
beberapa minggu sudah berlalu Anna yang sudah sangat merindukan Liora, sepulang kerja Anna mencoba ke rumah sakit dan untungnya Nyonya Edward tidak mempermasalahkan nya. sudah sangat lama Liora terbaring tanpa bergerak sama sekali.
Anna mengelus rambut Liora dengan sangat lembut sembari menahan air mata, Anna akan mengingat anaknya yang sudah tiada itu jika melihat Liora. karena rujukan dan bujukan Liora lah Anna mempertahankan meski akhirnya akan tiada juga.
"ada apa Na... kamu tampaknya kurusan sekarang.." Liora hanya bisa bicara dalam hati.
"apa kamu sudah melahirkan... tapi dimana anakmu... kenapa tidak membawanya" Liora
"ayooo katakan sesuatu aku bisa mendengar nya..." Liora
"cepat sembuh ya Li... aku sudah sangat rindu bermain denganmu" ucap Anna
"bunda apa aku bisa menginap disini satu malam saja..." Anna
"buat apa... aku bisa sendiri disini... juga sudah ada dua pelayan yang menemani ku..." Nyonya Edward
"baiklah..." Anna
Anna pun memutuskan pulang dari rumah sakit meskipun sebenarnya Anna ingin sekali semalam saja menginap disana tapi Nyonya Edward tidak mengizinkan nya.
"Anna..." ucap Eric
"hahh... kamu masih disini... kan sudah aku katakan kamu pulang saja..." Anna tadi meminta Eric untuk langsung pulang saja tanpa menunggu nya.
"ahh tidak apa... lagian aku juga tidak ada waktu terburu buru... oh iya aku hampir lupa... adiku ingin bertemu denganmu... katanya dia suka dengan semua hadiah pilihan mu itu..." Eric
"aku hanya memilih kan saja..." Anna
"iya tapi dia sangat menyukai nya... kamu mau ya menemuinya sebentar saja... dia sudah dari kemarin memintaku ingin bertemu denganmu" Eric
"tapi ini sudah mau malam..." Anna
"tidak apa... ya mau ya" Eric
"baiklah... ntah kenapa melihatmu membujuk seperti itu aku tidak bisa menolak..." Anna
"jadi curiga..." Anna
"hahaha... kamu curiga aku ada ilmu sihir gitu" Eric
"hahaha..." Anna pun tertawa
lalu mereka pergi menuju rumah Eric, yang sebenarnya Eric sudah menceritakan tentang Anna pada keluarganya. dan keluarga Eric sama sekali tidak mempermasalahkan tentang kehidupan Anna yang sekarang. hanya saja ibu Eric berpesan jangan terlalu berlebihan dulu karena Anna masih berstatus istri orang apalagi istri bosnya sendiri.
dan karena penasaran dengan Anna ibu Eric meminta Eric untuk membawa Anna bermain kerumah, Eric pun berjanji untuk membawanya malam ini sehingga keluarga Eric sudah menyiapkan hidangan dan lainnya untuk menyambut nya.
"mahhh... aku pulang" Eric
"kakak pulang... ehhh ini siapa... ini kak Anna" Elsa adik perempuan Eric
__ADS_1
"mahhh... kita kedatangan tamu..." Elsa langsung heboh
"kamu..." ibu Eric pun langsung datang menyambut.
"saya Anna tante... teman sekaligus bawahan Eric." Anna
"ahh iyaa mari masuk nakk... ayooo" ibunya sangat senang melihat Anna tampak terlihat seperti yang putranya ceritakan.
"kalian belum makan ya... bagaimana kalau kita makan malam saja dulu... kebetulan mamah hari ini masak makanan cukup banyak... ayo nak kalian pasti sudah lelahkan." ibunya
"ya ampun... ini..." Anna merasa segan karena keluarga itu menyambut Anna dengan sukacita.
"sudah tidak apa..." ibunya
"kak... makasih ya... kak Eric bilang kalau kak Anna yang memilih kan semua hadiahnya... dan itu semua yang sedang aku inginkan... tapi kkak memilih yang pas..." Elsa
Anna pun yang sangat canggung hanya bisa tersenyum saja
"nih dimakan... makan yang banyak biar kamu gemuk... kamu sangat kurus... jelek jika terlalu kurus" ibunya
"makasih tante... tapi ini sudah banyak sekali" Anna
"sudah mahh nanti nak Anna jadi tidak mau main kesini lagi." papa Eric
"jangan terlalu memaksakan." papa Eric
"baiklah baiklah... tapi yang itu kamu habisin ya nak... karena itu spesial tante masak untuk kamu.." ibunya keceplosan
"hemmm... untuk ku..." Anna
"ahhh maksudnya untuk ku naa... mamah mungkin salah ucap" Eric
"iyaahhh benar... maksud tante untuk Eric... tapi karena kamu juga ikut ya gitu deh.." ibunya
"ya ampun mahh... bisa bisanya keceplosan..." batin Eric
setelah mereka selesai makan malam dan mereka sedikit berbincang bincang, Anna sangat senang dan menyukai suasana itu. melihat keluarga itu Anna merasa terharu dengan kehangatan didalamnya selalu ada kasih dan sayang diantara satu sama lain.
