
Liora semakin hari semakin dekat dan nyaman bersama Anna, setiap ada tugas dari dosen selalu meminta bantuan Anna. dan Anna pun sama sekali tidak pernah keberatan membantu nya. setiap ada tugas dari dosen nya atau mata kuliah nya Liora langsung bergegas menemui Anna dan kamar Anna seolah olah seperti ruang belajar Liora.
hingga suatu saat setelah pulang dari kampus Liora langsung menghampiri Anna ke kamarnya untuk mengerjakan tugas nya. namun yang ia lihat tidak seperti biasanya, ada banyak daun daun dari pepohonan itu berserakan seperti tak disapu. padahal biasanya Anna sangat rajin membersihkan pekarangan itu.
tanpa mengetuk dan memanggil Liora langsung masuk saja kekamar Anna, dan kebetulan sekali kamar itu tak terkunci. Liora melihat Anna yang terbaring dikasur seperti seorang mayat tak bergerak sama sekali. dan Liora mendekati menyentuh tangan Anna, sungguh Liora terkejut karena tubuh Anna sangat panas.
"kamu demam???" tanya Liora panik.
"hemm... kamu... kapan kamu masuk" tanya Anna dengan suara lemas.
"astaga... kenapa tidak bilang pada pelayan kalau kamu demam.." Liora mengomel seperti seorang saudara yang peduli dan khawatir.
"ayoo.... kita ke rumah sakit saja... biar aku yang gendong." Liora
"tidak perlu... ini demam biasa... palingan nanti juga sembuh." Anna
"stt... udahh jangan membantah... kamu tunggu disini." Liora pergi keluar untuk memanggil pelayan membantu Anna
"ayoo bantu aku menggendong Anna... dia demam." ucap Liora pada pelayan.
para pelayan itu pun langsung mengikuti Liora menuju kamar Anna. mereka pun akhirnya tiba dimobil dan Liora langsung mengendarai nya menuju rumah sakit.
"kenapa kamu sungguh bodoh... tidak memanggil kan pelayan." Liora
"aku bilang aku tidak apa apa... ini hanya demam biasa." Anna masih ada tenaga untuk mengelak.
"sudahlah... kamu diam saja... kita akan segera sampai." Liora.
setibanya dirumah sakit Liora membawakan Anna keruangan UGD dan meminta dokter untuk segera menangani nya.
"dokter... tolong segera tangani dia.." Liora
"baiklah... kami akan segera menangani nya... harap nona tenang dulu ya." dokter.
"bisakah aku ikut pemeriksaan..." Liora
"yaa silahkan.." dokter itu mempersilakan Liora masuk.
dokter itu pun mulai memeriksa Anna dan mencek suhu tubuh nya, Liora memperhatikan semua proses yang dokter itu lakukan.
"tenanglah... aku baik baik saja. tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Anna
"benar kata pasien... tidak ada yang perlu dikhawatirkan...." dokter.
"ini umum dirasakan oleh ibu ibu hamil muda. Nyonya selamat ya... usia kandungan nya baru berusia dua minggu. tolong jangan terlalu banyak bergerak. karena janinnya masih sangat lemah." lanjut dokter.
"duarrrrr....." mendengar itu seperti sebuah ledakan nuklir bagi Anna.
__ADS_1
"apa??" tanya Anna terkejut.
"Nyonya sedang hamil muda apa Nyonya tidak menyadari nya." dokter.
"dokter... maaf ini kehamilan pertamanya... wajar saja dia terkejut..." Liora juga sangat terkejut mendengar nya.
"baiklah... kalau begitu saya permisi... oh iya... nanti jangan lupa untuk keruangan saya mengambil resep obat vitamin nya." dokter itu pun pergi.
"apa apaan ini..." batin Anna
"ini... ini mustahil... kami hanya melakukan nya satu malaman saja dan langsung jadi." ucap Anna
"dengan kak Ryan.." Liora menjawab ucapan Anna
"hah??? tidak lupakan saja... kalau begitu kita sebaiknya pulang saja..." Anna
"kamu jawab dengan jujur... itu anak dari kak Ryan kan." Liora
"bukan... ini bukan anaknya." Anna
"pembohong... jelas jelas itu anak kak Ryan..." Liora
"kenapa??? kenapa jika itu anak kak Ryan... apa yang kamu takutkan.." Liora
"lantas jika itu bukan anaknya lalu anak siapa???" Liora
"bukan urusan mu.... ini masalah pribadi ku." Anna
Liora pun ikut keluar dari ruangan itu.
