Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
menggantikan Ziva


__ADS_3

pukul 09.40 Adryan baru tiba dikantor sedangkan Anna hari ini tidak masuk kantor karena tim mereka diliburkan untuk persiapan jalan jalan nya.


namun setiba dikantor Adryan malah bingung sendiri tidak tau harus mau mengerjakan apa, Adryan masih mencoba mencerna apa yang sudah terjadi semalaman.


"astaga.... kenapa aku tidak mengingat apa apa... aku hanya mengingatkan kalau aku melihat Livy tertidur dibawah dan aku langsung memeluknya... tapi kenapa aromanya Livy sama dengan Anna dan tadi malam kenapa rasanya itu seperti nyata kalau aku benar benar sedang memeluk Livy..." Adryan


"dan Anna... aku ingat dia bilang kalau dia tau Livy dimana sebenarnya." Adryan padahal Anna bilangnya "aku memang Livy yang sebenarnya"


"ahhh... (Adryan masih sedikit pusing) dan Ziva dimana dia... kenapa tadi aku tidak melihatnya." Adryan


"ahh iya aku lupa kalau kemarin aku ada janji dengannya tapi aku tidak mengabari nya." Adryan lalu membuka ponselnya dan melihat ada banyak panggilan dan pesan dari Ziva kemarin malam.


"pasti dia sangat kecewa padaku." Adryan merasa bersalah.


Adryan lalu menghubungi Ziva namun ponselnya mati dan tidak terhubung sama sekali, Adryan lalu menghubungi ke mansion bertanya sedang apa Ziva. namun Adryan justru terkejut dengan jawaban dari pelayan yang mengangkat panggilan rumah itu.


"ya ampun... aku kenapa... aku sama sekali tidak mengingat apapun." Adryan mencoba mengingat ingat tapi sama sekali tidak bisa mengingat apapun.


"Tuan... rapat nya sudah mau dimulai... kami tinggal menunggu Tuan" ucap karyawan nya


"baiklah... aku akan kesana" Adryan sampai lupa kalau akan ada jadwal rapatnya hari ini.


sementara Ziva yang masih terlelap di sebuah kamar hotel, dirinya mabuk berat sampai sampai dia tidak tau kenapa dia bisa sampai dihotel itu. yang dia ingat hanya malam itu pergi ke sebuah clup dan minum minum dengan sangat banyak


"ahhh... kepala ku sangat pusing. aku sedang dimana ini... kenapa aku bisa disini" Ziva sudah sadar namun tidak bisa bangkit karena pusing.


"aduh semua badanku rasanya sakit sekali... " Ziva


"ponselku dimana... ahhh jauh sekali" Ziva masih belum sadar sepenuhnya, padahal ponsel nya ada di samping meja dekatnya namun yang dia lihat sangat jauh.


"astaga mungkin aku sudah gila tadi malam... sampai aku minum terlalu banyak... pusing sekali rasanya." Ziva mencoba bangkit namun masih belum sanggup dan memilih untuk terlelap sedikit lagi.


"siapa yang mengantarku kesini..." Ziva masih tetap tidak tenang mencoba untuk tidur lagi namun pikiran nya masih bertanya tanya


"perasaan aku sedang minum minum dan tidak pergi keluar dari clup itu... " Ziva memaksakan diri untuk bangun meraih ponsel nya.


"mati... apa ponsel ku lowbat ya" Ziva mencoba menghidupkan ponselnya.

__ADS_1


Ziva melihat batre ponselnya memang sudah merah, Ziva melihat ada pesan masuk dan beberapa panggilan dari Adryan.


"dia menghubungi ku... buat apa... bukankah sudah puas mengataiku pelacur" Ziva


"iniii... astaga... aku tadi malam menghubungi Bima dan durasi panggilan kami sangat panjang. wahhh kenapa aku tidak bisa mengingat apa pun ya" Ziva baru menyadari jika semalam dia menghubungi Bima dan menceritakan kejadian itu.


Bima pun yang tak ingin tinggal diam meminta temannya mencari Ziva di clup dan mengantarkan ke hotel.


malam itu.


"haloooo apa kabar Bima... aku yakin sekarang kamu pasti sudah bahagia kan bisa lepas dari wanita pelacur seperti ku...." Ziva bicara orang mabuk.


