Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
mengajak Anna pulang bersama


__ADS_3

di perusahaan kini tengah heboh soal gosip tentang kedekatan Anna dan sekretaris CEO, dan mereka pun tengah sibuk berbisik bisik saat jam istirahat. Adryan yang tak sengaja lewat dan mendengar beberapa orang menggosipi Anna dan sekretaris.


"kamu yakin gk sihh kalau Anna dan pak sekretaris itu cuman sepupu... tapi yang aku lihat sepertinya tidak begitu." A


"ntah lahh... tapi pas awal Anna datang ke tim kami pak sekretaris mengatakan kalau mereka sepupu." B


"aku sering melihat mereka diluar... pernah lagi aku melihat mereka belanja di mall dan mereka sangat happy banget..." C


"iyaa... aku juga sering melihat mereka makan di resto dan mereka selalu berdua. aku sudah sering melihat mereka kemana mana berdua." A


"makanya aku jadi curiga kalau mereka itu bukan sepupu." A


"ntah lah... kalau pun iya tidak apa apa... mereka cukup serasi juga." B


ditempat lain juga sama Adryan lagi lagi mendengar gosip yang sama, Adryan yang awalnya tak memperdulikan apa pun. tapi karena ada banyak yang mencocokkan mereka yang mengatakan kalau mereka serasi dan itu membuat kuping Adryan terasa panas.


"segera keruanganku" ucap Adryan melalui telepon kantor.


"baik Tuan" Eric


"apa ada masalah... kenapa nada bicaranya seperti ada sesuatu" Eric penasaran dan segera keruangan Adryan


"apa ada masalah Tuan." Eric


"apa kamu sudah mendengar cerita yang beredar dikantor ini." Adryan


"belum Tuan... emang nya ada berita apa" Eric


"apa kamu menyukai nya... apa kalian sedang menjalani hubungan diam diam" Adryan


"maaf Tuan tapi saya tidak mengerti" Eric


"aku menyuruhmu untuk mengantar jemput nya... bukan mendekati nya... apa kamu tidak berfikir itu sudah kelewatan batas" Adryan


"semua orang membahas kalau kalian sedang menjalani hubungan tersembunyi..." Adryan


"maaf Tuan itu semua tidak benar... kami hanya" Eric


"tapi kamu menyukai nya... dan aku bisa melihat nya bagaimana caramu menatapnya..." Adryan


"maaf Tuan... sungguh itu semua tidak benar..." Eric


"tapi kamu menyukai nya.... itu benar bukan" Adryan


Eric hanya terdiam tidak berani menjawab.


"baiklah... mulai besok kamu saya mutasi kan ke" Adryan belum menyelesaikan pembicaraan nya.


"Tuan... saya mohon jangan mutasikan saya... saya berjanji tidak akan" Eric


"kamu membantahku..." Adryan


"bukan Tuan... saya tidak berani... tapi untuk kali ini saya mohon jangan mutasikan saya." Eric


"kenapa... apa alasannya" Adryan


Eric pun tak bisa menjawab nya lagi.


"baiklah... tapi mulai hari ini... bukan kamu lagi yang mengantar ataupun menjemput nya." Adryan


"sudah kamu keluar sekarang." Adryan


"terimakasih Tuan... saya permisi" Eric pun keluar dengan perasaan yang tercambuk karena sudah tidak bisa lagi dekat dengan Anna.

__ADS_1


sementara Anna yang tidak fokus pada pekerjaannya karena masih kepikiran dengan apa yang Bima katakan padanya.


"katakan ada apa... kenapa kamu sampai menjemput ku.." Anna


"aku mohon tolong jangan katakan apapun pada Adryan soal kami... dan soal anak itu..." Bima


"kamu gila... itu anak kamu dan darah daging kamu... Darah kamu yang mengalir pada daging anak itu. tapi kamu malah membiarkan orang lain yang menjadi ayahnya... dan kamu juga melihat orang tercintamu bersama pria lain...apa kamu sudah memang kehilangan akal sehat" Anna


"aku tidak punya pilihan lain... itu semua demi kebahagiaan nya" Bima


"kebahagiaan... kamu pikir dia akan bahagia selamanya seperti itu... tidakkk cepat atau lambat semua orang juga akan tau... meski bukan dari mulutku... tapi bangkai tidak akan pernah bisa ditutupi karena baunya akan menyebar." Anna


"tapi dia mengancam akan bunuh diri." Bima


"lalu... kamu khawatir akan hal itu... itu hanya ancaman" Anna


"itu bukan ancaman... tapi dia berkata dengan sungguh sungguh... jadi aku mohon Anna tolong jangan katakan apapun... aku mohon..." Bima sampai berlutut pada Anna


"apa yang kamu lakukan.... kamu sudah gila ya... bagaimana kalau orang melihatnya..." Anna


"aku mohon." Bima


"tidakkk... aku tidak akan melakukan itu... bagaimana pun kebohongan tidak bisa ditutupi... kalau kamu mau saran dari aku... pergilah bawa dia jauh dari sini." Anna


"dia tidak mau... aku sudah berkata seperti itu tapi dia sama sekali tidak mau bersamaku" Bima


"kamu berdirilah... mari kita cari solusi nya bersama sama... jangan membuat orang berfikiran aneh" Anna


Bima pun berdiri dan kembali ke tempat duduknya.


