Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Anna dan kepala pelayan.


__ADS_3

keesokan harinya Anna bangun seperti biasanya, dan Anna juga membantu para pelayan menyiapkan sarapan. meski para pelayan itu sudah berkali kali menolak tapi Anna tetap kekeh mau mengerjakan nya.


"tidak apa... dulu juga aku mengerjakan seperti ini" Anna


karena ada Anna yang ikut bekerja diantara mereka, mereka pun tampak segan dan ada juga yang kebingungan karena Anna mengambil tugasnya.


"kalian santailah." Anna


Anna membuatkan bubur sementara pelayan yang lainnya menyiapkan menu yang lain, membersihkan buah buah. setelah memakan waktu hampir satu jam mereka pun sudah selesai menyiapkan semuanya. Anna lalu kembali ke kamarnya untuk mandi karna habis keringetan.


tak berapa lama yang lainnya pun turun, Anna pun juga ikutan karena sudah selesai mandi. namun Anna tak ingin berdebat dengan siapapun hari ini karena suasana hatinya sedang dalam keadaan baik.


Ziva pun tampak diam saja tidak bicara apa apa, hingga satu persatu selesai sarapan tak ada pembicaraan disana.


"besok... kamu sudah mulai akan bekerja.." ucap Adryan


"serius..." Anna tampak senang


"iya jangan lupa... tapi kamu harus di interview dulu." Adryan


"tidak masalah" Anna


"baiklah..." Adryan


Ziva yang mendengarkan percakapan mereka itu mulai terasa terbakar namun tetap santai menahan dirinya untuk tidak panas.


"tenang lah ziv... jangan rusak mood mu hanya dengan percakapan biasa seperti itu." batin Ziva


siang itu Anna hanya dimansion saja karena ingin mempersiapkan pakaian pakaian yang akan di pakainya untuk bekerja mulai besok. sementara Ziva pergi keluar dan Anna yang mendengar suara tangisan bayi Anna langsung keluar melihatnya.


karena Anna sangat menyukai anak anak terutama bayi Anna lalu dengan senang hati membantu menggendong dan memberinya susu dot.


"bentar... bukanya aku harus mengambil rambut anak ini untuk melakukan tes DNA itu." batin Anna


"emm benar... aku harus mencari rambut nya yang jatuh." Anna sibuk melihat lihat siapa tau ada rambut anak itu yang berserak dilantai atau ditempat tidur nya.


"kok gak ada." batin Anna


"mencari apa Nyonya... ada yang bisa ku bantu" pelayan


"tidak..." Anna terkejut


"hampir saja ada yang melihatnya" Anna


setelah cukup lumayan Anna mencari cari akhirnya ada beberapa helai yang Anna temukan di area tempat tidur nya.


"tapi bagaimana bisa aku menemukan rambut Adryan." Anna

__ADS_1


"kamu sedang apa disana." tanya Ziva yang baru pulang


"ahh ini... aku baru memberi nya susu... baru saja dia tertidur" Anna


"awah menjauh darinya... jangan jangan kamu meracuni nya.." Ziva


"kamu pikir aku sejahat itu... meskipun kita selalu berselisih aku tidak akan menyakiti anakmu... aku tidak setega itu..." Anna


"siapa tau kamu mau membalas... siapa tau kamu benci pada anakku karena kamu baru kehilangan anak" Ziva


"membalas apa??? kenapa kamu tiba tiba terdiam tadi." Anna


"tidak... sudahlah... keluar kamu dari kamar anakku. aku takut kamu mencelakainya" Ziva


"ada apa Nyonya... kenapa ribut ribut" tanya kepala pelayan


"ini... siapa yang menyuruh dia menjaga anakku" Ziva


"tidak ada... aku sendiri yang berinisiatif... sudahlah harusnya kamu juga berterima kasih aku mau menjaganya memberi nya susu. tenang saja aku penyayang anak anak jadi aku tidak akan mungkin menyakiti nya..." Anna lalu pergi.


