
sorenya itu saat sudah waktunya pulang kantor Anna yang pamit duluan untuk pulang namun dihadang oleh Adryan.
"bukankah kita searah... kenapa tidak menunggu ku sebentar..." Adryan
"baiklah... aku tunggu diluar." Anna
hati Anna sangat senang bisa berdekatan dengan Adryan seperti ini, mungkin itu juga keinginan janin yang didalam perutnya. dan rasa ingin memiliki nya ntah kenapa Anna juga ingin sekali mengungkapkan pada Adryan jika dirinya itu Livy. namun Anna masih memikirkan perasaan Ziva meskipun Liora yakini bayi yang Ziva kandung bukan darah daging Adryan.
"kenapa melamun..." Adryan
"ehhh Tuan... tidak kok... tidak melamun" Anna
"ya sudah ayo pulang." Adryan
mereka pun dalam perjalanan pulang dan mereka duduk di bangku belakang di setiri oleh sopir pribadi nya Adryan. saat sedang lampu merah Anna melihat pedagang makanan kaki lima, Anna tergiur ingin membeli nya namun enggan untuk mengatakan berhenti sebentar.
Adryan pun yang tak sengaja melihat Anna dan Adryan langsung paham dengan tatapan Anna memandangi dagangan kaki lima itu.
"berhenti sebentar..." Adryan
"ada apa???" tanya Anna sambil melihat kearah Adryan
"tunggu disini" Adryan turun dan menghampiri dagangan
"dia ngapain kesana..." batin Anna bertanya tanya.
beberapa menit kemudian Adryan datang dengan membawa kotak makanan.
"dia pasti membelinya untuk Ziva.... hemmm aku juga ingin..." batin Anna
Adryan yang baru masuk kedalam mobil dan melihat reaksi Anna yang tidak bersemangat itu.
"ini... makanlah" Adryan menaruh kotak itu ditengah tengah mereka.
"itu buat mu... makan lah..." ucap Adryan karena Anna hanya diam saja.
"makasih Tuan...." Anna kembali tersenyum.
"seperti anak kecil.." batin Adryan yang merasa senang melihat Anna tersenyum.
"mauuu... ini enak..." Anna
"makanlah..." Adryan
"sayang sekali kamu tak mau mencoba nya..." Anna
"pak... ini cobalah..." Anna menyodorkan makanan itu pada supir
"terimalah.... cicipi sedikit." Adryan
"baik Tuan" supir itu lalu mengambil sepotong.
"gimana rasanya enakan..." Anna
__ADS_1
"iya Nyonya... enakk" supir
"emmmm...." Anna
ingatan masa lalu.
"bagaimana enak???" tanya Adryan kecil
"iya enak... sangat enakkkk sekali..." Livy
"makanlah pelan pelan... tidak akan ada yang merebutnya.." Adryan.
"kalau iyan datang kesini bawa makanan ini lagi yaa... aku sukaa" Livy.
saat itu Tuan Edward akan datang berkunjung Adryan yang tak sengaja melihat makanan pedagang kaki lima dipinggir jalan dan membelinya untuk Livy. makanan itu sama dengan makanan yang barusan Anna makan.
"Livy.... lagi lagi aku mengingat nya... sebulan terakhir aku memimpikan nya." batin Adryan
"dan wanita ini selalu mengingatkan ku tentang mu" batin Adryan
mereka sudah tiba di mansion Ziva yang sedang ditaman depan untuk menikmati suasana sore hari dan melihat dengan mata kepala sendiri Anna dan Adryan keluar dari satu mobil.
"Anna??? bagaimana bisa dia ada disana... dan Adryan juga mengijinkannya duduk disampaing nya." Ziva kepanasan
"baby... baru pulang kantor..." Ziva menghampiri Adryan sedangkan Anna lanjut masuk kekamarnya
"Ziva... sedang apa kamu disini... ini sudah sore." Adryan
"kamu sedang mengkhawatirkan ku... " Ziva
"baiklah... ayo..." Ziva senang sekali mendengar ucapan itu.
"baby..." Ziva
"emm..." Adryan yang sudah duduk santai
"kenapa Anna bisa pulang bersama mu..." Ziva
"kamu iri... ayolah sayang... itu hanya kebetulan... karna kita pulang satu arah jadi aku tumpangin." Adryan
"benar cuman kebetulan..." Ziva masih tidak percaya.