"hahaha... harusnya sih begitu..." Ziva


"ada apa denganmu..." bima


"kamu mabuk... kamu sedang minum minum" Bima


"dimana Adryan... kenapa kamu sampai mabuk seperti ini dan siapa yang bilang kamu itu pelacur." Bima


"hahaha.... aku sudah yakinn cuma kamu yang peduli padaku... ahhh aku jadi merindukan mu..." Ziva


"tidak... siapa bilang aku mabuk..." Ziva


kemudian Bima mematikan panggilan itu, Bima menghubungi teman nya meminta mencari Ziva ditempat clup yang biasa mereka kunjungi. dan benar saja Ziva ada disana dan sedang mabuk berat, dan untung saja teman Bima datang lebih cepat kalau tidak Ziva bisa terkena masalah.


teman Bima pun langsung mengantarkan Ziva ke hotel dan kemudian meninggalkan nya disana, lalu Bima kembali menghubungi Ziva bertanya apa yang sedang terjadi.


"kamu tau... aku baru saja disebut pelacur sama Adryan. hahaha.... dan sekarang dia sedang bersama istri tercinta nya. hahaha" Ziva


"apa kamu juga tidak merasa kalau aku ini pelacur" Ziva


"Ziva cukup jangan diteruskan... kamu bukanlah pelacur. orang yang mengatakan itu yang bajingan." Bima marah saat tau kalau Adryan mengatakan itu pada Ziva


"seharusnya aku mengikuti mu... kamu tau belakang ini mereka sangat dekat... setiap hari ada saja obrolan mereka. " Ziva mencurahkan semua isi hatinya hingga ponsel nya mati.


ponsel Ziva pun kembali mati, karena Ziva masih merasa sakit hati memilih untuk tinggal di hotel ini sementara. sedangkan dimansion anaknya rewel menangis para pelayan sudah bergantian menggendong nya tapi tetap saja anak itu masih rewel.

__ADS_1


sedangkan Anna masih sibuk menyusun pakaian nya karena besok mereka akan pergi liburan dengan rekan kerjanya. para pelayan tak mau mengganggu Anna apalagi Anna masih sangat mengantuk, namun saat hendak kedapur mengambilkan minum Anna mendengar suara tangisan anak itu.


karena tidak tega mendengar anak anak menangis Anna pun menghampiri nya dan melihat para pelayan sudah berusaha menenangkan nya.


"kemana ibunya" Anna


"belum pulang nya..." pelayan


"jam segini sudah pergi keluar..." Anna tidak tau kalau Ziva malam itu pergi


"bukan nya... tapi sejak tadi malam Nyonya Ziva pergi karena ribut dengan Tuan" pelayan


"benarkah... tapi seharusnya dia memikirkan anaknya" Anna


"sudah biarkan aku saja... kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian." Anna


"tapi Nyonya harus istirahat... besok Nyonya akan pergi liburan." kepala pelayan


"tidak apa bi... " Anna


lalu Anna mulai menggendong anak itu masih saja tetap menangis namun Anna dengan sabarnya memberi nya susu, hingga tanpa terasa mereka pun tertidur bersamaan.


hingga pukul 15 00 Anna masih tertidur bersama Tuan muda, para pelayan yang melihat nya sangat senang selain sikecil tidak rewel Anna juga bisa istirahat.


selang beberapa menit Adryan pun pulang lebih awal, ingin mengetahui apakah Ziva sudah pulang atau belum. karena ponselnya masih belum bisa dihubungi.


"Selamat sore Tuan" pelayan


"apakah Ziva sudah pulang." Adryan


"belum Tuan..." pelayan


Adryan dengan sedikit wajah kesalnya karena khawatir anaknya akan bagaimana jika tidak ada ibunya. Adryan pun naik melihat kekamar anaknya itu dan sedikit terkejut karena Anna ada disana bahkan mereka tertidur pulas.


Adryan merasa sedikit legah karena anaknya tidak seperti yang dipikirkan nya, Adryan pun membiarkan nya begitu saja dan pergi ke ruang kerjanya. Adryan meminta bawahannya melacak ponsel Ziva tapi karena mati dan tidak bisa dideteksi Adryan lalu meminta bawahannya mencek nomor panggilan yang terakhir Ziva hubungi siapa tau salah satu temannya Ziva meminta tumpangan.


dan Adryan cukup terkejut lagi melihat hasil yang dikirimkan olehnya bawahannya itu, nomor yang terakhir kali nya Ziva hubungi adalah nomor Bima dan mereka cukup lama berkomunikasi.

__ADS_1


Adryan sempat ingin berfikir buruk namun ditepis nya karena setahunya mereka bertiga itu temanan sudah lama, bisa jadi Ziva curhat tentang masalah mereka pada Bima.


__ADS_2