
kisah asmara Selena dan Vitto pun semakin serius, Vitto sudah memantapkan Selena sebagai pengganti istrinya yang sudah meninggal itu. sedangkan Dion juga sudah semakin nyaman dengan wanita asal Amerika itu, bahkan kini ayah dari wanita itu yang juga seorang direktur memberikan peluang bagi Dion jika bersedia menjadi pendamping Putri nya.
namun keduanya masih bingung dan langkah apa yang akan mereka lakukan lagi, secara mereka (Dion dan Selena) tidak mengakui jika dirinya sudah berkeluarga.
namun jika menolak sedangkan itu sebuah kesempatan emas bagi mereka, Dion bisa menjadi direktur karena ayah dari wanita itu menawarkan Dion untuk memegang anak perusahaan nya. sedangkan Selena menjadi istri miliarder yang bisa membeli apa pun yang ingin dibelinya.
Selena pun mengajak Jesika bertemu untuk meminta solusi.
"katakan ada apa lagi... bukanya kamu sudah tidak kekurangan apa apa lagi." Jesika
"jes.. aku lagi bingung ini." Selena
"kenapa... ada apa..." Jesika
"Vitto... dia mengajak aku buat serius." Selena
"serius..." Jesika sedikit terkejut
"emmm... makanya aku bingung" Selena
"bingung kenapa... harusnya senang dong... aneh" Jesika
"tapi kan aku masih bersuami.." Selena
"yaelah... tinggal ceraikan saja... lagian seperti cerita kamu... itu si Dion suka keluar kota dan luar negeri ngurus proyek nya... kamu mau di tinggal manda manda gitu... yang jelas jelas ada Vitto yang kaya juga ada waktu banyak untukmu" Jesika
"tapi jes.." Selena
"kamu masih sayang dengannya..." Jesika
"bukan begitu... mau bagaimana pun kamu sudah bersama selama 10 tahun... dan bahkan aku sudah ada Livy dari nya." Selena
"ya ampun... kamu masih saja polos ya... itu tu sedihnya cuman sebentar... nyesal nanti kamu jika menolak Vitto. udah... percaya aja sama ku.." Jesika
"gimana... apa perlu aku temani ngurus perceraian mu" Jesika
"tunggulah... biarkan malam ini aku memikirkan nya lagi..." Selena
"serah deh... yang penting kalau kamu menyesal nanti jangan datang menemaniku..." Jesika
__ADS_1
saat hendak pulang Dion gak sengaja melihat istrinya Selena masuk ke restoran mewah dengan pria lain, dan mereka tampak sangat dekat karena Selena menggenggam erat lengan pria itu.
"siapa pria yang bersamanya itu... dan ada hubungan apa mereka" ucap Dion yang melihat dari kejauhan lewat mobil
"jangan jangan alasan dia bekerja itu hanya bohongan... jangan bilang dia berselingkuh... sialan... dasar wanita sialan..." Dion tampak marah tanpa disadari nya dia juga sedang berselingkuh.
Dion pulang dengan raut wajah yang sudah sangat ingin marah, rasanya ingin meledak.
"Selamat malam Tuan..." merry membukakan pintu yang digedor gedor dengan keras.
"sejak kapan Selena pergi..." Dion langsung bertanya dengan nada marah
"sudah sore Tuan... sekitar pukul 17.30" Merry pun tampak ketakutan
"mau minum apa Tuan... atau Tuan mau makan sesuatu." Merry
Livy yang sudah sempat tidur dan mendengar Merry menyebut Tuan, Livy langsung bangun karena sudah merindukan ayahnya.
"ayah... ayah pulang" Livy hendak memeluk ayahnya
"minggir dulu... ayah sedang lelah..." Dion
"ayah sedang cape kerja dan aku hampir mengganggu nya" ucap Livy
"ya ampun... kasihan non Livy... padahal ia sudah rindu berat dengan Tuan... tapi Tuan malah membentak nya." batin Merry
"memangnya ada apa ya... Tuan biasanya kalau pulang langsung memeluk non... tapi sekarang pulang pulang dengan wajah marah." batin Merry
"buatkan teh panas saja..." Dion
"baik Tuan" Merry
Dion pun masih tetap menunggu Selena pulang, Merry yang sudah merasa akan terjadi sesuatu malam ini.
"tampaknya Tuan sangat marah sekali" batin Merry sambil menidurkan Livy
"bi... sepertinya ayah sedang marah... apa karena Ivy tadi" Livy
"tidak kok sayang... sudah kita tidur saja... ayooo" Merry
__ADS_1
Livy pun sudah tertidur namun Merry masih tetap berjaga ntah kenapa perasaan nya sangat gelisah malam ini. pukul 23.26 akhirnya Selena pulang diantarkan oleh Jesika dan sudah disambut oleh suaminya.
"seru makan malamnya... sampai pulang selarut ini." ucap Dion
"kamu... kamu sudah pulang... " Selena
"perasaan tadi bukan itu pakaian yang kamu gunakan saat masuk ke restoran dengan pria lain." Dion
"eh... bagaimana dia tau" batin Selena
"ada apa??? kenapa terkejut seperti itu... katakan siapa pria itu... apa dia yang membelikan mu semua barang mewah itu." Dion
"ya ampun.... dugaan ku benar... pasti ada yang terjadi diluaran sana... makanya Tuan sampai semarah itu" batin Merry yang mendengarkan mereka dari balik pintu
"bukan urusan mu..." jawab Selena
"ohh iyakah... pantesan saja belakangan ini kamu tampak seperti wanita murahan... ternyata memang benar... beralasan pergi kerja, ada kerjaan. ternyata sebagai wanita murahan" Dion
"diam kamu Dion... tau apa kamu... aku bukan wanita murahan... kamu nanya siapa dia... dia kekasih ku... dan dia sudah melamar ku... dia jauh lebih baik darimu... dan aku sudah mengurus surat perceraian." Selena pun mengeluarkan semua apa yang sudah direncanakan nya
"ohh... jadi kamu berselingkuh ya selama ini... dasar wanita tidak tau diri... " Dion
"kamu itu laki laki yang gak berguna.... nyesal aku mau dicomblangi sama pria seperti kamu.. udah.. pokoknya kita cerai... soal urusan anak aku tidak mau hak asuh... kamu saja yang mengurusnya... itu anak kamu darah daging kamu urus saja sendiri" Selena
"aku juga tidak sudi... aku tidak mau anak yang lahir dari rahim mu... rahim wanita murahan... dasar cewek matre... mata duitan" Dion
"terserah... mau kamu bawa kemana itu anak... aku tidak perduli... aku sudah muak tinggal bersama kalian..." Selena pun pergi ke kamarnya dan mengkemas kemar barangnya.
"ya Tuhan kenapa ini... kenapa Tuan dan Nyonya segampang itu mengatakan pisah." batin Merry
"Merry... Merry" teriak Dion
"iya Tuan..." Merry
"kemas barang barang Livy..." Dion
"Tuan mau dibawa kemana non Livy... jika kalian tidak mau merawat nya biar bersamaku saja Tuan." Merry
"apa urusan mu... jangan terlalu ikut campur.. urusin saja dirimu sendiri..." Dion
__ADS_1
sejak saat itu rumah tangga yang dulunya penuh kasih sayang itu, yang saling menyayangi satu sama lain. kini sudah berpisah mengambil jalan nya masing masing, dan tidak tau mereka bepergian kemana.