
Hari itu pun tiba, hari dimana Anna dan Adryan menjadi sepasang suami istri sah. namun kedua mempelai tidak menginginkan hari itu terjadi, saat semua sedang asik dan sibuk merias dirinya. Anna yang sudah siap di dandani dan sedang berdiam diri dikamar sebelum berangkat ke Altar Gereja untuk pemberkatan.
sedangkan Adryan yang belum juga pulang, Tuan Edward sudah mencari dan menghubungi nya namun tak ada respon dari anaknya itu.
"berani brani nya dia tidak menjawab panggilan ku.." Tuan Edward
"sayang... tenang dulu, mungkin dia lagi dijalan... kamu yang tenang ya sayang." Nyonya Edward
"Tuan... ini bagaimana pihak gereja sudah menghubungi. katanya jika satu jam lagi tidak hadir maka acaranya hari ini di tunda dulu. karena masih ada acara mereka selanjutnya." kepala pelayan
"astaga...." Tuan Edward
Anna memilih untuk tetap berdiam di kamarnya meski semua orang tengah heboh di diluar yang mencoba menghubungi dan mencari Adryan.
setelah menunggu 30 menit akhirnya yang ditunggu tunggu pun datang. sontak semua nya orang merasa legah.
"ayoo... kita berangkat sekarang..." Tuan Edward
"baik tuan.. akan saya panggilkan non Anna." kepala pelayan.
Tuan Edward dan istrinya bergegas pergi duluan menuju gereja.
"tok...tok...tok..."
"non..." panggil kepala pelayan
__ADS_1
"iya masukk.." Anna
"non mari kita akan segera berangkat Tuan muda sudah datang." kepala pelayan
"baiklah." Anna
saat itu Adryan sudah menunggu didalam mobil, sesungguhnya Adryan tidak ingin satu mobil dengan Anna. tapi Adryan tidak ingin memperumit masalahnya, dan mengesampingkan ego nya. saat Anna sudah turun dan memasuki mobil.
"deg...deg....deg...." jantung Adryan berdetak tak karuan
"cantik... dia sangat cantik..." batin Adryan
"apa yang sedang aku pikirkan... Ryan sadarlahh" pikiran Adryan
dalam perjalanan mobil mereka hanya berdiam saja, Anna pun hanya menoleh keluar jendela melihat bangunan bangunan yang tinggi.
"apakah ini sudah takfir ku Tuhan?? aku masih belum yakin dan belum siap dengan pernikahan ini" batin Anna
"aku bahkan tidak mengenal siapa dia... seperti apa wataknya." lanjut Anna
begitu mereka tiba di parkiran gereja, Adryan langsung keluar begitu saja. sedangkan Anna dibantu oleh beberapa pelayan dan menuntun nya masuk.
"deg...deg...deg...." Anna sungguh gugup memasuki gereja itu, ditambah Anna akan mengucapkan janji.
acara demi acara sudah di mulai, tiba saat nya mereka untuk saling mengucapkan janji suci.
__ADS_1
"baik.. kedua mempelai silahkan maju"
mereka maju dan saling berhadapan.
"Saya Adryan memilih engkau menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus." ucap Adryan. lalu memasangkan cincin di jari Anna
"Saya Brianna memilih engkau menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus." ucap Anna lalu memasangkan cincin di jari Adryan.
"ya mempelai pria boleh mencium wanitanya."
dengan sangat terpaksa Adryan mencium Anna dihadapan semua orang.
"sekarang kalian sah sebagai pasangan suami istri dihadapan Allah."
hingga acaranya pun berjalan dengan lancar, Tuan Edward begitu sangat bahagia melihat pernikahan anak sulung nya itu dengan wanita pilihannya. namun berbeda dengan kedua wanita yang masih tidak menyukai Anna.
"kak selamat ya atas pernikahan nya. sekarang kakak sudah sah menjadi kakak ipar kami" ucap Ineza.
"iya sayang..." Anna
"nak... selamat ya... sekarang kamu sudah menjadi menantu ku. jadi kamu harus memanggilku ayah.. " Tuan Edward. sambil memeluk Anna
"baiklah ayah..." Anna
__ADS_1