"astaga... aku takut dia memberikan sesuatu pada anakku... siapa tau dia berniat karna baru saja kehilangan anak dan iri padaku" Ziva


"tapi Nyonya Anna tidak seperti itu" ucap kepala pelayan


"siapa yang akan tau itu... siapa tau dia ingin membalas dendam.." Ziva


"maksud ku... karena kami sering bertengkar mulut... lalu dia mau membalas nya pada anakku... maksud ku seperti itu" Ziva tampak gugup dan berbicara berhati hati


"kamu bahkan tampak gugup seperti ketahuan melakukan kesalahan..." kepala pelayan


"ngomong sembarangan... sudah sudah... kamu keluar dari sini tidur anakku jadi terganggu. hanya kepala pelayan saja jabatan mu disini... tapi kamu seolah Nyonya disini." Ziva


"jangan bilang kamu." kepala pelayan


"bi... bisa temani aku sebentar" Anna tiba tiba datang dan sengaja memanggil kepala pelayan.


"sana pergi temani dia.. jangan mengganggu disini" Ziva


"ayooo" Anna menarik tangan kepala pelayan


"ada apa Nyonya... kita mau kemana" kepala pelayan


"baju bajuku masih belum seberapa... dan mulai besok aku sudah akan bekerja temani aku belanja baju baju ya bi" Anna


"baiklah Nyonya... tapi aku perlu mengganti pakaian." kepala pelayan


"emm.... aku tunggu di mobil." Anna

__ADS_1


Anna ternyata tidak pergi dari kamar anak Ziva itu, dan Anna sengaja untuk menguping pembicaraan mereka. Karena Anna tidak bisa mempercayai siapapun yang ada di mansion ini.


"sepertinya bi juga mencurigai Ziva." batin Anna


lalu tak berapa lama kepala pelayan pun sudah didalam mobil dan kini mereka sudah dalam perjalanan menuju pusat perbelanjaan. begitu tiba mereka langsung saja menuju toko pakaian wanita dan Anna sudah menemukan beberapa pakaian yang untuk di gunakan kekantor.


"bi aku lapar... kita makan disitu boleh" Anna


"aku tidak punya hak untuk melarang mu Nyonya.." kepala pelayan


"baiklah ayooo" Anna menarik tangan kepala pelayan. Anna memperlakukan para pelayan dirumah seperti keluarga nya dan tidak membedakan antara majikan dan pelayan, karena itu Anna selalu menggenggam tangan dan kadang juga memeluk kepala pelayan.


"bi mau apa??" Anna


"aku... aku tidak perlu nya... aku bisa makan dirumah nanti" kepala pelayan


"aku pesan menu spesial dua ya... dan untuk minum yang segar segar" Anna


kepala pelayan pun hanya diam saja mengikuti Anna.


"bi... aku tadi mendengarkan percakapan kalian... dan" Anna belum selesai bicara


"aku mencurigainya nya... aku merasa dia dalang dari kecelakaan itu... setelah aku ingat ingat sebelum kita pergi sikapnya sudah aneh" kepala pelayan


"dan saat kita hendak berangkat itu Nyonya ingat ucapan terakhir nya... 'kalian hati hati dijalan ya' dia tidak pernah mengucapkan kata itu kalau kita hendak bepergian." kepala pelayan


"apa Nyonya tidak mencurigainya" kepala pelayan


"sejak awal aku sudah mencurigainya bi... dan aku sedang berusaha memecahkan kecurigaan ku" Anna


"tapi bi... aku ada sesuatu yang penting... dan bi tidak boleh menceritakan ini pada siapapun." Anna


"apa Nyonya akan mengatakan kalau dia non Livy." batin kepala pelayan


"aku butuh beberapa helai rambut Adryan... karena aku ingin membuktikan kalau anak Ziva itu bukan anak Adryan. aku sudah menemukan beberapa helai rambutnya anak Ziva... dan aku butuh rambut Adryan untuk di DNA." Anna


"hah??" kepala pelayan


"ck.. aku hanya memastikan nya bi... begitu DNA nya keluar dan benar anak itu bukan anaknya... kita bisa menjadikan itu sebagai ancaman buatnya" Anna


"tapi bagaimana bisa nyonya berfikir seperti itu." kepala pelayan


"dari Liora... Liora pernah bilang padaku kalau anak yang dikandung Ziva itu bukan anak Adryan." Anna


"mungkin bi bisa keluar masuk kamar Adryan... dan mencari beberapa helai rambutnya disana... please bi aku butuh bantuan itu" Anna


"baiklah Nyonya... itu mudah sekali" kepala pelayan

__ADS_1


"tapi jangan pernah mengatakan hal ini pada siapapun..." Anna


__ADS_2