Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
interogasi


__ADS_3

Ziva sudah dalam masa kehamilan ke tubuh bulan, Nyonya Edward sangat tidak sabar untuk melihat cucu nya itu lahir. setiap hari dia selalu menjaga kesehatan Ziva dan bahkan menyiapkan jus buah atau makanan lainnya untuk sang cucu yang di tunggu tunggu nya.


siang itu mereka pergi kerumah sakit untuk pemeriksaan, Nyonya Edward sengaja membatalkan pertemuan dengan teman teman arisannya demi menemani Ziva.


"bunda... maaf Ziva jadi merepotkan." Ziva


"astaga... apa yang kamu bicarakan... bunda bahkan sangat senang... bisa menemani mu.."Nyonya Edward


"Adryan dan Liora sangat beruntung memiliki bunda... bunda begitu perhatian..." Ziva


"sudah... sudah... jangan memujiku... semua ibu juga akan melakukan hal seperti itu pada anak mereka." Nyonya Edward.


Adryan yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya, padahal ibunya sudah menghubungi nya untuk datang kerumah sakit untuk ikut menemani Ziva. Adryan berjanji untuk datang namun tiba tiba klien penting nya datang sehingga Adryan tidak bisa pergi kerumah sakit. bahkan Adryan tidak menghubungi ibunya jika dia tidak bisa datang.


"kenapa dia lama sekali... bahkan panggilan bunda tidak dijawab." ucap Nyonya Edward yang masih menunggu anaknya datang.


"sudah bunda... mungkin dia sedang sibuk.... biarkan saja.. ada bunda yang menemani Ziva sudah sangat senang." Ziva


"ya ampun... lihatlah.. kamu sangat pengertian... aku senang cucuku bisa lahir dari rahim mu. andai saja Tuan Edward dulu merestui mu..."Nyonya Edward


"sudah bunda... jangan dibahas... biarkan paman tenang dialam sana.." Ziva


Dokter yang ingin memeriksa Ziva pun tiba, Nyonya Edward meminta untuk dokter profesor yang memeriksa. para perawat yang mendengar itu sedikit terkejut, karena jika profesor itu yang memeriksanya maka biayanya bukan sedikit. namun itu bukanlah masalah besar buat Nyonya Edward.


"bagaimana dok dengan kandungannya." tanya Nyonya Edward


"bayinya sehat... juga tidak ada yang harus dikhawatirkan. ibu nya juga sama sehat... kedepannya hanya perlu hati hati saja. dan jangan terlalu gegabah... satu hal lagi... untuk suaminya untuk jangan melakukan intim. itu akan membahayakan sibayinya.. mohon disampaikan ya bu." ucap dokter itu pada nyonya Edward.


"baiklah Dokter... kami akan melakukan sesuai apa yang dokter katakan." nyonya Edward.


setelah mereka selesai pemeriksaan dan hendak pulang, namun baru saja keluar dari rumah sakit Adryan datang menghampiri mereka.


"bunda... sudah selesai rupanya... maaf aku datang terlambat. ada klien yang tidak bisa aku tinggal tadi." Adryan


"kamu ya... benar benar... apa klien itu lebih penting dari anak kamu." Nyonya Edward


"bukan begitu bun.." Adryan


"sudah bunda.. aku juga tidak keberatan kok... biarkan Adryan berfokus pada pekerjaan nya... cukup hanya bunda yang menemani ku sudah sangat senang." Ziva


"untuk Ziva pengertian..." Nyonya Edward.


"ya sudah kita makan dulu... bunda sudah lapar" Nyonya Edward


"baiklah... kalian tunggu disini." ucap Adryan lalu pergi.


saat itu Liora dan Bima sedang menuju sebuah cafe untuk membantu Liora mengerjakan proposal skripsi nya. namun saat mereka tengah mencari cafe yang nyaman, mereka bertemu dengan Adryan, Ziva dan Nyonya Edward.


"bunda..." ucap Liora.


"Lio... Bima... sedang apa kalian disini" tanya Adryan


"Bima kenapa semakin dekat dengan Liora..." batin Ziva


"ini kak... aku lagi pusing mau mengerjakan proposal skripsi ku... jadi aku minta bantuan kak Bima." Liora


"ckckck..." Adryan geleng kepala melihat adiknya yang selalu mengandalkan orang lain dalam setiap urusan nya.

__ADS_1


"bunda... kami pergi dulu ya.." ucap Liora


"ehhh... kenapa tidak bareng saja..." Nyonya Edward


"tidak bun... aku ingin fokus mengerjakan nya." ucap Liora lalu menarik tangan Bima


"tante... Bima pergi duluan..." ucap Bima


"wajahnya langsung tegang begitu melihat Bima" batin Liora.


