Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Proses pencarian Livy


__ADS_3

Malam itu saat semua orang tertidur dengan pulas Adryan bermimpi, didalam mimpinya Adryan melihat Livy menangis didalam sebuah ruangan gelap. Adryan berusaha untuk masuk dan memeluk Livy namun Adryan tidak bisa menembus nya.


"baby.... bangun sayang ini sudah pagi...." Ziva membangunkan Adryan


Adryan lalu membuka kedua matanya dan melihat dinding langit langit kamarnya.


"mimpi itu lagi..." Adryan


"mimpi apa???" Ziva


"tidak apa apa..." Adryan lalu meminum segelas air dan pergi ke kamar mandi.


siangnya itu saat tengah ada rapat dan Adryan merasa awalnya seperti biasanya, namun ntah kenapa mimpi itu masih membekas dipikiran nya apalagi sudah kedua kalinya Adryan bermimpi seperti itu.


"astaga... kenapa aku masih mengingat nya..." batin Adryan


"jelas jelas itu hanya sebuah mimpi... tapi... kenapa rasanya seperti nyata..." batin Adryan


"bahkan aku saja tidak tau keberadaan mu ada dimana...."


"bagaimana menurut bapak??" tanya sekretaris Adryan


"pak... persentase nya sudah selesai menurut bapak bagaimana." tanya nya lagi


"pak..." sekretaris itu menepuk pundak Adryan dengan hati hati.


"iya... bagaimana..." Adryan seperti kebingungan


"ahhh... kamu saja yang mengurusnya... kepala ku sedang pusing..." Adryan beralasan dan pamit untuk beristirahat.

__ADS_1


"baiklah pak" sekretaris


"sial... bahkan aku tidak fokus karena memikirkan kan nya..." Adryan


Adryan lalu mengambilkan foto masa kecilnya bersama dengan Livy, lalu melihatnya dengan penuh kerinduan. masanya Adryan sudah menyayangi dan mencintai Anna meski umur nya masih belasan tahun.


"kamu ada dimana sekarang... kenapa menerorku lewat mimpi... " Adryan


kemudian Adryan terpikir dengan Bima yang kini berada di Amerika, dan mengingat lagi jika ayahnya Livy dan Livy pergi pindah ke Amerika, meski dulu saat Adryan masih dibangun SMA sudah berusaha mencari Livy. bahkan sampai berniat kuliah di Amerika namun Nyonya Edward melarangnya.


"hallo brooo... bagaimana kabar mu..." Adryan


"wah... suatu kehormatan buatku seorang CEO termuda dan tertampan menghubungi ku" Bima bergurau


"hahaha.... jangan seperti itu bro... aku ada sesuatu yang penting." Adryan


"baiklah katakan Tuan..." Bima


"jangan bilang pujaan hatimu sewaktu kecil itu." Bima


"kenapa mencarinya... apa terjadi sesuatu... " Bima


"tidak tau bim... tapi aku bermimpi tentangnya... mimpi yang sama dia menangis didalam sebuah ruangan gelap. aku berusaha menggapai nya namun tidak bisa. aku rasa dia sedang dalam kesulitan." Adryan


"aku hanya ingin mengetahui keadaan dan keberadaan nya..." Adryan


"baiklah Tuan... segera kirimkan saja foto dan nama lengkapnya." Bima


"terimakasih bim... sekali lagi aku merepotkan mu" Adryan

__ADS_1


"hei... apa kita sejauh itu... ayolah bro... jangan seperti itu... serasa kita ini tidak seperti saudara." Bima


"baiklah baiklah..." Adryan lalu mematikan panggilan nya.


sementara Anna sedari tadi bersin bersin padahal dia baik baik saja tidak sedang demam atau flu. sampai kepala pelayan sibuk mengira Anna sedang demam.


"aku baik baik saja kok bi..." Anna


"sudah Nyonya tenang saja..." kepala pelayan menghubungi seorang dokter.


Anna bahkan geleng geleng kepala melihat kepala pelayan itu sibuk kesana kemari sampai memanggil dokter.


"mungkin faktor debu dan cuaca yang membuat nya bersih bersin... bukan hal yang membahayakan.." dokter


"syukurlah... terimakasih dok mari saya antar..." kepala pelayan


"terimakasih dok... maaf juga sudah merepotkan" kepala pelayan yang sudah mengantar dokter itu sampai keluar.


"baiklah itu sudah kewajiban ku." dokter itu lalu pergi dan kepala pelayan masuk


"siapa yang sakit... sampai mengundang dokter." Ziva


"bukan siapa siapa Nyonya." kepala pelayan tidak ingin meladeni Ziva


"jika tidak ada... kenapa dokter harus datang.... buang buang duit saja..." Ziva lalu pergi


sementara Nyonya Edward sudah dua bulanan setia menunggu putrinya yang mengalami vegetatif, Nyonya Edward berharap keajaiban datang sehingga Liora segera sadar dari vegetatif nya.


Adryan meminta untuk bergantian karena kasihan ibunya hanya dirumah sakit saja, tapi Nyonya Edward menolaknya dia tidak mau sedetik pun meninggalkan putrinya itu.

__ADS_1


ditempat lain juga seseorang yang selalu merindukan sosok Anna, meskipun dirinya sadar jika mereka tidak akan bisa bersatu. apalagi kini Anna berstatus sebagai istri orang lain. Jho kini lebih memprioritaskan pekerjaan nya untuk menghilangkan segala rasa stres yang menimpanya.


Jho masih tahap proses melupakan Anna meski hanya tak sadar teelintas dipikiran Jho. ditambah rumor yang menyebar dimana Adryan dan Anna baru selesai pemeriksaan kandungan. Jho sedikit merasa senang karena Adryan masih memperdulikan nya namun disisi lain Jho merasa iri plus sedih karena bukan dirinya yang merangkul Anna.


__ADS_2