
hari itu Anna ada jadwal pemeriksaan kandungan, dan kini ditemani oleh kepala pelayan. sedangkan Ziva juga pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan Liora, dan mereka pergi dengan menggunakan masker atau penutup kepala lainnya supaya tidak ketahuan dengan paparazi. meskipun Adryan sudah mengancam siapapun yang mengekspos tentang Anna lagi.
mereka sudah selesai melakukan pemeriksaan, Anna sangat gembira mendengar jika kelamin bayi itu laki laki.
"Nyonya... bayinya laki laki." kepala pelayan
"emm" Anna
"heii jagoan mama.... semoga kelak nanti kamu yang akan melindungi mama ya..." batin Anna
"bayi nya juga sehat... meskipun kondisinya yang sekarang tidak ada yang dikhawatirkan namun nyonya harus tetap berhati hati... " Dokter
"baiklah dok..." Anna
Anna dan kepala pelayan pun keluar dari ruangan pemeriksaan itu. dan mereka hendak pulang. namun Anna ingin sekali melihat keadaan Liora, sejak Liora masuk rumah sakit Anna belum pernah mengunjungi nya.
"bi..." Anna menghentikan langkahnya
"iya nyonya apa ada masalah" kepala pelayan
"kita sudah disini... Liora juga dirawat disini... apa boleh kita mengunjungi nya sekali saja." Anna
"aku belum pernah melihatnya sejak masuk kerumah sakit ini." Anna
"tapi nyonya... " kepala pelayan
"bi... please... aku sudah sangat merindukan nya" Anna
"baiklah... tapi aku tidak yakin jika nyonya besar mengijinkan nya" kepala pelayan
"tersenyum senang..." Anna
mereka pun menuju lantai atas yang disana terdapat kamar VIP dan salah satunya ada Liora. mereka kini sudah tepat didepan kamar itu namun kepala pelayan yang mencoba untuk masuk.
"tok...tok...tok... nyonya ini kepala pelayan." kepala pelayan
__ADS_1
"masuklah." Nyonya Edward
"sedang apa mereka disini... tidak dirumah tidak di disini mereka menganggu ku terus." batin Ziva
"Nyonya apa kabar... apa nyonya baik baik saja selama tinggal disini." kepala pelayan mengkhawatirkan Nyonya Edward
"seperti yang kamu lihat... aku baik baik saja..." Nyonya Edward
"Nyonya... maaf jika lancang... aku kesini dengan Nyonya Anna. Nyonya Anna ingin mengunjungi non Liora." kepala pelayan
"ya sudah... suruh masuk saja... tidak ada yang melarangnya." Nyonya Edward
"baik nyonya." kepala pelayan pun menghampiri Anna untuk masuk.
Anna begitu masuk dan melihat ada Ziva juga disana, dan langsung menundukkan kepalanya pada Nyonya Edward selaku mertuanya.
"bunda apa kabar..." Anna
"dihh... cari perhatian." batin Ziva
"seperti yang kamu lihat.... aku sehat sehat saja... kamu bagaimana... perutmu sudah semakin membesar juga..." Nyonya Edward
"emm... apa kelamin nya sudah terlihat..." Nyonya Edward
"laki laki Nyonya...." kepala pelayan
"ya sudahh... kalian disini dulu... aku mencari udara segar dulu..." Nyonya Edward keluar dengan menggendong cucunya anak Ziva juga diikuti oleh kepala pelayan.
begitu Nyonya Edward keluar Anna langsung mendekati ranjang Liora, Anna meneteskan air matanya. ada rasa rindu rasa kasihan rasa bersalah Anna, karena Anna meyakini jika Liora seperti ini pasti karena ingin mengungkap kebenaran tentang Ziva demi dirinya.
"Lio... cepat sadar ya... kami menunggumu... cepat pulih... " Anna
"aku merindukanmu... " Anna
"gak usah bersandiwara... diruangan ini hanya ada aku dan kamu saja... jika ada Liora pun dia sama sekali tidak bisa mendengarkan mu...." Ziva
__ADS_1
"gak usah sok lemah lembut... aku tau kamu itu pasti mengguna guna banyak orang kan... terutama Liora... sekarang para pelayan dirumah... supaya mereka bisa tunduk dan baik padamu... cihhh dasar wanita berhati iblis." Ziva
"apa maksud kamu... aku sama sekali tidak tau apa itu guna guna... " Anna
"ihhh... sok suci... sudahlah... kamu gak perlu menutupi siapa dirimu yang sebenarnya..." Ziva
"asal kamu dengar ya... aku tidak akan pernah membiarkan mu melakukan guna guna itu pada Adryan... lihat saja begitu anak itu lahir.. kamu akan di usir dan diceraikan... saat ini kamu dipertahankan juga karena anak yang dikandungan mu itu... dan Adryan akan mengambil hak asuh nya sepenuhnya." Ziva
mendengar itu Anna sangat terkejut
"ternyata itu alasan mereka menahanku dan tidak menceraikan ku." batin Anna
Liora yang hanya tertidur saja di ranjang yang empuk, namun dia bisa mendengarkan apa yang diperbincangkan oleh sekeliling nya. hanya saja Liora tidak bisa membuka mata menggerakkan seluruh tubuh nya.
"Ziva... sekarang kamu semakin keterlaluan... lihat saja begitu aku sudah sadar... aku akan mengoyakan sendiri mulut mu itu." Liora
"kasihan Anna... dia sendirian dengan kandungannya aku harus pulih... Tuhan... tolong segera sadarkan aku... aku tidak tega melihat Ziva terus terusan menyakiti Anna... " Liora
"apapun yang kamu katakan tentangku... itu sama sekali tidak pengaruh... aku tidak mengguna guna mereka seperti yang kamu ucapkan barusan. tapi karena kairian hati mu melihat mereka begitu dekat dan peduli padaku..." Anna
"kapan pun aku mau... aku bisa saja merebut seutuhnya Adryan dari mu... secara kami suami istri sah... dan kamu hanya selingkuhan suamiku... dan anakmu itu anak haram... lahir dari hasil diluar pernikahan... apakah kamu tidak menyadari itu." Anna
"jika aku berniat merebutnya... aku bisa melakukan nya... tapi aku kasihan dengan mu... kamu..." Anna masih ingin melanjutkan ucapannya tapi Ziva langsung memotong nya
"diam kamu... dasar wanita tidak tau diri... meskipun kamu istri sahnya... tapi tidak dicintai oleh suami sendiri... hahaha.... bahkan mertua mu juga tidak menganggap mu sebagai menantu... sungguh kasihan sekali nasipmu..." Ziva
"tidak apa apa... tapi status ku di keluarga masih sah sebagai Nyonya... tidak seperti mu... " Anna
"bagus Anna... jangan biarkan dia mengucilkan mu terus... tunggu aku sadar aku akan membalasnya lebih dari ini" Liora
"kamu... " Ziva karena semakin panas dengan apa yang Anna katakan padanya. Ziva lalu pergi menumui Nyonya Edward
"Lio... segera lah bangun... aku merindukanmu..." Anna sambil membelai kepala Liora dengan lembut.
Anna mengangkat tangan Liora untuk menyentuh perutnya yang sudah membesar.
__ADS_1
"rasakan... dia sudah membesar sekarang.." Anna
"aku berharap kamu segera sadar sebelum aku melahirkan nya..." Anna sambil meneteskan air matanya