
Anna masih syok mendengar jika ayah nya datang untuk mencari nya, setelah sekian lama sekian tahun. Cindy yang mendapat kabar langsung terjun ke rumah sakit melihat sahabat nya itu.
"kamu tidak apa apa... kenapa kamu bisa sampai masuk rumah sakit... apa yang kamu rasakan." Cindy
"aku baik baik saja cin... kamu tidak perlu sekhawatir itu... hanya demam biasa saja." Anna
"kamu... setiap ada masalah setiap lagi sakit selalu saja aku baik baik saja... bisa tidak sih Anna kamu berbagi padaku... apa kamu tidak menganggap ku sebagai sahabat mu" Cindy
"sesekali tolong cerita padaku... apa yang terjadi dan apa yang sedang kamu alami" Cindy
"baiklah cin... aku minta maaf... aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir..." Anna
"diamlah... aku tidak suka mendengar kamu minta maaf... aku benci kata itu keluar dari mulutmu..." Cindy
"biarkan aku yang menjaganya... kamu bisa istirahat..." ucap Cindy pada Adryan yang duduk santai di sofa sambil mengutak atik laptopnya.
"hmm" jawab Adryan
"kamu tau dari mana jika aku masuk rumah sakit.." Anna penasaran
"diamlah... makan dulu ini... biar tubuhmu ada tenaga..." Cindy mengeluarkan kotak makanan dan menguapi Anna
"mereka sangat dekat... pastinya dia tau siapa keluarga dari Anna... aku harus bertanya padanya." batin Adryan
kepala pelayan baru saja tiba di mansion.
"mana yang lainnya..." tanya Ziva
__ADS_1
"Nyonya masih di opname dan Tuan yang menjaganya... aku diminta Tuan untuk pulang." kepala pelayan
"sialan kamu Ryan... terlalu munafik jika kamu tidak peduli dan khawatir tentang nya... " batin Ziva
"jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu pada wanita itu... itu semua karena mu... aku jadi membenci nya" batin Ziva
saat Ziva mencoba untuk tidur namun tidak bisa, hatinya sangat gelisah memikirkan bagaimana khawatir dan peduli nya Adryan terhadap Anna belakangan ini.
saat Ziva sedang gelisah tiba tiba ponsel nya berdering yang awalnya dia pikir itu panggilan dari Adryan ternyata nomor yang tak dikenal. namun Ziva sudah tau itu panggilan dari siapa.
"ada apa??? kenapa masih menghubungi ku." Ziva
"aku sedang merindukanmu" ucap Bima
seketika Ziva terdiam dan merasa seperti disaat saat terpuruk atau disaat kesepian melanda nya. maka secara tiba tiba Bima ada untuk mengisi kesepian nya.
"kamu menangis... kenapa??? apa yang terjadi sampai kamu menangis" Bima mendengar suara isakan.
"jangan bim... aku menangis bukan karena itu..." Ziva
"lalu... apa kamu sedang ada masalah... cerita lah" Bima
Ziva malah semakin menangis mendengar jika Bima masih begitu perhatian padanya, sedangkan Adryan tidak pernah menanyakan apa Ziva ada masalah.
"kenapa??? apa masalah nya jangan membuatku khawatir." Bima
"bim... kamu baik sekali... meskipun aku sudah berbuat salah padamu... tapi kamu masih begitu perhatian padaku... kenapa?? kenapa kamu masih peduli padaku" Ziva
__ADS_1
"sudah jangan mengalihkan pembicaraan... katakan apa masalah mu" Bima
"aku sedang gelisah bim... hatiku sedang kacau... belakangan ini Ryan begitu peduli dan khawatir dengan Anna." Ziva
"aku takut jika Ryan mencintai Anna... dan Ryan tidak mau bercerai dengan Anna... lalu aku bagaimana?" Ziva
"apa Adryan sudah tidak lagi memperdulikan mu... apa dia mengabaikan mu" Bima
"tidak bim... hanya saja kini dia lebih mengkhawatirkan Anna dari padaku..." Ziva
"bagaimana ini... " Ziva
"masih ada aku ziv... aku tidak akan pernah meninggalkan mu... percayalah..." Bima
"suatu saat jika kekhawatiran mu itu terjadi... datanglah padaku. aku akan selalu ada buatmu... jadi jangan bersedih ziv..." Bima
"aku tau... aku tidak sekaya Ryan... tapi aku jamin aku tidak akan pernah mengecewakan mu... aku masih mencintaimu... aku masih seperti dulu seperti yang kamu kenal." Bima
"terimakasih bim... aku bersyukur bisa mengenal mu... tapi sekali lagi aku minta maaf... aku tidak bisa meninggalkan Ryan... bagaimana pun caranya aku akan berusaha bersama nya..." Ziva
"lagi dan lagi ziv... padahal aku begitu mencintai mu..." batin Bima
"tapi aku yakin suatu saat kamu akan datang menemui ku... dan kita akan tinggal bersama." Bima
"sudahlah bim... aku mengantuk... aku matikan dulu ya... bye" Ziva langsung mematikan panggilan itu karena merasa Bima semakin ngawur.
"sampai kapan kamu akan sadar Ziv... cintaku lebih tulus dan lebih besar dari Adryan... bahkan aku lebih memahami mu dari Adryan..." Bima
__ADS_1
"aku takut kamu akan merasakan kekecewaan dan sakit hati... karena Anna adalah Livy... Livy yang dulu pernah bagian dari hidupnya Adryan..." Bima
"maafka