
"tapi dimana ya kita pernah bertemu.. kamu sepertinya tidak asing sayang" ucap nyonya Vittoria.
"mah mungkin salah orang..." ucap Jho
"iya bi... mungkin bibi salah orang" ucap Anna
"ahhh mungkin... siapa nama kamu sayang... astaga kamu cantik sekali." ucap nya memuji Anna
"Anna bi.. nama panjang nya BRIANNA." Anna mencoba tegar dan tenang. meski semua jiwa dan badan syok dan tubuhnya gemeteran.
"nama yang indah... sesuai dengan orangnya... silahkan duduk sayang." ucap Selena ibu kandung Anna dan juga ibu tiri nya Jho
"ya Tuhannn.... cobaan apa lagi ini.. kenapa harus dia yang menjadi ibu tirinya Jho. ada begitu banyak wanita kenapa harus Dia." batin Anna yang masih syok
"sayang..." panggil jho
"iya.." ucap Anna yang tersadar
"itu mamah bertanya" Jho
"ahh maaf bi aku gugup jadi tidak konsentrasi." ucap Anna
"sudah tidak masalah sayang... kamu tidak perlu gugup..." ucap Selena
"Jho kapan kita akan bertemu dengan keluarga Anna" tanya Selena
sontak pertanyaan itu membuat Anna terkejut dan tersendak.
"uhukk...uhukk..." Anna
"astaga sayang.. hati hati..." Jho langsung mengambil kan air putih.. " ini minum dulu"
"mah... bisa tidak itu dibicarakan nanti setelah selesai makan" ucap Davin.
"sudah sudah... lanjut saja makan nya. jangan ada bahas apa pun selagi makan" ucap Lucas.
semuanya pun terdiam menuruti perintah Lucas. sedangkan Anna sudah tidak nafsu lagi makan, namun harus dipaksakan.
setelah acara makan malam itu selesai, mereka lalu ke ruang santai yang dimana disana biasanya untuk mereka sedang bersantai setelah makan.
"tapi sedari tadi mamah sedang berfikir sepertinya kita pernah bertemu" ucap selena pada Anna.
__ADS_1
"mah mungkin itu sewaktu wisuda nya Davin kan aku sama Anna senang. yang mamah puji dia sangat pintar juga cantik itu yang..." Davin
"ohhh... itu... ya ampun iya... mamah baru ingat... astaga ternyata kamu anaknya..." ucap Selena
"berarti orang tua kamu??" tanya nya.
"mah...." ucap Jho dan Davin bersamaan.
"orang tuaku sudah lama meninggal bi.. sejak aku masih kecil mereka sudah tiada" ucap Anna.
Jho dan Davin yang mendengar itu sedikit terkejut, karena Anna langsung bilang jika orang tuanya sudah meninggal.
"astaga... malang sekali nasibmu nak" ucap selena yang merasa iba.
Anna yang mendengar itu ingin sekali mengungkapkan semua dan ingin meneriakinya kenapa dia tega membuang Anna dan kenapa dia tidak pernah sekalipun mencari sosok Livy.
"lalu sekarang kamu tinggal dengan siapa sayang." tanya Selena
"aku tinggal sendiri bi... keluarga ku tidak ingin merawat ku jadi sebatang kara sekarang." jawab Anna
"ya ampun sini bibi peluk" ucap selena yang merasa kasihan dengan Anna.
mendengar itu tubuh Anna sangat gemeteran, dan sangat tidak ingin dipeluk olehnya namun Anna tidak bisa menolaknya.
"tidak bi... aku hanya terharu jika bibi mau memeluk ku." ucap Anna beralasan.
"ya ampunn... kamu pasti sudah sangat merindukan ibumu ya... kamu yang kuat ya nak." ucap Selena.
perkataan itu sontak membuat Anna sudah tidak tahan lagi dan ingin sekali pergi dari takut jika Anna tidak bisa mengontrol Dirinya. namun Anna bingung bagaimana caranya supaya Jho membawa nya pulang.
