindy.


Anna kemudian berlari kearah cindy dan menarik tangannya dengan kuat.


"aduhhh... Anna kamu apaansih...sakitt" ucap Cindy yang kesakitan.


"ya ampun maaf.. maaf aku tidak Sengaja." ucap Anna


"biar aku lihat" ucap seseorang yang tak lain adalah direktur mall itu.


"tidakk apa apa... udah tidak sakit lagi.." ucap Cindy.


"wahhh... sungguh luar biasa baru saja bapak ini menyentuh mu cin dan langsung sembuhhh... wahhh luar biasaaa..." ucap Anna


"astaga... apa mungkin ini yang namanya kekuatan cinta... bisa menyembuhkan segalanya." ucapnya lagi melebih lebihkan.


"aku iri... ahhhh..." lagi lagi Anna membual


"ehemm... mungkin itu suatu kebetulan saja. ohh iya saya minta maaf telah membuat ketidak nyamanan. tapi tolong lain kali jangan pernah membuat onar lagi. atau kalian bisa jadi daftar hitam pengunjung disini. " ucap nya.


"dan kalian bisa masuk.. silahkan" sambung nya lagi.


"terimakasih... terimakasih... kamu sungguh baikk.." ucap Anna.


"pakk... permisi ijin bertanya." ucap Anna. yang memanggil direktur itu saat hendak masuk.


"iyaa... silahkan!" ucap nya.


saat Anna ingin bertanya tapi Cindy memberikan kode untuk jangan bertanya apapun.


"iyaa ingin bertanya apa?" tanya nya lagi dan kemudian melihat kearah Cindy dan Anna secara bergantian.


"itu... apakah bapak ada lowongan kerja, itu teman saya pengangguran dan sedang mencari pekerjaan." ucap Anna.


"Anna sialan... dia memojokkan ku...anj**g" batin Cindy yang sudah memanas ingin segera menelan Anna.


"kasihann pakk... sungguh sedangkan aku hanya seorang mahasiswa itupun beasiswa yang dibiayai pemerintah. tolong yaa pak, beri dia pekerjaan." ucap Anna lagi.


"Anna anj**g... dasar anak kuyang... keturunan monyet... ahhhhhhh...." batin Cindy yang semakin panas.


"tapi... jika dilihat lihat penampilan kalian tidak Se menyedihkan itu... bahkan... ohhh aku masih ingat bukan kah minggu yang lalu kalian baru membeli barang branded???" ucap nya


Anna mati kutu dan tidak bisa lagi menjawab apa pun dan bahkan Anna menelan air slavina nya sendiri dan Cindy juga sudah panik akibat ulah temannya itu.


"tapi takk masalah, jika niat kalian baik dan ingin bekerja. kami memang sedang membutuhkan karyawan, dan aku akan memberikan kesempatan itu. datang lah besok jam 10 untuk interview, saya sendiri yang akan menyeleksinya permisi!." ucap direktur itu lalu pergi.


"huhhhh..." ucap Anna lega.


"anak anj**g... sini kamu sialannnn." ucap Anna pada sahabat nya itu.


"jangan marah dong.. aku hanya membantu mu" ucap Anna


"gimana???" tanya Anna lagi.


"aku tidak tau harus bahagia atau bersedih... heiiii... kenapa kamu bertindak sendiri tanpa konfirmasi... hahhh???" ucap Cindy.


"ayolahhh ini demi kebaikan mu... bisa bertemu setiap hari dengannya" ucap Anna

__ADS_1


"kamu pikir aku bisa setiap hari kesini... lalu aku meninggalkan kuliah ku... dan aku akan bicara apa pada ayah dan ibu. astaga...." ucap Cindy yang frustasi melihat sahabatnya.


__ADS_2