"ini kunci mobil... kamu tunggu aku didalam... aku akan mengurus admin nya dulu." Liora menyerahkan kunci mobil.
Anna pun mengikuti sesuai arahan dari Liora.
"aku hamil..." batin Anna sambil mengusap perut nya yang masih rata.
setelah beberapa menit Liora pun datang dan langsung bergegas pergi.
"aku akan mengumumkan nya bahwa itu anak kak Ryan." ucap Liora
"jangan... sebaiknya kamu merahasiakan ini." Anna
"kenapa??? apa karena kalian akan bercerai... atau karena Ziva hamil tua." Liora
"tidak... aku tidak akan merahasiakannya... bagaimana pun kak Ryan harus tau jika kamu mengandung anaknya." Liora
"Lio... aduh... huekkk... huekkk..." Anna mual mual.
__ADS_1
"kamu baik baik saja... ini tissu... dan ini air putih." Liora menghentikan mobil nya di bahu jalan.
"bagaimana... apa kamu baik baik saja." Liora
"emm..." Anna hanya menganggukkan kepalanya.
mereka kini sudah tiba di mansion dan para pelayan sudah siap siaga menyambut mereka. Ziva dan Nyonya Edward pun sangat penasaran.
"Nyonya." para pelayan itu membantu Anna keluar dari mobil.
"bagaimana keadaannya non... apa yang dokter katakan. mengapa pulangnya sangat cepat." tanya kepala pelayan pada Liora
dengan sigap Anna menahan tangan Liora memberi kode untuk merahasiakan nya.
"untuk sementara tolong jangan beri tahu siapa siapa" ucapan Anna saat didalam mobil sebelum turun.
"hanya demam biasa... jadi dokternya bilang tidak perlu dirawat." jawab Liora
"syukurlah... sudah... kalian bantu Nyonya Anna kekamarnya." ucap kepala pelayan
sementara Liora yang sedikit kelelahan memilih untuk beristirahat kekamarnya, namun baru hendak menaiki anak tangga Liora dipanggil ibunya.
"ada apa Lio... kenapa sampai dibawa kerumah sakit." Nyonya Edward
"tidak ada apa apa bunda... hanya demam biasa... sudah bun Lio capek... ingin istirahat dulu." Liora lalu pergi kekamarnya.
"astaga... baru seperti ini tapi rasanya lelah sekali." Liora
"bisa bisanya ya... dia hamil dan tidak mau mengatakan pada ayah sianak jika dirinya menganduk."
"hadehhh... gak habis pikir..." Liora bingung dengan pemikiran Anna
"aihhs... aku jadi lupa... aku lupa kecurigaan ku belum terselesaikan..." Liora teringat dengan Ziva dan Bima
"jika benar itu anaknya Bima... aku akan ungkapkan jika Anna mengandung anaknya kak Ryan." Liora
baru mengenal Anna sekitar sebulan lebih tapi Liora sudah sangat respect. ditambah Liora sudah mengetahui jika bukan Anna yang membunuh ayah nya, melainkan penyakit yang sudah lama dideritanya. membuatnya salah paham dan ingin lebih mendekati Anna.
memikirkan hal itu Liora langsung menghubungi Bima
"kak bima... besok kakak sibuk?" Liora
"sepertinya tidak... ada apa?? kamu butuh bantuan lagi." Bima
"emm... dan lagi aku juga merindukan kak Bima... kita sudah sebulan tak ketemu." Liora
"baiklah... seperti biasa di cafe biasa." Bima
__ADS_1
"baiklah kak... sampai bertemu besok. dahhh" Liora
"aku harus secepatnya menemukan bukti... kak Ryan tidak boleh mengatas namakan warisan ini atas nama anaknya Ziva." Liora