
"Cindy tunggu..." panggil Gabriel yang berhasil menangkap tangan nya.
"lepas... apa yang kamu lakukan." ucap Cindy.
"kamu memanggil ku dan mengejar ku sampai kesini. bagaimana dengan tunangan mu" Cindy
"kamu tau dari mana?? jika itu tunangan ku." Gabriel
"aku sudah tau semua. dan itu alasan aku tidak menjawab jika aku juga menyukaimu. kamu sudah memiliki tunangan" Cindy .
"tapi aku menyukai mu." Gabriel.
"bagaimana dengan tunangan mu. apa kamu tidak menjaga perasaan nya." Cindy.
"aku tidak mencintai nya kami hanya korban perjodohan keluarga." ucap Gabriel.
"plakk...." suara tamparan keras mendarat di pipi nya Gabriel.
"mudah sekali kamu mengatakan nya.. jika sedari awal kamu tidak mencintai nya tidak seharusnya juga kamu menerima pertunangan itu." Cindy.
"jujur aku memang jatuh cinta saat pertama kali aku melihat mu di mall ini. tepat saat kamu juga menyukai ku disini. tapi kita baru saling mengenal dan bisa dikatakan kita belum sedekat ini. jadi jangan bersikap konyol. " ucap Cindy lalu hendak pergi namun di tarik oleh Gabriel hingga jatuh ke pelukan nya.
"apa yang kamu lakukan. lepas" ucap Cindy sambil melawan
"benar yang kamu katakan kita belum dekat tapi aku percaya jika hati mu dan hati ku sudah dekat. kita sama sama menyukai di hari yang sama bukan. itu jelas tandanya kita sehati." ucap Gabriel yang masih memeluk cindy.
"aku akan umum kan pada keluargaku juga pada semua tentang pembatalan pertunangan ku. aku tidak bisa tinggal satu atap bahkan satu kamar dengan orang yang tidak aku cintai sama sekali. itu perlahan lahan hanya akan membunuh ku." ucap Gabriel.
"bagaimana dengan nasib keluarga mu jika kamu membatalkan nya. dengan kuliah adik mu juga pengobatan ibumu" ucap Cindy
Gabriel terdiam seketika mendengar ucapan Cindy yang sama sekali tidak terpikir kan nya.
"bagaimana bisa kamu mengetahui semua. aku pikir kamu hanya tau soal pertunangan ku saja. tapi ini." tanya Gabriel yang bingung bagaimana bisa Cindy tau semua tentang nya.
"aku menyuruh anak buah ayah ku untuk mencari tau semua informasi mu, setelah pertemuan pertama itu aku, jujur aku sangat nyaman dengan mu tapi sebelum aku semakin dalam menyukai mu aku berfikir untuk memutuskan mencari tau semua tentang mu" ucap cindy
Gabriel pun terdiam setelah mendengar penjelasan dari cindy, dan bingung harus bagaimana lagi. ternyata cindy sudah tau semua tentang nya
__ADS_1
disisi lain seseorang yang tengah memperhatikan mereka lewat layar monitor cctv dan mendengar semua pembicaraan mereka.
cindy yang sudah meninggal kan Gabriel disana dan memutuskan untuk pulang.
"hallo Anna aku akan pulang lebih dulu." ucap cindy lewat telepon.
"kamu dimana sekarang cin.. kemari lah jangan buru buru pulang." Anna
"maaf na tapi suasana hati ku sedang buruk" cindy.
"baiklah kamu hati hati ya..." Anna
"yaa babay..." Cindy.
"apa katanya..." tanya Davin
"dia memutuskan pulang lebih dulu. suasana hati nya sedang buruk" jawab Anna
"astaga... kasihan juga anak macan liar itu." Davin
"sudah makan lah makanan mu dan bayarkan aku akan segera pulang." ucap Anna
Diruangan Gabriel.
"maaf membuat mu menunggu lama" ucap Gabriel yang baru masuk ke ruangan kerjanya.