"iya... kamu tenang saja... ya sudah aku mau kekamar dulu... mau bersihkan badan." Adryan lalu pergi
"wanita itu pasti sengaja... pantas saja dari pagi pergi... dan baru pulang pasti nunggu mobil Adryan lewat dan pura pura tidak menemukan taxi. ck... dasar licik" Ziva langsung menghampiri Anna.
Ziva berjalan ke arah kamar Anna dan Liora yang baru pulang melihat Ziva.
"kenapa dia kesana... bukanya kamar nya disana..." Liora yang penasaran mengikuti nya.
"tok...tok..tok..." Ziva mengetuk pintu Anna
"siapa..." tanya Anna, jika itu Liora makan akan langsung masuk.
__ADS_1
"aku..." Ziva dengan nada tidak suka
"Ziva... kenapa dia datang kesini..." batin Anna
"masuklah..." Anna menyuruh masuk sedangkan dirinya sedang mengeringkan rambut nya
"dasar licik.... pasti kamu sengaja kan mencari sensai di depan Adryan... pake numpang segala lagi dimobilnya." Ziva
"oh ya... tapi dia yang menawarkan tumpangan untuk ku... jadi aku tidak bisa menolak... kan kami juga satu tujuan." Anna
"kamu... semakin berani ya... sadar dan ingat... sebentar lagi kamu akan dikeluarkan dari rumah ini." Ziva
"siapa yang berkata seperti itu..." Liora masuk dan langsung berkata seperti itu
"dia... dia juga sedang mengandung anak kak Ryan... sekali lagi aku tegaskan anak kak Ryan... " Liora
"lio...." Anna
"apa.... anak Adryan... bagaimana bisa dia hamil tanpa ditiduri... jangan bermimpi..." Ziva
"oh ya... kita bisa buktikan saat bayinya lahir kita tes DNA... dan jangan lupa bagimu juga harus dites DNA juga. aku malah tidak yakin bayi yang kamu kandung itu anak kak Ryan." Liora
"lio... kamu jangan bicara sembarangan.... kamu pasti disihir oleh dia... kenapa kamu jadi seperti ini padaku... bukankah kita dulu sangat dekat... sejak kedekatan mu dengan wanita licik ini kamu jadi seperti ini padaku." Ziva
"jangan sesekali lagi aku dengar kamu menyebutnya wanita licik atau apalah... aku tidak segan segan nantinya." Liora
"Lio... terimakasih sudah datang... padahal aku sudah sangat lelah... dan tak ingin membuang tenaga ku lagi." Anna
Ziva yang kesal pergi meninggalkan mereka berdua dengan perasaan marah dan hati yang panas mendengar Anna hamil anak Adryan.
"bagaimana bisaa... tidak mungkin... itu pasti tipuan mereka... mereka pasti berpura pura untuk memanasiku... wanita itu sangat licik... dia sudah mencuci otak Liora... dia sangat berbahaya..." Ziva
Ziva dengan penasaran nya pergi ke kamar Adryan untuk menanyakannya langsung.
"baby... aku masuk ya" Ziva
"ada apa... sayang..." Adryan
"Anna hamil... katanya anak kamu..." Ziva langsung ke intinya
"siapa yang bicara seperti itu..." Adryan terkejut namun pastinya Adryan yakin jika itu anaknya
"Liora... Liora yang mengatakan nya... apa itu benar.." Ziva
"baby... dengarkan aku baik baik ya..." Adryan
"katakan jika itu benar... aku ingin jawaban nya langsung." Ziva memotong pembicaraan Adryan
"benar... tapi kesalahan ku... baby tolong jangan marah." Adryan
"benar.... lalu kalian tidak jadi bercerai ya... dan aku.... aku..." Ziva menangis
"baby... dengarkan aku... itu kesalahan ku... aku minta maaf... aku.. aku berjanji akan menceraikan dia setelah bayi kita ini lahir. Adryan
__ADS_1
"bayinya gimana... Liora bilang kalian tidak akan bercerai..." Ziva masih tetap menangis. mungkin dia menangis kerana bayi yang dikandung anna benaran anak Adryan sedangkan anak yang dikandung nya bukan anak Adryan.