Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
Bima datang menemui Livy


__ADS_3

day off Anna tidak ingin bermalas malasan, Anna tetap bangun seperti biasanya dan siangnya ingin merapikan tanaman tanamannya yang tak pernah disentuh nya lagi. saat sedang sibuknya Anna memotongi tumbuhan liar dan lainya Anna dikejutkan dengan seseorang.


"haii nona Livy..." ucap Bima yang pulang dari Amerika.


"sayang sekali tangan indah mu itu mengerjakan pekerjaan kasar itu... sini biar aku membantu mu" Bima


Anna masih terdiam bingung.


"dia tadi memanggilku apa... perasaan aku mendengar dia menyebut Livy... apa aku salah dengar ya..." batin Anna


"kenapa... apa ada yang salah dalam perkataan ku..." Bima


"kamu ngapain kesini... aku tidak ada urusan denganmu." Anna


"tapi aku khusus kesini untuk menemuimu... aku sangat tertarik denganmu." Bima


"jangan kurang ajar kamu... silahkan pergi aku tidak ingin diganggu." Anna


"tapi aku serius... aku kesini khusus menemuimu nona Livy pamela." Bima


Anna sangat terkejut bahkan kini tubuhnya lemas karena seseorang menyebut nama lengkapnya setelah terkubur lama. bahkan orang itu sama sekali Anna tidak mengenal nya hanya pernah bertemu beberapa kali saja.


"kenapa... kamu kenapa.." Bima senang melihat reaksi terkejut Anna.


"baiklah aku akan pergi... katamu tidak ingin diganggu dan aku tidak akan mengganggu mu" Bima pura pura melangkah pergi.


"tunggu..." Anna


Bima pura pura tidak mendengar nya.


"tunggu jangan pergi" Anna memperkeras suaranya.


"hah... kenapa? bukankah tadi kamu tidak ingin diganggu." Bima berbalik


"siapa kamu... dan bagaimana bisa kamu tau identitas ku." Anna


"hahaha.... " Bima tertawa


"kenapa tertawa... jawab pertanyaan ku... bagaimana bisa kamu mengetahui nya... dan apa urusan mu denganku." Anna


"dasar penipu..." Bima


"kamu menipu semua orang dengan menyembunyikan identitas mu... kenapa" Bima

__ADS_1


"aku tidak penipu dan aku tidak pernah menipu siapa pun tolong jaga ucapan mu" Anna


"hahaha.... kalau tidak menipu lalu apa itu... " Bima


"apa alasanmu datang kesini dengan menyembunyikan siapa kamu sebenarnya... dan apa tujuan mu... dengan tiba tiba kamu muncul dan menikah dengan Adryan. meskipun kamu tau dia sudah memiliki kekasih tapi kamu masih bertahan dengan pernikahan yang sama sekali tidak ada cinta." Bima


"apa urusanmu... dan peduli apa kamu" Anna


"aku tidak peduli denganmu... tapi aku peduli dengan sahabat ku... dia ditipu oleh benalu yang hanya menumpang hidup dengan kemewahan." Bima


"plak....(Anna menampar Bima dengan keras) jaga ucapan mu... aku bukan benalu seperti perkataan mu... dan aku juga tidak ingin berlama lama tinggal disini... asal kamu tau aku tidak suka hidup dengan kemewahan seperti ini... jadi kamu jangan sembarangan mengataiku benalu." Anna


"lalu apa tujuan mu kesini.. kenapa tidak menjelaskan pada semuanya kamu itu siapa. yang kamu sendiri tau kalau mereka mengenal siapa dirimu" Bima


"bukan urusanmu... pergi... kamu membuatku marah." Anna


sementara disisi lain Ziva sudah menguping pembicaraan mereka, karena saat Bima datang dan langsung pergi mencari Anna. hal itu pun membuat nya penasaran dan mengikuti Bima. namun percakapan yang pertama Ziva tidak bisa mendengar karena suara mereka masih kecil.


"astaga... aku tidak mendengar pembicaraan mereka sepenuhnya... tapi apa maksud Bima mengatai Anna penipu. siapa yang dia tipu. dan Anna tampaknya marah sekali sampai dia menampar Bima." batin Ziva


"katakan dari mana kamu mengetahui identitas ku" Anna sudah mengontrol emosi nya


"bukan urusan mu" Bima


"identitas apa..." Ziva


"rahasia apa yang kalian bicarakan..." Ziva


"bentar... dulu Liora pernah bilang kalau Ziva selingkuh dengan sahabat Adryan. dan pria ini mengaku sahabat Adryan... jangan jangan" batin Anna setelah menyadari kedatangan Ziva barusan.