"mah... ini sudah malam.. aku harus mengantarkan Anna pulang" Eric
"astaga... secepat itu ya... padahal mamah masih nyaman..." ibunya
"mahh... ayolah kapan kapan aku akan membawa Anna main kesini lagi." Eric
"tapi nak Anna apa mau lagi main kesini" ibunya
"tentu tante. aku pasti akan main kesini lagi... tapi emang aku harus pulang dulu sudah malam" Anna
"janji ya sayang main kesini lagi..." ibunya
__ADS_1
"iya tante..." Anna
"sudah mah... kami pamit dulu..." Eric
Anna dan Eric pun sudah dalam perjalanan pulang.
"maaf soal tadi ya... mamah memang begitu orang nya... aku sama sekali tidak ada teman... jadi begitu mendengar aku ada teman mamah langsung heboh seperti itu." Eric
"aku justru senang dengan tante... tapi soal makanan tadi" Anna membahas sesuatu yang janggal menurut nya.
"ahh soal itu... aku minta maaf na... sejujurnya..." Eric menjelaskan semuanya kalau memang hidangan itu khusus untuk menjamunya. Eric juga menjelaskan betapa ibunya sangat ingin bertemu dengan Anna
"aku minta maaf Anna... bukan bermaksud membohongi mu" Eric
"tidak apa apa... tapi lain kali kamu tidak perlu berbohong lagi... kamu bisa tinggal ngomong langsung... " Anna
"dan aku senang... jujur makanan nya semua enak enak..." Anna
"benarkah... syukurlah aku sudah takut kamu akan marah" Eric
hampir jam sepuluh malam akhirnya Anna sudah tiba dimansion, perjalanan dari rumah Eric ke mansion memakan waktu tiga puluh menitan.
Anna baru saja masuk dan langsung disambut hangat oleh Ziva.
"wahhh tampaknya belakang an ini kamu lembur terus ya.. kamu pasti lelah... sayang tidakkah kamu sedikit prihatin pada karyawan mu hampir setiap malam pulang nya jam segini..." Ziva
"terimakasih sudah memperdulikan ku" ucap Anna lalu pergi ke kamarnya.
"sayang lihatlah... sekarang dia semakin meraja lela... pulang sesuka hatinya tanpa menghargai mu. sementara kamu masih begitu peduli dengannya." Ziva mencoba mengompori Adryan
"biarkan saja... itu hak dia... siapa yang perduli dia mau pulang dengan siapa dijam berapa..." Adryan
"iyaa sihh.... tapi kan sayang" Ziva
"sudahlah... jangan bahas itu lagi aku mau istirahat dulu." Adryan lalu pergi ke kamarnya
sementara Anna langsung mandi dan istirahat karena sudah jam sepuluh lebih, namun Anna teringat lagi dengan keluarga Eric yang penuh kehangatan itu dan Anna teringat dengan kehidupannya semasa kecil.
"mungkin jika keluarga ku masih utuh... aku akan sebahagia itu... dimana selalu ada candaan." batin Anna
"ahh sudahlah... aku tidur saja... membayangkan hal yang mustahil itu membuang waktu." Anna memutuskan tidur.
sementara Adryan yang mencoba tidur namun teringat dengan sosok pria yaitu Eric orang kepercayaan nya, yang belakangan ini sangat dekat dengan Anna. dan bahkan sesekali Adryan melihat Eric senyum senyum sendiri seperti seorang yang sedang jatuh cinta.
"ahhh biarlah... mau mereka menikah atau bukan urusanku... lebih baik aku tidur saja besok ada banyak pertemuan." ucap Adryan yang memilih untuk tidur.
dikamar lain Ziva yang juga sedang berfikir jika Adryan belakangan ini semakin tidak peduli dengan Anna. bahkan tadi membahasnya saja Adryan tidak suka membuatnya semakin gembira.
"itu artinya Adryan memang benar benar tidak menyukai nya... dan kami akan segera menikah... ahhh tidak sabar akan sah menjadi Nyonya disini..." Ziva
__ADS_1