
begitu Anna meninggalkan Jho dan ternyata Anna sudah melewati waktu perjanjian yang sudah di kesepakati dengan ipar dan calon mertuanya itu.
"wahh.... hebat sekali ya... Tuan Putri seperti nya sangat banyak urusan sampai harus datang dan tidak melihat waktu." ucap Liora
"maaf....." ucap Anna
"setelah diputuskan menikah dengan anakku.. kamu malah sembarangan berpelukan dengan pria lain" ucap Nyonya Edward.
"apa kamu tidak merasa itu seperti ******. disaat pernikahan nya didepan mata. bahkan saat ini kamu keluar untuk membeli keperluan untuk pernikahan mu tapi kamu malah sedang asik mesra dengan seorang pria di muka umum." lanjut Nyonya Edward lagi.
"bibi dengar dulu penjelasan ku" Anna
"plak...." suara tamparan mendarat di pipinya Anna.
"penjelasan apa lagi.. aku melihat jelas dengan kedua mata kepala ku, kalau kamu berpelukan dengan pria itu." ucap nya.
"gak usah ngelas deh... kami juga punya bukti.. kami mereka aksimu yang sangat menjijikan itu." Liora.
"sekarang kamu naik.. pokoknya aku harus bicarakan dengan ayah.. dia harus lihat wanita pilihannya ini bukan seperti yang dia bayangkan. dia hanya menutupi sikap jalangnya dengan muka polosnya." Nyonya Edward.
"naik... jangan membuatku semakin marah" lanjutnya.
saat Anna dan ipar calon mertuanya itu mau masuk seseorang menghentikan mereka.
"tunggu...." ucap Jho
"siapa yang kalian sebut sebut ******.... adikku...." ucap Jho
Anna pun yang mendengar nya sangat terkejut dan kedua wanita yang menindas Anna tadi pun memperhatikan sosok Jho.
"bunda... bukan kah dia pria yang tadi berpelukan dengan nya." ucap Liora
"benar... itu aku...." ucap Jho
"kak... kenapa kakak kesini" ucap Anna
"apa aku harus membiarkan kamu dihina oleh mereka.." ucap Jho
"sungguh kalian wanita wanita yang berpendidikan dan wanita yang memiliki banyak pengalaman dalam bidang apa pun. bukankah seharusnya kalian mendengarkan penjelasan nya dulu." ucap Jho
"sebaiknya kamu jangan menikah dengan putranya itu. lihatlah mereka sungguh seperti tidak seorang konglomerat dan tidak berpendidikan." Jho
__ADS_1
"kak... sudah.... jangan ikut campur lagi. biar aku yang menanganinya." Anna
"bukankah ayah bilang jika dia itu tidak mempunyai saudara bunda... bahkan kedua orang tuanya membuangnya ke panti asuhan. dan sekarang mereka mengaku sebagai saudara. apakah ini sebuah kebetulan atau sudah direncanakan untuk menutupi ke bohongannya." ucap Liora
"Tuan... sepertinya apa yang Tuan ucapkan itu berbanding terbalik. wanita yang kamu sebut tidak berpendidikan ini tidak bisa kalian tipu" Liora
"benar... dia anak sebatang kara. tidak memiliki saudara bahkan orang tuanya membuangnya bagaimana bisa tiba tiba kamu memiliki saudara." Nyonya Edward
"ahahah...... ahahaa....." mereka berdua tertawa (Liora dan Nyonya Edward).
"kak... sudah biarkan aku yang menjelaskannya, kakak pergilah." Anna
Anna langsung masuk kedalam mobil, dan disusul dengan Liora dan Nyonya Edward. Jho pun terdiam melihat kepergian Anna, dan merasa kasihan padanya. Jho pun langsung meminta anggotanya untuk memeriksa dan memata matai apa yang terjadi pada Anna.
"sungguh tidak tau malu... lihat saja apalagi alasan yang akan kamu jelaskan pada ayah nantinya." ucap Liora
"sudah sayang... tenangkan dirimu nanti biar bunda yang menjelaskannya pada ayah... supaya wanita ini tidak jadi menantuku...." Nyonya Edward
begitu mereka tiba di rumah dan melihat Tuan Edward belum pulang, Anna langsung saja masuk ke kamarnya.
"tidurlah dengan tenang... karna sebentar lagi kamu akan diusir dari rumah ini." ucap Liora.
Anna pun tidak memperdulikan ucapannya itu, dan meninggalkan mereka begitu saja.