"aku akan membujuknya... supaya dia mau ikut denganmu... aku tau kamu sangat tulus dengannya... harusnya dia bisa melihat nya... tapi dia buta akan harta yang ada pada Adryan. dan aku juga tau kalau dia tidak sepenuhnya mencintai Adryan. dia mencintai mu." Anna


"dengan kamu membawanya pergi... aku tidak akan pernah mengatakan apapun..." Anna


"lalu bagaimana denganmu... kenapa tidak mengaku saja pada Adryan... kamu tau... Adryan lah yang menyuruh ku mencarimu... kamu masih sangat berharga baginya... aku yakin dia akan sangat bahagia saat tau kalau kamu itu Livy." Bima


"jangan mengalihkan topik pembicaraan kita... kita kesini membahas tentang Ziva... kalau begitu aku pulang dulu... aku sudah lelah" Anna


hal itu pun membuat Anna seperti orang kebingungan dan semangat Anna berkurang.


"Anna kamu dipanggil ke ruangan CEO." ucap staf Anna


"hah... sekarang?" Anna


"iya... katanya sudah beberapa kali menghubungi mu. tapi" staf


"astaga... aku tidak mendengar nya" Anna


"baiklah aku akan kesana..." Anna


"astaga... ada apa lagi ini... tidak biasanya dia memanggilku keruangannya." batin Anna


"(tok...tok...tok...) permisi Tuan" Anna


"masuk..."


"hufffff....." Anna menarik nafas sebelum masuk.


begitu masuk Anna pun hanya diam saja tidak bertanya apa apa.


"duduk... apa kamu mau berdiri terus.." Adryan


"katakan saja Tuan... ada hal penting apa... aku masih ada pekerjaan yang ha" Anna

__ADS_1


"tidak usah kerjakan..." Adryan


"baiklah..." Anna pun duduk


"ada urusan apa kamu kemarin pergi bersama Bima..." Adryan


"hah???" Anna


"kenapa??? apa bingung." Adryan


"bukan apa apa..." Anna


"mulai nanti kamu ikut pulang denganku" Adryan


"kenapa???" Anna terkejut


"kenapa???" Adryan bertanya balik


"emangnya Eric kemana? maksud ku pak sekretaris..." Anna


"ahh jadi kalian sudah seakrab itu... sampai kamu memanggil namnya dengan santai seperti itu." Adryan


"apa kamu juga menyukainya..." Adryan


"apa maksud mu juga..." Anna


"kamu tidak sadar... kalau Eric menyukaimu..." Adryan


"hah??" batin Anna


"pokoknya mulai nanti kita pulang bersama." Adryan


"aku tidak mau... aku naik taxi saja..." Anna


"biar kamu bebas bertemu dengan siapa saja diluaran sana... bahkan belakangan ini kamu pulang malam malam..." Adryan


"kenapa??? kamu mau melarang ku..." Anna


"ya... aku melarang mulai dari sekarang..." Adryan


"kamu istriku... dan itu hak ku" Adryan


"deg.... deg... deg..." jantung Anna berdebar dengan kencang saat Adryan berkata istriku. dan mengingat ucapan Bima kalau Livy begitu berarti bagi Adryan.


"sudah tidak ada lagi yang mau dibahas... aku mau pergi" Anna


"aku belum selesai bicara..." Adryan


"kita bisa bicara dirumah... ini kantor." Anna


"ini juga kantorku... " Adryan


"terserah..." Anna keluar dari ruangan itu.


"ingat pulangnya naik mobilku." Adryan teriak sementara pintu baru saja Anna buka dan suara Adryan terdengar sampai keluar.


"kamu sudah gila..." Anna kembali menutup pintu


"bagaimana kalau karyawan yang lain lewat dan mendengar kamu berteriak seperti itu..." Anna


"emangnya siapa yang berani menentang ku... terserah aku mau bilang atau teriak..." Adryan


"terserah..." Anna kini keluar dan segera menutup pintu rapat rapat.

__ADS_1


__ADS_2