Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Anna siuman


__ADS_3

Setelah dua hari terbaring di rumah sakit Anna pun akhirnya siuman.


"Anna... kamu sudah bangun" Cindy


"Nyonya... Nyonya sudah sadar." kepala pelayan


namun Anna hanya diam saja, hanya melihat mereka saja tanpa berkata apa apa.


kepala pelayan pun segera memencet tombol untuk memanggil dokter, dan tak berapa lama dokter pun sudah tiba dan langsung memeriksa kondisi Anna.


karena kondisi Anna masih sangat lemah meskipun sudah membaik, dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Anna kembali tertidur lagi dokter pun menyarankan untuk membiarkan nya istirahat.


Adryan pun langsung bergegas menuju rumah sakit begitu mendengar Anna sudah siuman, sedangkan posisinya saat itu sedang dalam rapat penting. namun Adryan meminta sekretaris nya untuk menggantikan nya disana.


"maaf semuanya... bos saya sedang ada urusan genting yang harus ditemuinya... jadi saya disini yang akan menggantikan beliau." sekretaris


"wahhh... bagaimana bisa begitu... ini kan kita sedang rapat penting... dan dia seenaknya mengganti kan posisi... lagian kamu hanya sekretaris biasa... apa bisa kamu mengerjakan proyek seperti ini..."


"benar... itu berarti perusahaan kalian tidak menghargai rekan bisnis yang lain... sementara kita datang dari dari kejauhan."


"sepenting apa itu sampai harus meninggalkan rapat ini... rapat ini juga sangat penting... putriku hari ini sedang berulang tahun dan itu momen yang sangat penting. tapi aku lebih mementingkan rapat ini..."


mereka semua sedang menghakimi Adryan yang pergi begitu saja meninggalkan mereka.


"bukan seperti itu Tuan Tuan... saya tau dan saya sadari perbuatan kami ini memanglah salah dan tidak pantas... tapi istri Tuan saya baru saja siuman dari kecelakaan maut. selama dua hari ini Tuan saya sangat gelisah karena istrinya tak kunjung sadar. saya harap kalian mohon pengertian nya Tuan Tuan yang terhormat." sekretaris

__ADS_1


"saya terpaksa harus mengatakan ini pada semuanya jika Tuan saya itu sudah menikah. namun pernikahan nya harus di privasikan untuk sementara waktu. dan berita yang sedang kalian lihat itu dan isu isu tentang Tuan saya itu benar... jika yang terjadi kecelakaan kemarin itulah istrinya." sekretaris terpaksa mengatakan yang sejujurnya.


"wahh... ini sangat mengejutkan sekali... bagaimana bisa pernikahan nya di privasikan..."


"benar... kenapa harus di privasikan... kita bahkan senang mendengar nya sudah beristri tapi kenapa tidak berkabar saat pernikahan itu... kami juga bisa merahasiakan nya."


"itu karena Tuan tidak ingin istrinya tersorot media, lagian Tuan khawatir jika tau siapa istrinya maka orang orang yang tidak menyukai Tuan akan melampiaskan pada istrinya." sekretaris


sebagian dari rekan bisnis itu ada yang senang mendengarnya, dan ada juga beberapa orang yang merasa kecewa. karena mereka sudah berniat ingin menyodorkan putri mendekati Adryan.


sekretaris itu terpaksa harus mengatakan yang sejujurnya pada mereka, karena mereka jika bersangkutan dengan keluarga yang sedang berduka mereka tidak akan kesal. sehingga mereka pun memaafkan kejadian Adryan yang tiba tiba meninggalkan ruang rapat itu. dan mereka tetap melanjutkan dengan baik.


"bagaimana kondisinya.." tanya Adryan


"tapi kenapa dia tertidur lagi..." Adryan


"kaya dokter biarkan saja dulu... kondisi fisiknya masih lemah Tuan" kepala pelayan.


"syukurlah..." Adryan


"tampaknya Tuan begitu perhatian padanya... begitu mendengar Nyonya Anna sadar... Tuan langsung terjun untuk melihat nya..." batin kepala pelayan


"aku senang Tuan akhirnya perhatian padanya... tapi bagaimana jika Nyonya Anna tetap ingin bercerai... ditambah dia sudah kehilangan anaknya..." batin kepala pelayan


"ada apa... apa ada masalah... kamu tampaknya sedang banyak pikiran" Adryan ternyata memperhatikan kepala pelayan.

__ADS_1


"tidak ada Tuan..." kepala pelayan


"jika lelah istirahat lah... biar aku yang menjaganya disini.." Adryan


"baiklah Tuan..." kepala pelayan


Adryan pun duduk di sofa yang ada diruangan itu sambil memandangi Anna yang masih terlelap itu.


"dia pasti akan sangat sedih begitu tau anaknya sudah tidak ada lagi." batin Adryan


"siapa pelakunya... dan kenapa dia melakukan ini... polisi saja sangat sulit menemukan nya... mereka pastinya sudah profesional dalam hal itu. sampai bisa menghilangkan jejak mereka."


"kamu... kapan kamu disini" Cindy terkejut


"sejak tadi.." Adryan


"bibi kemana..." Cindy


"istirahat... dia juga perlu istirahat... kamu juga... istirahat lah... biar aku yang menjaganya disini" Adryan


"kedengaran nya seperti suami yang menyayangi istrinya... tapi sayangnya tidak sesuai kenyataan" Cindy


"sudahlah... aku tidak ingin berdebat... aku akan menemani nya disini... aku takut ada orang lain berusaha menyakiti nya lagi." Cindy


Adryan terdiam dengan perkataan Cindy itu, ingin membantah tapi memang seperti itu lah kenyataan nya.

__ADS_1


__ADS_2