
pagi itu suasananya sangat tampak tidak membuat Anna nyaman. mereka semua berkumpul di meja makan, namun semua tampak diam tidak ada yang membuka suara. kecuali Tuan Edward dan Ineza.
"kakak ipar sini... duduk samping Inez.." ucap Ineza
"huh...." Anna.
mendengar ucapan Ineza pun semuanya terkejut, baru satu malaman Anna disini tapi sepertinya mereka sudah sangat akrab.
"baiklah... kakak akan duduk disampaing mu" ucap Anna.
namun saat Anna mencoba menoleh ke arah seseorang namun matanya menandakan tidak menyukai mereka.
"mari makan...." ucap Tuan Edward dengan tegas.
"nak... silahkan jangan takut... kedepannya kita akan makan bersama seperti ini." ucapnya lembut pada Anna
"baik paman.." Anna
setelah mereka selesai makan dan Adryan yang hendak bangkit meninggalkan meja makan tapi di halang oleh Tuan Edward.
"duduk dulu. jangan ada yang pergi sebelum aku selesai bicara" Tuan Edward.
mendengar itu pun semua terdiam.
"sayang... dia mau berangkat ke kantor" ucap Istri nya.
"sudah jangan ada yang protes aku juga hanya bicara sebentar saja." Tuan Edward.
"dia calon istrinya Adryan dan akan menjadi bagian dari kita. jadi cobalah kalian untuk lebih akrab dengannya seperti Ineza. dan aku sudah memutuskan jika pernikahan nya bulan depan." Tuan Edward
mendengar sebuah pernikahan Anna dan Adryan terkejut dan melihat kearah Tuan Edward bersamaan dan kemudian mereka saling menatap.
"deg....deg.....deg....." ntah kenapa dengan tatapan pria itu. membuat Anna degdegan (bukan es degan ya guys 😋😋).
"apa kamu mendengar ayah Ryan??" tanya Tuan Edward pada putra nya itu.
"aku mendengar nya ayah.." ucapnya
"ya sudah kamu sudah boleh pergi sekarang (ucapnya pada Adryan). Anna.... kamu nanti pergilah dengan bibimu untuk membeli keperluan dan kebutuhan kamu ya (ucapnya lembut pada Anna)." Tuan Edward
"mah... nanti kamu pergi ya bersama Anna. pergi juga ke butik untuk mengukur bajunya." ucapnya pada istrinya.
saat semua hendak ingin bubar dari meja makan, Adryan datang tiba tiba
"ayah...." ucapnya membuat semua berhenti dan melihat kearah Adryan.
__ADS_1
"aku ingin pernikahan ini hanya sebuah pemberkatan saja dan hanya keluarga saja yang menghadiri nya." ucap Adryan.
"bagaimana bisa seperti itu..." Tuan Edward
"paman.... aku juga berpikir sama dengan nya. tidak perlu resepsi besar. cukup hanya keluarga saja dan pemberkatan seperti biasanya." ucap Anna
"baiklah.. jika itu permintaan mu nak... baiklah kita akan melakukan nya seperti itu." ucap Tuan Edward yang membuat semuanya geram dengan Anna.
Adryan sebelum pergi melihat ke arah Anna dengan tatapan tidak suka. begitu juga dengan Nyonya Edward dan putri nya.
Anna pun yang merasa mereka tidak menyukainya. Anna pun kembali ke kamarnya karna bingung harus melakukan apa lagi. Anna tidak di ijinkan mengerjakan apapun, Ineza dan Viana pun sudah pergi ke sekolah.
"hahhh.... sungguh aku sangat terjerat disini. tatapan mereka tadi seperti ingin menerkam ku." ucap Anna.
Anna sangat bosan sekali, Anna ingin keluar namun bingung harus melakukan apa. hingga tanpa sadar sudah pukul 10.00, ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya Anna.
"non.... Nyonya sudah menunggu nona di garasi." ucap pelayan
"baiklah... aku akan segera kesana." ucap Anna
"wahhh... ternyata sudah jam segini.... baiklah aku akan bersiap siap dulu." Anna langsung bergegas dan bersiap siap.
"apakah kamu Nyonya dirumah ini... sampai membuat ku menunggu" ucap Nyonya Edward.
"maaf bibi..." ucap Anna.
Anna pun langsung duduk di bangku depan samping pak supir.