"apa aku sanggup ya Tuhan.... ini bahkan aku belum sah menjadi menantunya tapi aku sudah di perlakukan seperti ini." ucap Anna lagi.
Anna tertidur karena lelah berkeliling mencari perhiasan dan barang barang keperluannya tadi. sedangkan Nyonya Edward dan Lioara sedang menyusun strategi supaya cerita mereka membuat Tuan Edward marah dan mengusir nya langsung.
"bun... begini saja... kita ceritakan saja pada ayah kalau dia meminta kita untuk berpisah saja. dia tidak mau di temani belanja dengan alasan ingin sendiri ternyata mau janjian ketemu dengan kekasihnya." ide Liora
"emmm... bagus sayang... trus kita ceritakan juga kalau kita itu awalnya percaya... tapi tanpa kita sadari kita bertemu dan melihat mereka belanja bersama bahkan makan bersama." ide Nyonya Edward.
"kita lihat saja bunda... gimana ayah mengusirnya... hahaha" Liora
"hahaha...." tawa nyonya Edward
sore itu ntah kenapa kebetulan ayah dan anak itu pulang bersamaan. Liora dan ibunya yang sudah melihat Adryan dan Tuan Edward tiba di mansion, langsung turun dan menghampiri mereka untuk memulai aktingnya.
"sayang... kalian sudah pulang" ucap Nyonya Edward dengan lembut.
"emmm..." Tuan Edward
__ADS_1
"tolong siapkan aku air hangat.. aku ingin merendam sebentar." ucap Tuan Edward
"ayah...." Liora
"baiklah sayang... aku akan menyiapkan nya." Nyonya Edward.
"nanti saja... saat ayah sudah siap mandi... ini bukan waktu yang tepat" bisik nya pada putrinya.
setelah Tuan Edward sudah selesai merendam dan juga sudah stay di ruang santai keluarga. Nyonya Edward juga sudah menyusul untuk memulai aksinya, sedangkan Liora sudah memanggilkan kakaknya itu.
"sayang... ada yang ingin aku sampaikan." ucap Nyonya Edward.
"emm.. katakan lah.." Tuan Edward
"putuskan saja pernikahan Ryan dengan wanita itu. dia bukan wanita baik baik" ucapnya. saat itu juga Adryan dan Liora sudah tiba.
"benar ayah... aku dan bunda melihat sendiri kelakuan nya seperti apa... ini buktinya ayah lihat..." ucap Liora sambil menyerahkan ponselnya.
"dimana ini... dan kapan" tanya Tuan Edward.
"ayah tadi saat aku dan bunda mau menemaninya membeli keperluan nya... dia meminta kami untuk tidak perlu membantu nya dan meminta untuk meninggalkannya sendiri ternyata dia janjian bertemu dengan pria itu." ucap Liora.
"pelayan... tolong panggilkan Anna." ucap Nyonya Edward.
"tidak perlu..." ucap Tuan Edward.
"ayah tau siapa pria itu. jadi kalian tidak perlu khawatir... Anna bukan wanita yang seperti kalian pikirkan." ucap Tuan Edward dengan santainya,
"tapi ayah... ini" Liora
"Lio??? kami tidak mendengarkan ayah..." Tuan Edward
"dengar ayah..." ucapnya lalu pergi begitu saja dengan raut wajah yang kesal. begitu juga dengan Nyonya Edward yang mengikuti langkah putrinya itu.
"bunda...." rengek Liora
"iya sayang... sama bunda juga kesal... bagaimana ayah tidak mendengarkan kita... jelas jelas bukti nya ada." ucap Nyonya Edward
"wanita itu pasti sudah menipu ayah.... atau jangan jangan dia menggunakan sihir bunda..." Liora.
"ntahlah... bunda juga bingung... ayahmu yang sikapnya sangat keras bisa lunak tapi hanya dengan wanita itu." Nyonya Edward.
__ADS_1
"bunda... sungguh aku tidak mau dia jadi iparku... bun... kakak kan masih berhubungan dengan kak Rose... tapi kenapa kakak mau dinikahkan dengan wanita itu bunda." Liora
"sayang... ayah memaksa kakak mu untuk menikahinya. jika kakakmu tidak mau maka aset ayah akan di sumbangkan ke panti asuhan. tenang lah nak.... kakakmu tidak sungguh sungguh untuk menikahinya. kakakmu sudah memberitahu bunda tentang rencananya." Nyonya Edward