Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
memilih gaun pengantin


__ADS_3

Jho yang sudah mendapatkan informasi jika wanita yang bersama Anna kemarin itu adalah Istri dan anak seorang pengusaha no.1. Jho juga bingung kenapa bisa Anna masuk kedalam keluarga no. 1 dan yang paling di segani di ibu kota. ditambah lagi Anna akan menjadi menantu dikeluarga itu, membuat Jho tidak bisa berfikir lebih jauh lagi.


sedangkan Adryan yang meminta untuk mengirimkan foto Anna yang dipeluk oleh Jho. Adryan memintanya untuk diselidiki lebih lanjut. tak butuh waktu lama informasi yang Adryan butuhkan sudah tiba.


"lapor pak... benar mereka dulunya adalah sepasang kekasih... namun sekarang tidak tau pasti."


"apa ada bukti nya." tanya Adryan


"ini pakk... di dalam tertera beberapa foto mereka. dan mengenai Anna dia lulusan universitas XXX. dan dikenal sebagai siswa berprestasi. tapi masalah keluarganya saya tidak mendapatkan apa apa pak... informasi data keluarga nya tidak ada." lapornya.


"dan pria yang yang ada di foto itu, adalah seorang CEO CBN pak. yang baru berkembang 6 tahun belakangan ini." lapornya


"ya sudah... keluarlah..." Adryan


"siap pak.." ucapnya lalu keluar.


Adryan tersenyum melihat beberapa foto yang ada ditangannya. "bukankah alasannya pada bunda dan adikku jika mereka adalah saudara???" ucapnya


"hebat.... sungguh hebat sekali.... kamu bisa menipu ayahku. tapi tidak dengan aku." ucapnya sambil meremas foto Anna


"hoh... ternyata kamu kekasihnya itu... jadi ini isu yang menggemparkan dulu. meninggalkan seorang model terkenal demi seorang sampah...."


"aku akui... bisnismu sangat luar biasa... tapi kamu sungguh bodoh dalam memilih wanita..."


Anna yang kini sedang memilih gaun pengantin nya, namun kali ini ditemani oleh kepala pelayan. Tuan Edward mengusulkan nya supaya tidak terjadi lagi keributan, hingga akhirnya Anna menemukan gaun yang dia sukai.


"akhirnya kita menemukan nya bi.." ucap Anna pada kepala pelayan.


"iya nona... tapi apa itu tidak terlalu sederhana... tadi ada banyak gaun yang mewah juga bagus bagus non" kepala pelayan.


"ini acara bahagia non... kenapa tidak memilih yang bagus non...." lanjutnya


"bi... aku tidak menyukai model seperti tadi... aku menyukai yang seperti ini... lagian ntah aku bahagia atau tidak dengan pernikahan ini." ucap Anna


"ya sudah... kita makan dulu ya bi... aku lapar.." Anna

__ADS_1


"siap non..."kepala pelayan.


sepanjang hari kepala pelayan itu menemani Anna membeli segala keperluan nya. sungguh dirinya sangat bingung dengan apa yang orang lain pikirkan tentangnya dan apa yang dia lihat sesungguhnya. orang orang menilai Anna sebagai wanita licik dan manipulasi, sebagai wanita yang tergila gila dengan harta makannya Anna ingin menikah dengan Tuan muda.


"bi... ada apa??? sedari tadi aku melihat seperti orang kebingungan." ucap Anna


"tidak non... aku hanya canggung saja. dan ini pertama kalinya aku keluar seharian dan menemani majikan berbelanja." ucapnya.


"bi... aku bukan majikan.. aku sama dengan bi... kedepannya bi tidak perlu canggung." Anna


"non... sebenarnya aku bingung... orang orang di mansion mengatai non sangat buruk. tapi aku melihatnya tidak seperti yang mereka ceritakan." ucap kepala pelayan itu


"bi dengar... semua orang berhak menilai kita seperti apa?? semua orang punya hak untuk berkomentar tentang kita. tapi kita berhak untuk tidak mendengarkan nya. dan poin utamanya kita jangan pernah percaya dengan cerita cerita yang kita dengar. bagusnya kita sendiri yang melihat dan menilai dengan mata kepala kita sendiri bi." Anna


"benar juga non...." ucap kepala pelaya.


"non... boleh aku bertanya??" kepala pelayan


"silahkan bi" Anna


mendengar itu Anna terdiam, namun melihat kepala pelayan ini sepertinya bisa di percaya.


"boleh aku mempercayai bi.." Anna


"ini bukan rahasia besar. awalnya aku menolak. aku tidak mau... tapi paman mengatakan jika ini adalah permintaan terakhir nya. paman ingin aku menikah dengan putranya." Anna


"maksud non..." kepala pelayan


"paman memiliki riwayat penyakit kanker otak stadium akhir." Anna


"non.... jangan bercanda..." kepala pelayan itu terkejut.


"apa bi melihat ku bercanda." Anna


"awalnya aku juga menganggap paman bercanda dan hanya memanfaatkan itu supaya aku mau menerima nya. jangan ceritakan pada siapa pun bi... paman. aku tidak tau kenapa paman merahasiakannya pada keluarga." Anna

__ADS_1


"astaga.... non...." kepala pelayan syok mendengar nya


"dan kenapa non bisa mengenal Tuan... orang orang di mansion masih bertanya tentang bagaimana non bisa bertemu Tuan." kepala pelayan ingin memecahkan semua pertanyaan pertanyaan yang ada dikepalanya.


"itu... ayahku dan paman dulunya sahabat bi.. aku mengenal paman saat masih kecil dan kami tidak sengaja bertemu di rumah sakit bi... saat itu paman memintaku untuk tinggal bersama." Anna


"lalu orang tua non..." kepala pelayan


"ceritanya panjang bi... aku singkat saja ya... saat aku berusia 9 tahun orang tuaku bercerai dan mereka tidak ada yang ingin merawatku hingga mereka memutuskan untuk mengantarku ke panti asuhan." ucap Anna


"maaf non... bukan bermaksud untuk mengungkit masa lalu non.." kepala pelayan


"tidak masalah bi... itu juga masa lalu..." Anna


sejak saat itu kepala pelayan itu sangat kasihan pada Anna.


"ternyata rumor itu tidak benar...." batin kepala pelayan itu.


mereka pun akhirnya pulang setelah sudah membeli semua keperluan Anna. dan begitu tiba di rumah Anna berharap bisa langsung istirahat.


"wahh tuan putri sudah pulang ternyata..." ucap Liora


"sepertinya belanja sangat banyak sampai seharian untuk mencari barang barang mewah... secara kan ini pertama kalinya membeli barang barang mahal..." lanjut Liora


Anna tidak mengubrisnya dan meninggalkan mereka begitu saja.


"hehhh... kurang ajar aku berbicara panjang lebar dan kamu malah mau pergi begitu saja..." Liora kesal karna Anna tidak mengubrisnya.


"lantas aku harus apa non... jika itu tanggapan non soal aku. aku tidak masalah... semua orang berhak menilai aku seperti apa" ucap Anna lalu pergi.


"sialan...." umpat Liora. dirinya kini semakin geram melihat Anna


"bunda... lihat dia... dia sudah semakin mengeluarkan sifat aslinya... dia sudah semakin berani... apa dia pikir dia calon nyonya besar disini." Liora


"sudah sayang... suatu saat nanti akan kita balas dia... kamu yang tenang dulu ya. jika ayahmu tau yang bisa kamu dimarahi bukan dia" Nyonya Edward.

__ADS_1


"astaga... lelah sekali" ucap Anna.


__ADS_2