"kecurigaan ku semakin kuat... pasti ada sesuatu diantara mereka... tapi aku belum menemukan apa pun" batin Liora


"kita akan kemana...." tanya Bima yang bingung melihat Liora hanya berjalan terus padahal banyak meja kosong yang mereka lewati.


"ahhh iyaa... kita disana saja." ucap Liora menunjuk pojokan.


"ada apa??? apa ada masalah." Bima


"tidak kak... aku hanya pusing memikirkan proposal ini" ucap Liora manja


"sudah... tenang ada kakak.." Bima


Bima pun sudah mulai mengerjakan lewat laptop Liora, sesekali bertanya mana yang bagus. sedangkan Liora hanya diam saja memperhatikan laptop nya yang sedang Bima ketak ketik.


"jangan hanya dilihat saja... sekalian di pahami... biar nanti mudah kamu pahami." Bima


"emmm..." Liora


saat sedang fokus melihat lihat Bima yang mengerjakan nya Liora tiba tiba kepikiran sesuatu.


"kak bim" panggil Anna


"emm.. aku boleh bertanya sesuatu." Liora


Bima lalu menghentikan ketikannya dan melihat kearah Liora.


"kenapa kakak melihat ku seperti itu..." Liora kebingungan karena Bima melihatnya dengan intens.


"nanti saja tanyakan... aku sedang fokus dengan tugas mu ini... karena 3 bulan kedepan mungkin aku akan terbang ke luar negeri." Bima


"kenapa???" Liora


"aku akan menikah dan akan tinggal disana." Bima


"menikah... dengan siapa kak" tanya Liora yang semakin penasaran


"aku bercanda... aku akan meneruskan perusahaan ayahku.." Bima


"ckkk... " Liora


sedangkan ditempat lain dimana Adryan, Ziva dan Nyonya Edward juga sedang asik menikmati makan siang itu.


"kata dokter bayinya sehat ibunya juga.." ucap Ziva


"benarkah??? aku sangat senang mendengar nya." Adryan


"tapi kata dokter kalian jangan berhubungan intim dulu... bisa membahayakan sibayinya" Nyonya Edward

__ADS_1


"bunda... aku bisa mengatakan padanya sendiri nanti" Ziva malu karena Nyonya Edward mengatakan itu.


"kenapa malu..." Nyonya Edward


"sudahlah bunda... ayo biar aku antarkan... aku masih ada kerjaan dikantor" Adryan


Adryan pun mengantarkan kedua wanita itu kemansion, dan kembali lagi ke kantornya.


setelah memakan waktu kurang lebih empat jam, akhirnya Bima selesai mengerjakan nya dan melihat Liora yang sudah sangat kebosanan.


"wahhh akhirnya... sungguh aku sudah sangat kebosanan kak." Liora


"emmm... sekarang kamu sudah tenang kan.." Bima


"makasih kak bim... aku tidak tau harus memulai dari mana jika kak Bima tidak ada." Liora


"kamu bisa minta bantuan dengan kakak ipar kamu itu. yang aku dengar dia sangat pintar juga berprestasi dulu di kampusnya." Bima


"siapa maksud kakak... kak Ziva. Liora


"bukan... itu istrinya Adryan. jika aku tidak ada kamu minta bantuan dia." bima


"tidak mau... pokoknya kak Bima harus membantu ku." Liora.


mereka pun memutuskan untuk pulang dan Bima mengantarkan Liora.


"kak bim" Liora


"emm..." Bima fokus menyetir mobilnya


"boleh aku bertanya.." Liora


"sepertinya kamu penasaran sesuatu tentang ku... sejak tadi juga kamu ingin bertanya..." Bima


"aku juga penasaran dengan pertanyaan mu... ayo tanyakan saja" lanjut Bima


"emm... kakak sudah punya kekasih???" Liora


Bima bingung dengan pertanyaan Liora itu.


"kenapa??? kenapa kamu bertanya seperti itu." Bima


"jangan bilang kamu menyukai ku... Lio aku sudah menganggap mu seperti adikku." Bima


"hahaha.... kak bima apa apaann... siapa juga yang suka... aku hanya penasaran saja... sejauh ini aku tidak pernah mendengar isu tentang kekasih atau asmara kak Bima." Liora


"orang setampan kak Bima tidak mungkin kan tidak ada yang mau" lanjut Liora


"syukurlah kalau begitu." Bima


"apanya yang syukur... kakak belum menjawab pertanyaan ku" Liora


"syukur kamu tidak menyukai ku... dan untuk pertanyaan mu... kakak belum memiliki kekasih." Bima


"emmm... kalau begitu orang yang kak Bima sukai... ada??" Liora


Bima lalu menoleh kearah Liora.

__ADS_1


"kamu sungguh penasaran??" Bima


"iya... aku ingin tau wanita seperti apa yang kak Bima sukai... siapa tau Lio bisa bantu." Liora.


__ADS_2