"bukan urusanmu..." Anna pergi


"mau kemana kamu... jangan lari.. kamu harus mengaku sekarang karena sudah menipu semua orang dasar benalu" Ziva mencoba mengucapkan kata Bima yang didengarnya tadi.


"apa... kamu mengataiku apa.." Anna yang tadi sudah meredahkan emosinya kini bangkit lagi.


"ahh" Ziva mengerang karena Anna menarik rambutnya.


"aww... lepaskan... itu sakit. lepaskan dasar penipu" Ziva


"hahhhh... kamu... berani berani nya menarik rambut ku. kenapa... karena kebusukan mu terbongkar dan kamu semakin mengeluarkan sifat aslimu." Ziva kesakitan setelah Anna melepaskan tangannya.


"kalau aku penipu... lalu kamu apa... penghianat... penipu dan pembohong." Anna

__ADS_1


"hahhh... kamu mau memutar balikkan fakta ya... hahaha Anna... kamu lucu sekali. sampai sampai mengataiku penghianat penipu dan pembohong. padahal itu kata kata untuk dirimu sendiri." Ziva


"oh ya... kamu pikir aku tidak tau kebohongan mu... sini biar aku kasih tau... kalau anak yang kamu lahirkan itu bukan anak Adryan." Anna


"upss... maaf aku tidak sengaja membocorkan nya" Anna


"jangan bicara sembarangan kamu... aku bisa menuntut mu dengan tuduhan palsu." Ziva syok karena Anna mengetahui nya.


"emm silahkan... dan jangan lupa tes DNA dulu... supaya tuntutan kamu itu akurat..." Anna


"satu lagi... aku jelaskan padamu (mengarah pada Bima)... aku tidak gila harta dan kemewahan seperti katamu tadi... aku kehilangan anakku dua bulan yang lalu. fakta yang harus kamu tau seseorang dengan sengaja ingin membunuh anakku atau membunuh ku juga karena seseorang itu takut kalau anakku yang akan mewarisi seluruh harta Edward ini. hanya saja aku tidak punya bukti yang kuat membongkarnya" Anna


"kamu jangan kurang ajar ya... kamu jangan memfitnah ku sembarangan... karena kamu kehilangan anak lalu kamu menuduh ku sembarangan." Ziva


"ehhh... aku saka sekali tidak membicarakan mu... aku membicarakan seseorang pembunuh yang sudah menghilangkan nyawa anakku. dan aku sama sekali tidak menyebut namamu atau ciri dirimu dalam ceritaku." Anna


Ziva pun terdiam dan sudah terlihat pucat karena dirinya masuk dalam jebakan Anna.


"aku jadi mencurigakan." Anna


"apa kamu mau mencurigaiku... silahkan..." Ziva


"aku tidak bilang aku mencurigaimu... kamu kenapa... kok terlihat pucat.." Anna


"diam kamu..." Ziva lalu pergi meninggalkan mereka.


"sialll... bagaimana dia bisa tau semuanya",batin Ziva.


"bagaimana ini... bagaimana kalau dia bongkar semuanya. dan Adryan percaya dan melakukan tes DNA... tamatlah aku" batin Ziva


"kamu belum pergi juga... kamu tau Ziva itu sangat jahat dia sudah menghianati Adryan. menipu nya lagi... dan aku curiga kalau dia lah yang merencanakan ingin membunuhku..." Anna


"jaga ucapan mu tentang nya... dan kamu jangan sembarangan menuduh nya." Bima


"tidak... aku tidak menuduh nya sembarangan... aku bicara faktanya... hanya saja aku tidak tau siapa ayah dari anak itu... ckkk pasti akan seru nantinya" Anna berpura pura sok polos mengatakan semuanya pada Bima padahal ingin menjebaknya juga.


Anna mengamati Bima seperti gelagapan kini Anna tau semuanya, kalau benar jika Ziva lah pelaku dalam kecelakaan yang dialaminya itu. dan Bima jugalah ayah dari anak yang dilahirkan Ziva.


"kamu mau kemana... kamu tidak akan membocorkan rahasia ku kan pada Adryan... aku akan berjanji tidak akan membocorkan kebusukan Ziva..." Anna


"apa maksud kamu bernegosiasi padaku." Bima


"kamu pikir aku tidak tau... kalau kamu begitu peduli dan perhatian pada Ziva... apa kamu pikir aku tidak bisa melihatnya..." Anna

__ADS_1


"sudahlah... aku lelah sekali." Anna pun pergi dengan rasa puas karena bisa melawan mereka dengan bukti yang kuat.


__ADS_2