"tidak masalah... aku sudah terbiasa diabaikan" ucap nya
"ternyata selera mu lumayan juga... aku selalu bertanya tanya bagaimana sosok Cindy yang kamu ceritakan padaku yang membuat mu tergila gila padanya." ucap nya.
"sudahh jangan dibahas lagi. aku akan bekerja." ucap Gabriel.
"apa yang membuat mu tidak pernah jatuh cinta dengan ku. atau sekali saja merasa tertarik dengan ku. apa aku seburuk itu biel..." ucapnya.
"cukup Oxana." ucap Gabriel
"cukup.... kamu jauh lebih sempurna dari cindy.. tapi jangan pernah tanyakan Kenapa aku tidak bisa menyukai mu. karna aku sudah menganggap mu sebagai adikku... kita tumbuh bersama, dewasa bersama, seharusnya itu sudah lebih cukup untuk mu. kamu tau sendiri kekurangan ku apa. aku ini tidak akan pantas untuk bersanding dengan mu. yang jauh dari kata sempurna." ucap Gabriel.
__ADS_1
"aku tau kamu cantik.. kamu baik.. juga kamu penuh perhatian. bahkan teman teman ku merasa iri padaku. tapi jujur Oxana perasaan ku tak bisa dibohongi. aku kasihan nanti dengan mu, yang hanya mencintai ku sebelah tangan. apa dengan memiliki raga ku saja bisa membuat mu bahagia. sedangkan hatiku mencintai Wanita lain." Gabriel.
"Gabriel cukuppp.... aku akan membunuh mu jika kamu mengucapkan wanita lain dihadapan ku." ucap Oxana Tunangan nya Gabriel
"bunuh saja aku Oxana Itu lebih baik, dari pada aku tetap mempertahankan hubungan kita ini yang akan perlahan lahan membunuh kita berdua. yang kamu dapatkan dari ku hanya raga ku tapi bukan hatiku Oxana... dan aku harap kamu memikirkan kedepannya." Gabriel.
"Gabriel...." (prankkkk) suara pecahan gelas bekas kopi Gabriel yang dilempar Oxana tepat ke kepala nya.
para karyawan yang disana pun heboh mendengar suara itu, dan salah satu dari mereka memberanikan diri membuka pintu dan masuk kedalam
"pak Gabriel... darahhh... astaga kepala bapak." ucap nya yang sudah menghampiri Gabriel
"mari pakk.." Ucapnya lagi membawa Gabriel keluar.
sementara Oxana yang masih tinggal di dalam dan melihat Gabriel dibawa keluar telah menyadari perbuatan nya itu menjadi sangat marah pada dirinya yang tidak bisa mengontrol dirinya.
"apa yang sudah aku lakukan. sudah berapa kali aku membuat nya terluka." ucap nya sambil menangis menyesali perbuatannya
dan orang orang yang diluar melihat Gabriel dengan luka di kepala beserta darahnya menetes menjadi pusat perhatian dan menjadi heboh....
"astaga. itu kenapa??"
"ya ampun kasihan sekali apa ada penjahat"
"pak Gabriel kenapa?? kok bisa terluka?
"tidak tau... aku juga bingung padahal teman nya di dalam hanya tunangan nya"
semua jadi heboh dengan terpaksa Gabriel dibawa dari tangga darurat yang kemungkinan besar tidak ada orang yang lewat dari sana.
"naaaa... coba lihat itu... bukanya itu pria yang tadi mengejar cindy." ucap Davin yang menarik Anna untuk melihat yang di tunjuknya.
"kok.... kok kepala nya bisa terluka... jangan bilang cindy yang melakukan nya" ucap Anna lalu langsung menghubungi cindy tapi tak ada respon dari cindy.
Dan Anna pun hanya mengirim kan pesan pada cindy.
"Cindy apa yang sudah kamu lakukan sama direktur itu.. apa kamu memukul nya dengan sesuatu. lihatlah kepalanya jadi bocor dan darahnya sangat banyak bercucuran."
__ADS_1
"kembali lah dan lihat apa yang sudah kamu perbuat.
tapi tidak ada jawaban dari Cindy