Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Adryan marah


__ADS_3

melihat Anna diantarkan oleh pria lain ntah kenapa Adryan merasa sangat marah dan tidak terima jika Anna dekat dengan pria manapun. Ziva juga yang melihatnya dari jendela kamarnya, sengaja turun untuk membuat Anna dalam masalah.


"ck.ck.ck.. seorang wanita bersuami bahkan sedang mengandung anak malah sibuk keluar bersama pria lain." Ziva


Anna yang tak ingin ambil pusing memilih membiarkan nya ngoceh dan meninggalkan masuk kekamarnya.


"hei Nyonya... aku sedang berbicara dengan mu." Ziva


"oh... denganku... tapi maaf ya aku sedang lelah dan ingin beristirahat... tidak punya waktu meladeni mu" Anna


"kamu... " Ziva malah membuat dirinya semakin marah.


"sialan... wanita itu semakin berani..." batin Ziva. lalu Ziva pergi ke kamarnya untuk mengontrol emosinya


"aku tidak akan membiarkanmu menindas ku lagi... lihat saja aku akan memperlihatkan siapa diriku yang sebenarnya." batin Anna


"aku sudah berdiam diri selama ini tapi kamu semakin melunjak... sekarang aku tidak akan memberikan mu peluang lagi Ziva." Anna


Adryan pun yang langsung menemui Anna ke kamarnya.


"mengapa kamu sembrono sekali." Adryan


"apa maksud kamu..." Anna terkejut karena Adryan tiba tiba menghadang Anna yang hendak masuk kekamarnya.


"apa kamu sengaja ingin melakukan kehebohan seperti kemarin kemarin lagi." Adryan


"katakan dengan jelas... aku sama sekali tidak mengerti." Anna

__ADS_1


"aku sudah menyiapkan supir pribadimu... juga kepala pelayan yang akan menemani mu kemana pun.. tapi kamu pergi sendirian tanpa pengawasan... meskipun kamu menutupi wajahmu... tetap saja paparazi selalu mencari tau tentang keluarga ini..." Adryan


"aku tidak butuh itu... aku ingin hidup bebas... yang kemana pun aku pergi tidak ada yang mengganggu ku... aku lebih nyaman bepergian sendiri... jadi ini kemauan ku... jangan menyalahkan siapa pun termasuk kepala pelayan. dia tidak bersalah... dia sudah berusaha menemani ku tapi aku menolaknya.." Anna


"ohh iya... suka bepergian sendiri tapi ditemani dengan pria lain..." Adryan


"apa urusannya denganmu... apa itu berpengaruh padamu... aku rasa tidak ada pengaruhnya." Anna


"ingat... kamu itu sedang mengandung anakku... wajar saja aku mengkhawatirkan nya. aku tidak mau terjadi sesuatu padanya." Adryan


"ohh... benarkah... pokoknya kamu tenang saja... aku juga tidak mungkin menyakiti anakku sendiri... Aku juga bukan wanita bodoh... sebisa dan sekuat tenagaku aku akan menjaga nya dari orang orang jahat. dan satu hal lagi... meskipun ini darah daging mu aku tidak akan membiarkan mu mengambilnya dariku... sesegera mungkin aku akan mengurus surat perceraian." Anna


"ada apa denganmu... kenapa kamu menjadi marah seperti ini... " Adryan bingung.


"ohh yaa pura pura tidak tau ya.. baiklah aku akan katakan semua rencana busuk kalian..." Anna


"kalian berencana menunda perceraian sampai anakku lahir. setelah itu kamu baru akan menceraikan aku dan merebut anakku dariku... benar bukan... dari mana aku tau rencana kalian jika bukan dari kekasih pujaan hatimu itu." Anna


Adryan sama sekali terdiam karena bingung dengan apa yang Anna bicarakan, dirinya bahkan tidak pernah memikirkan hal itu sama sekali.


"bagaimana bisa Ziva mengatakan hal seperti itu..." batin Adryan


"ada lagi... aku sudah lelah... jadi tolong pergi aku ingin istirahat." Anna


"bagaimana jika aku tidak ingin bercerai.." Adryan


Anna terkejut mendengar nya.

__ADS_1


"kenapa??? kita bahkan tidak seharmosin itu tidak saling mengenal satu sama lain... lalu apa yang kamu pertahankan" Anna


Adryan terdiam dengan apa yang Anna katakan, dan lagi Adryan bingung dengan sikap Anna yang tiba tiba emosional seperti ini.


"benar... kita bahkan tidak saling mengenal satu sama lain... tapi ntah kenapa mengingat perceraian aku merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatiku untuk tidak bercerai." Adryan


"jujur saja... jika aku melihatmu aku bisa melihat sosok anak kecil yang dulu pernah ada di hidupku..." Adryan


Anna terdiam mendengar nya karena Anna yakini anak yang dimaksudnya itu dirinya sendiri.


"lalu kemana anak kecil itu... kenapa tidak bersama nya saja..." Anna


"aku sudah berusaha mencarinya... tapi tidak pernah ketemu... bahkan sampai sekarang aku berharap bisa bertemu dengannya..." Adryan


"apa dia begitu berharga bagimu..." Anna


"ntahlah... dia selalu datang ke mimpiku juga tanpa sengaja aku selalu memikirkan nya... aku masih mengingat nya dengan jelas meskipun kami sudah lama terpisah..." Adryan


"itu tidak ada hubungannya denganku... dia yang ada dihatimu... dan bukan aku... pokoknya aku akan tetap bercerai." Anna


"sudah pergilah... aku sangat lelah... " Anna


Adryan pun terdiam dan seketika hatinya seperti di sayat sayat setelah mendengar Anna akan tetap bercerai.


"semua yang dia katakan benar... kami tidak seharmosin itu juga tidak saling mengenal. bahkan aku tidak menaruhnya dihatiku.. dia hanya terlihat seperti Livy... dan dia bukan Livy tapi kenapa hatiku sakit... " batin Adryan


"bahkan melihatnya bersama satu mobil dengan pria lain... bahkan mereka sepertinya sangat dekat. dan aku marah melihat kedekatan itu. aku tidak suka dia bersama pria lain.... sedangkan aku tidak mencintai nya." batin Adryan

__ADS_1


"bagaimana ini... jantung ku... kenapa aku deg degan saat mendengar nya begitu sedih kehilangan ku... apa aku jujur saja jika aku itu Livy... tapi... apa yang akan terjadi begitu dia tau jika aku Livy... " Anna


"ckk... bodoh sekali... harusnya aku bertanya padanya... bahkan syal yang aku berikan masih dia simpan dengan baik..." Anna


__ADS_2