"ya sudah kalian disini dulu ya.. bibi kedalam sebentar." ucap nya meninggalkan mereka
Anna yang mengamati ibu nya itu diam diam, dan melihat jika Selena sangat bahagia di keluarga ini. bahkan putrinya Derya yang dari Lucas sangat mirip dengan nya, Anna juga melihat bagaimana sayang nya Selena pada Jho dan Davin. membuat Anna sangat kecewa dan tidak habis pikir.
bagaimana Selena menelantarkan nya anak kandung nya sendiri dan tidak pernah mencoba mencari tau kabar nya. tapi malah menyayangi anak tirinya bagaikan anak kandung.
"aku sangat iri denganmu" ucap Anna pada Jho
"hemmm??" Jho kebingungan.
"bibi sangat menyayangi mu layaknya anak kandung nya sendiri." Anna
__ADS_1
"sudah sayang... nanti jika kamu sudah menjadi menantu nya dia juga akan menyayangi mu." ucap Jho
setelah hampir lama mereka berbincang bincang, Jho memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin malam.
"apa tidak bermalam disini sayang" ucap selena
"mah.. aku takut Anna tidak terbiasa tidur di tempat yang baru sedangkan besok kami harus bekerja " ucap Jho
"baiklah sayang kalian hati hati ya." ucap nya memberi salam dan memeluk Anna.
Anna sangat terkejut lagi. lagi lagi tubuh Anna gemeteran dan sambil menahan tangis. jujur saja siapa yang tidak merindukan ibunya, Anna sudah sangat lama ingin bertemu dengan ibunya dan memeluknya namun saat ini terwujud walau pun situasi dan keadaan nya tidak seperti yang Anna inginkan.
"paman. bibi. Anna pamit pulang ya.. aku berterima kasih karena kalian menyambut ku dengan baik." ucap Anna
"tidak apa apa sayang... ya sudah kamu hati hati dan jaga diri baik baik ya" ucap Selena.
Dalam perjalanan pulang Anna hanya terdiam dan karna tidak habis pikir kenapa semua ini terjadi padanya. juga Anna menahan tangis nya karna tidak ingin menimbulkan kecurigaan pada Jho Anna tidak ingin Jho mengetahui nya.
"sayang... kenapa diam saja.. apa ada masalah. apa perkataan ayah tadi menyakiti mu" tanya Jho
"tidak... paman sama sekali tidak menyakiti perasaan ku dia melakukan itu demi kebaikan mu. bibi juga.. dia sangat baik" ucap Anna
"tapi kenapa kamu hanya diam saja sayang" tanya jho
"aku terharu melihat keluarga mu yang rukun dan bahagia. " ucap Anna beralasan
"kelak mereka juga akan keluarga mu sayang..." ucap Jho
"yaa...." ucap Anna mencoba tenang.
sesampai nya diparkiran Anna langsung turun.
"sayang aku langsung masuk ya. seperti nya aku kecapean" ucap Anna
"baiklah... good Night sayang" ucap Jho.
Anna tidak menjawab membuat Jho kebingungan dan melihat Anna sedikit aneh malam ini tidak seperti hari hari bias-biasanya.
"kecapean... bener mungkin dia lagi kecapean dan ingin segera istirahat" ucap Jho membuat kesimpulan nya.
sedangkan Anna yang baru saja tiba di kamarnya langsung menangis mengeluarkan semua tangisan yang sedari tadi dia tahan tahan.
__ADS_1
"ya Tuhan kenapa ini harus terjadi lagi. kenapa tidak membiarkan aku bahagia. kenapa harus dia yang menjadi ibu nya Jho. kenapa???? kenapa Tuhan tidak membiarkan aku berjodoh dengan nya. apa salahku... kenapa orang yang sayangi dan aku cintai harus Tuhan pisahkan dariku. Tidak mungkin aku terus memaksakan untuk bersama dengan nya sedangkan ibunya dan ibuku sama. walaupun pun itu bukan ibu kandung nya tapi.... kenapa Tuhan...." ucap Anna