"jangan kamu pikir mentang mentang ayah bersikap baik dan lembut padamu... kamu berpikir kamu adalah Nyonya dirumah ini. sekalipun kakak menikah denganmu kamu tetap bukan siapa siapa di mata kami. aku harap kamu paham ya maksud dari ucapan ku" lanjut nya lagi.
Anna pun tidak bisa berkata apa apalagi. bukan Anna tidak berani hanya saja Anna paham mereka pasti tidak menyukainya sebagai menantu atau ipar mereka.
untung nya saja Anna diperbolehkan mereka memilih sendiri dan tidak perlu ditemani. jadi Anna boleh bebas memilih perhiasan yang sukai dan selera nya sendiri
"dengar... ayah sudah memberikan kamu kartu.. jadi sampai disini kita berpisah, kamu bebas mau membeli apa. kami bukan pelayanmu yang akan menemanimu dan membantu mu memilihkan barang barang keperluanmu. ingat ya.. jam 1 siang kamu harus sudah dimobil aku tidak suka menunggu nunggu." ucap Liora.
"baiklah..." ucap Anna
saat itu Anna sedang sibuk membelikan apa saja yang dia butuhkan, Anna sudah terbiasa melakukan sendirian jadi Anna tidak lagi kebingungan.
disisi lain.
saat Jho sedang ada rapat dengan para manager nya tiba-tiba ponsel Jho berdering salah satu anggotanya menghubungi nya. Jho pun yang melihat langsung mengangkat nya.
"lapor Tuan... aku melihat nona Anna!" lapornya.
__ADS_1
mendengar itu Jho sangat terkejut.
"katakan dimana???" tanya Jho. sontak semua seisi ruangan itu pun terdiam.
"baiklah tetap awasi dia.. aku akan segera kesana." ucap Jho
"kalian lanjutkan saja.. Eric nanti kamu laporkan saja hasilnya ya..." ucap Jho lalu keluar terburu buru. Jho mempercepat pergerakan nya seperti mengejar sebuah harta karun.
"pasti ini tentang nona Anna" batin Eric yang sudah menghafal gerak gerik Tuan nya itu.
Anna yang masih asik dengan kesendirian nya tanpa tidak memperhatikan sekitarnya ada yang mengawasinya. pukul 12.00 Anna lapar dan Anna mencari sebuah cafe untuk mengisi perutnya sebelum kembali ke mobil.
"masih ada satu jam lagi... aku makan dulu" ucap Anna.
Anna yang tengah asik makan sendiri dan tiba tiba saja seseorang datang dan memeluknya.
"siapa kamu....????" tanya Anna terkejut.
"kamu kemana saja??" tanya Jho
"Jho..." ucap Anna yang masih mengenal suara itu.
"kak lepas... ini di tempat umum..." ucap Anna
"kamu kemana saja.. apa kamu baik baik saja..." tanya Jho yang sudah melepas pelukannya tapi merang pipi Anna dengan kedua tangan Jho.
"seperti yang kamu lihat aku baik baik saja. kamu tidak perlu khawatir kak..." Anna.
"katakan dimana kamu tinggal. dan kamu bekerja dimana??" tanya Jho
"aku tidak bisa memberi tahumu... kak... jangan pernah mencariku lagi... dan jangan pernah mengganggu ku lagi... kita..." Anna
"aku masih mencintaimu.... aku masih belum bisa melepaskan mu" ucap Jho yang memeluk Anna lagi
"kak lepas... ini di tempat umum.. kamu..." ucap Anna yang semakin marah.
"aku sudah menjadi istri orang.... lihat ini... lihat itu.... barang barang yang aku belikan dari pemberian suamiku." ucap Anna yang sengaja, supaya Jho tidak lagi mengganggu nya.
"apa???... istri orang..." Jho sangat terkejut mendengar nya.
"iya kak.... aku harap kakak bisa melepaskan ku... kakak jangan pernah lagi mengusik kehidupan ku... biarkan aku bahagia kak..." ucap Anna
"dengan siapa kamu menikah? apa kamu istri simpanan?" tanya Jho
"plak....." sebuah tamparan mendarat di pipinya Jho, orang orang pun yang melihatnya terkejut.
__ADS_1
"aku bukan wanita seperti yang kakak bayangkan... aku bukan mencari lelaki hidung belang untuk membahagiakan ku... dia pria yang baik dia juga bertanggungjawab." ucap Anna berbohong.
"jangan mengikutiku lagi kak.... jika kakak masih menyayangi ku.. maka jangan pernah muncul lagi di hadapan ku..." ucap Anna lalu pergi.